Home
>
News
>
Publication
>
Sikap Kehati-hatian The Fed Mendukung Mata Uang USDCAD
Sikap Kehati-hatian The Fed Mendukung Mata Uang USDCAD
Friday, 10 January 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0315

-0.21%

GBPUSD

1.2358

-2.57%

AUDUSD

0.6213

-0.32%

NZDUSD

0.5607

-0.25%

USDJPY

157.98

0.16%

USDCHF

0.9112

0.12%

USDCAD

1.4388

0.09%

GOLDUD

2664.3

0.11%

USD/IDR

16254

-0.36%

Fokus USDCAD:

  1. DXY menguat ke zona 109.20
  2. Gejolak politik Kanada

10 Januari 2025 – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4400. Kinerja mata uang Loonie mengalami penguatan yang sejalan dengan penguatan mata uang USD yang didukung oleh ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve yang cenderung hati-hati. Risalah rapat FOMC terbaru menunjukkan inflasi yang terus menguat membuat pemangkasan suku bunga lebih lambat dari perkiraan. Selain itu, tingkat pengangguran yang stabil dan data pekerjaan yang diantisipasi tetap solid juga menopang daya tarik Greenback. Dengan suku bunga AS yang lebih tinggi dibandingkan Kanada, investor terus memilih USD sebagai aset yang lebih aman, memperkuat pergerakan positif USDCAD meskipun tren bullish mulai menunjukkan tanda-tanda melambat.

Disisi lain, Dolar Kanada (CAD) berada di bawah tekanan karena ketidakpastian politik di dalam negeri dan ancaman tarif dari Amerika Serikat. Pengunduran diri Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau memicu kekhawatiran tentang stabilitas politik, sementara ancaman tarif sebesar 25% oleh Presiden AS terpilih Donald Trump berpotensi memperburuk hubungan perdagangan kedua negara. PM Trudeau menegaskan bahwa Kanada akan merespons jika tarif diberlakukan, mengingat dampaknya terhadap konsumen dan bisnis di kedua negara. Meski demikian, harga minyak mentah yang lebih tinggi dapat membantu membatasi pelemahan CAD, mengingat pentingnya sektor energi bagi ekonomi Kanada.

Disisi komoditas unggulan Kanada, Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mencatat kenaikan, diperdagangkan di sekitar $74 per barel. Penurunan besar dalam persediaan minyak mentah AS sebesar 4,02 juta barel pekan lalu, jauh lebih besar dari ekspektasi, memberikan dukungan tambahan. Selain itu, langkah Cina untuk memperkuat ekonominya melalui stimulus juga meningkatkan prospek permintaan energi global. Konflik geopolitik seperti ketegangan di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina menambah dorongan bagi harga minyak. Namun, jika data pekerjaan AS menunjukkan hasil lebih baik dari perkiraan, kenaikan USD dapat memberikan tekanan pada harga minyak dalam jangka pendek.

Harga pada pasangan mata uang USDCAD naik. Support terdekatnya di zona 1.4370 dan resistance terdekatnya di zona 1.4240. Support lanjutan di zona 1.4320 dan dilanjutkan ke zona 1.4270. Resistance lanjutan di zona 1.4290 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.4340.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0300. Mata uang Euro mengalami pelemahan yang didorong oleh data ekonomi Eropa yang mengecewakan, seperti Penjualan Ritel Uni Eropa yang turun menjadi 1,2% YoY pada Desember dari 2,1% pada bulan sebelumnya, serta pesanan pabrik Jerman yang anjlok 5,4% MoM pada November. Kekhawatiran investor terhadap kebijakan tarif yang diusulkan Presiden AS terpilih Donald Trump dan potensi perlambatan laju pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB) juga menambah tekanan pada Euro. Sementara itu, Dolar AS terus menguat di tengah ekspektasi hawkish dari Federal Reserve (Fed). Risalah rapat FOMC bulan Desember menunjukkan kehati-hatian terhadap pelonggaran kebijakan lebih lanjut karena tren disinflasi yang melambat. Dengan pasar menunggu laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis Jumat, data ini diperkirakan mempengaruhi prospek kebijakan suku bunga Fed dan sentimen pasar lebih lanjut. Kombinasi ketidakpastian kebijakan perdagangan dan ekonomi global terus mendorong EURUSD ke zona bearish. Support terdekatnya di zona 1.0260 dan resistance terdekatnya di zona 1.0350.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2330. Penurunan kinerja mata uang ini melemah akibat meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (gilt) yang mencapai level tertinggi sejak 1998, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas fiskal Inggris. Selain itu, data ekonomi seperti Indeks Harga Ritel Inggris (BRC) untuk Desember yang turun menjadi -1%, terendah sejak Juli 2021, menunjukkan lemahnya konsumsi domestik. Kombinasi inflasi yang terus tinggi, stagnasi ekonomi, dan prospek pemotongan suku bunga Bank of England (BoE) semakin menekan Pound Sterling. Sementara itu, Dolar AS tetap menjadi aset safe haven yang diminati menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS. Data tenaga kerja ini diharapkan mempengaruhi kebijakan Federal Reserve (Fed) ke depan, terutama dalam konteks inflasi dan pertumbuhan upah. Di sisi lain, komentar pejabat Fed seperti Susan Collins yang menyarankan pendekatan hati-hati terhadap pemotongan suku bunga menambah sentimen positif terhadap Dolar AS, memperlemah posisi GBPUSD lebih lanjut. Support terdekatnya di area 1.2300 dan resistance terdekatnya di zona 1.2220.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6190. Turunnya kinerja mata uang Aussie dipicu oleh ekspektasi kebijakan dovish dari Reserve Bank of Australia (RBA) menyusul pertumbuhan penjualan ritel Australia yang hanya mencapai 0,8% pada November, lebih rendah dari perkiraan 1%. Selain itu, data inflasi China yang rendah, dengan indeks harga konsumen (CPI) tahunan hanya naik 0,1% di Desember, semakin menambah tekanan pada dolar Australia yang sering dianggap sebagai proksi untuk pertumbuhan ekonomi China. Support terdekatnya di zona 0.6160 dan resistance terdekatnya di zona 0.6220

