| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0381 | 0.56% |
GBPUSD | 1.2441 | 0.46% |
AUDUSD | 0.6279 | 0.30% |
NZDUSD | 0.5641 | 0.35% |
USDJPY | 154.41 | -0.28% |
USDCHF | 0.9134 | -0.28% |
USDCAD | 1.4301 | -0.33% |
GOLDUD | 2,904.8 | 0.62% |
COFU | 71.24 | -0.63% |
USD/IDR | 16,359 | -0.06% |
Kamis, 13 Februari 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dipicu oleh sentimen dari sinyal optimis akan segera tercapainya kesepakatan damai Ukraina dan rilisnya data lesu ekonomi AS. Meski demikian, proyeksi positif pertumbuhan permintaan dari OPEC membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Harapan akan segera tercapainya kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia semakin menguat dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang pada hari Rabu mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah menyatakan keinginan untuk perdamaian dalam panggilan telepon terpisah dengannya. Sebagai tindak lanjut, Trump memerintahkan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Direktur CIA John Ratcliffe, penasihat keamanan nasional Michael Waltz dan utusan Timur Tengah Steve Witkoff untuk memulai pembicaraan damai itu.
Turut membebani pergerakan harga, Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Departemen Tenaga Kerja pada hari Rabu melaporkan bahwa indeks harga konsumen melonjak 0,5% pada bulan Januari, menandai kenaikan terbesar sejak Agustus 2023, setelah naik 0,4% pada bulan Desember tahun lalu. Data tersebut memicu ekspektasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru dalam melakukan pemangkasan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia itu.
Masih dari AS, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA menunjukkan stok minyak mentah melonjak naik sebesar 4,07 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan kenaikan sebesar 3 juta barel. Laporan EIA itu mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS.
Sementara itu, OPEC pada hari Rabu merilis laporan bulanan terbaru yang memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak dunia akan naik sebesar 1,45 juta bph pada tahun 2025 dan sebesar 1,43 juta bph pada tahun 2026. Angka prakiraan tersebut tidak berubah dari proyeksi yang dirilis bulan lalu. Dalam laporannya, kelompok aliansi tersebut optimis mengatakan perjalanan udara dan darat akan mendukung konsumsi, namun kebijakan tarif perdagangan yang dipicu AS berpotensi membuat pasar minyak menjadi lebih fluktuatif.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $73 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - PPI MoM |
| 0.3% | 0.2% |
20:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 215K | 219K |
20:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1880K | 1886K |