Home
>
News
>
Publication
>
Sinyal Kesepakatan Damai Ukraina Menguat, Harga Minyak Terbebani
Sinyal Kesepakatan Damai Ukraina Menguat, Harga Minyak Terbebani
Thursday, 13 February 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0381

0.56%

GBPUSD

1.2441

0.46%

AUDUSD

0.6279

0.30%

NZDUSD

0.5641

0.35%

USDJPY

154.41

-0.28%

USDCHF

0.9134

-0.28%

USDCAD

1.4301

-0.33%

GOLDUD

2,904.8

0.62%

COFU

71.24

-0.63%

USD/IDR

16,359

-0.06%

Fokus Crude Oil:

  • Trump mengatakan baik Rusia maupun Ukraina telah menyatakan keinginan untuk mengakhiri konflik di Ukraina.
  • OPEC optimis pertahankan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global yang relatif kuat pada 2025 dan 2026.

***********************************************************

Kamis, 13 Februari 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dipicu oleh sentimen dari sinyal optimis akan segera tercapainya kesepakatan damai Ukraina dan rilisnya data lesu ekonomi AS. Meski demikian, proyeksi positif pertumbuhan permintaan dari OPEC membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Harapan akan segera tercapainya kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia semakin menguat dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang pada hari Rabu mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah menyatakan keinginan untuk perdamaian dalam panggilan telepon terpisah dengannya. Sebagai tindak lanjut, Trump memerintahkan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Direktur CIA John Ratcliffe, penasihat keamanan nasional Michael Waltz dan utusan Timur Tengah Steve Witkoff untuk memulai pembicaraan damai itu.

Turut membebani pergerakan harga, Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Departemen Tenaga Kerja pada hari Rabu melaporkan bahwa indeks harga konsumen melonjak 0,5% pada bulan Januari, menandai kenaikan terbesar sejak Agustus 2023, setelah naik 0,4% pada bulan Desember tahun lalu. Data tersebut memicu ekspektasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru dalam melakukan pemangkasan suku bunga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia itu.

Masih dari AS, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA menunjukkan stok minyak mentah melonjak naik sebesar 4,07 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan kenaikan sebesar 3 juta barel. Laporan EIA itu mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS.

Sementara itu, OPEC pada hari Rabu merilis laporan bulanan terbaru yang memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak dunia akan naik sebesar 1,45 juta bph pada tahun 2025 dan sebesar 1,43 juta bph pada tahun 2026. Angka prakiraan tersebut tidak berubah dari proyeksi yang dirilis bulan lalu. Dalam laporannya, kelompok aliansi tersebut optimis mengatakan perjalanan udara dan darat akan mendukung konsumsi, namun kebijakan tarif perdagangan yang dipicu AS berpotensi membuat pasar minyak menjadi lebih fluktuatif.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $73 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - PPI MoM

 

0.3%

0.2%

20:30

USA - Initial Jobless Claims

 

215K

219K

20:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1880K

1886K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788