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5590. Penguatan Dolar AS yang didorong oleh prospek kebijakan Federal Reserve (Fed) yang hati-hati serta tekanan deflasi di China menjadi faktor utama pelemahan Dolar Selandia Baru (NZD). Data ketenagakerjaan AS untuk Desember, termasuk Nonfarm Payrolls (NFP), tingkat pengangguran, dan rata-rata pendapatan per jam, menjadi fokus pasar untuk memberikan arah kebijakan lebih lanjut. Ekspektasi pasar menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sebesar 160.000 dan tingkat pengangguran stabil di 4,2%, yang jika terealisasi dapat memperkuat Dolar AS lebih lanjut. Sementara itu, data inflasi China yang menunjukkan peningkatan CPI tahunan hanya sebesar 0,1% di Desember dan penurunan PPI sebesar 2,3% untuk bulan yang sama, menambah tekanan pada NZD. Sebagai mitra dagang utama Selandia Baru, kondisi ekonomi China yang lemah memengaruhi permintaan ekspor Selandia Baru. Dengan latar belakang ini, investor tetap waspada terhadap arah kebijakan moneter Fed dan perkembangan ekonomi di China yang dapat memberikan dampak signifikan pada pergerakan pasangan NZDUSD. Support terdekatnya di area 0.5570 dan resistance terdekatnya di zona 0.5610.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 158.10. Kinerja mata uang Yen mengalami penguatan yang mencerminkan dominasi Dolar AS di tengah ketidakpastian kebijakan suku bunga Bank of Japan (BoJ). Meskipun data terbaru menunjukkan pertumbuhan gaji dasar Jepang mencapai 2,7% pada November tertinggi sejak 1992 penurunan upah riil untuk bulan keempat berturut-turut menunjukkan inflasi masih melampaui daya beli. Ketidakpastian waktu kenaikan suku bunga BoJ, ditambah dengan perbedaan hasil obligasi AS-Jepang yang semakin melebar akibat sikap hawkish Federal Reserve (Fed), membebani Yen Jepang. Support terdekatnya di area 157.70 dan resistance terdekatnya di zona 158.50

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.9120. Pasangan USDCHF terus menunjukkan penguatan yang didukung oleh solidnya data ekonomi AS dan sikap hati-hati Federal Reserve (Fed), yang mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini. Minutes rapat Fed Desember mengindikasikan bahwa proses pengendalian inflasi dapat memakan waktu lebih lama, menguatkan posisi dolar AS sebagai mata uang yang lebih menarik. Ekspektasi perbedaan suku bunga yang menguntungkan dolar semakin memperkuat tren bullish USDCHF. Di sisi lain, tekanan terhadap Franc Swiss (CHF) meningkat setelah inflasi negara tersebut menurun menjadi 0,6% pada Desember 2024. Bank Sentral Swiss (SNB) diperkirakan akan memangkas suku bunga lebih lanjut pada Maret mendatang, yang dapat melemahkan CHF terhadap Greenback. Meskipun demikian, ketegangan geopolitik seperti konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina dapat mendorong arus safe haven ke Franc, meskipun penguatan ini cenderung bersifat sementara di tengah perbedaan kebijakan moneter yang signifikan antara AS dan Swiss. Support terdekatnya di area 0.9080 dan resistance terdekatnya di zona 0.9150.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:45am

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

1:30am

USD

FOMC Member Schmid Speaks

-

-

-

1:35am

USD

FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

6:30am

JPY

Household Spending y/y

-0.4%

-0.8%

-1.3%

12:00pm

JPY

Leading Indicators

-

107.2%

109.1%

1:45pm

CHF

Unemployment Rate

-

2.7%

2.6%

2:45pm

EUR

French Consumer Spending m/m

-

0.1%

-0.4%

2:45pm

EUR

French Industrial Production m/m

-

-0.1%

-0.1%

4:00pm

EUR

Italian Retail Sales m/m

-

0.2%

-0.5%

10th-15th

CNY

New Loans

-

890B

580B

10th-15th

CNY

M2 Money Supply y/y

-

7.3%

7.1%

Tentative

GBP

NIESR GDP Estimate

-

-

0.0%

8:30pm

CAD

Employment Change

-

24.9K

50.5K

8:30pm

CAD

Unemployment Rate

-

6.9%

6.8%

8:30pm

CAD

Building Permits m/m

-

1.3%

-3.1%

8:30pm

USD

Average Hourly Earnings m/m

-

0.3%

0.4%

8:30pm

USD

Non-Farm Employment Change

-

164K

227K

8:30pm

USD

Unemployment Rate

-

4.2%

4.2%

10:00pm

USD

Prelim UoM Consumer Sentiment

-

74.0

74.0

10:00pm

USD

Prelim UoM Inflation Expectations

-

-

2.8%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788