Home
>
News
>
Publication
>
Sinyal Eskalasi Lebih Lanjut Perang Iran Topang Pergerakan Harga Minyak
Sinyal Eskalasi Lebih Lanjut Perang Iran Topang Pergerakan Harga Minyak
Thursday, 12 March 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1574

-0.35%

GBPUSD

1.3415

-0.34%

AUDUSD

0.7161

-0.53%

NZDUSD

0.5913

-0.37%

USDJPY

158.78

0.28%

USDCHF

0.7799

0.27%

USDCAD

1.3578

0.19%

GOLDUD

5,178.04

-1.01%

COFU

89.32

4.52%

USD/IDR

16,862

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Iran memperingatkan potensi harga minyak mencapai $200 per barel, dan ancam keamanan di Selat Hormuz.
  • AS akan merilis 172 juta barel minyak dari cadangan strategis, mulai minggu depan, ungkap Departemen Energi.

************************************************************

Kamis, 12 Maret 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau kembali berlanjut bullish didukung oleh sentimen dari sinyal eskalasi perang Iran yang masih akan terus meningkat lebih lanjut. Meski demikian, sinyal AS untuk merilis stok minyak dari cadangan strategis sebesar 172 juta barel, dan laporan stok EIA menjadi katalis yang membatasi kenaikan harga.

Iran memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi kenaikan harga minyak hingga $200 per barel, dan juga mengancam bahwa tidak akan mengizinkan aliran minyak melewati Selat Hormuz, kapal atau tanker apa pun akan menjadi target yang sah, kata juru bicara komando militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, pada hari Rabu. Komentar Zolfaqari tersebut menyusul serangan pasukan Garda Revolusi terhadap tiga kapal komersil yang melewati Selat Hormuz pada hari Rabu.

Turut menambah keyakinan bahwa eskalasi perang Iran masih akan terus meningkat lebih lanjut, Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengklaim keberhasilan AS menghancurkan 58 kapal angkatan laut Teheran sebagai kemenangan AS dalam perang Iran, namun Trump menegaskan bahwa tugas AS belum selesai, dan AS akan tetap melanjutkan operasi militer sampai tugas itu selesai.

Sementara itu, Menteri Energi Chris Wright pada hari Rabu mengumumkan bahwa AS berencana merilis 172 juta barel minyak dari cadangan strategisnya, mulai minggu depan. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut menyusul kesepakatan 32 negara anggota IEA yang dengan suara bulat menyetujui pelepasan terkoordinasi sebanyak 400 juta barel minyak dan produk olahan dari cadangan masing-masing negara. AS yang merupakan anggota IEA yang saat ini memiliki sekitar 415 juta barel minyak dalam cadangan strategisnya, atau sekitar 58 persen dari kapasitas resminya sebesar 714 juta barel.

Dari sisi pasokan, stok minyak mentah AS meningkat sebesar 3,8 juta barel, melebihi ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 1,1 juta barel, ungkap EIA dalam laporan untuk pekan yang berakhir 6 Maret. Kenaikan stok tersebut juga menandai peningkatan mingguan ketiga berturut-turut, dan sekaligus mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $96 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $91 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Building Permits

 

1.41M

1.455M

19:30

USA - Trade Balance

 

$-66.6B

$-70.3B

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

215K

213K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1850K

1868K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788