Home
>
News
>
Publication
>
Sikap Hati-hati The Fed Buat Minyak Ikut Terkonsolidasi
Sikap Hati-hati The Fed Buat Minyak Ikut Terkonsolidasi
Friday, 23 February 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08220

0.06%

GBPUSD

1.26560

0.06%

AUDUSD

0.65550

0.23%

NZDUSD

0.61920

0.03%

USDJPY

150.530

-0.06%

USDCHF

0.88010

-0.01%

USDCAD

1.34810

-0.03%

GOLDUD

2,024.290

0.11%

COFU

78.37

-0.09%

USD/IDR

15,595

-0.06%

Fokus Crude Oil:

  • The Fed memutuskan penundaan untuk penurunan suku bunga setidaknya beberapa bulan lagi.
  • AS akan jatuhkan sanksi terhadap lebih dari 500 target pada hari Jumat untuk memperingati invasi Rusia ke Ukraina.

***************************************************************

Jumat, 23 Februari 2024 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkoreksi turun dibebani oleh sentimen dari sikap hati-hati The Fed dalam mengambil keputusan serta rencana AS untuk menerapkan sanksi baru terhadap Rusia. Meski demikian, ketegangan situasi di Timur Tengah memberikan dukungan pada harga minyak.

The Fed AS memutuskan menunda penurunan suku bunga setidaknya untuk beberapa bulan lagi guna melihat apakah kenaikan inflasi baru-baru ini menandakan terhentinya kemajuan menuju stabilitas harga atau hanya sebuah hambatan, kata Gubernur Fed Christopher Waller pada hari Kamis. Sebagian besar data ekonomi AS lainnya menunjukkan perekonomian secara fundamental masih solid, sehingga risiko menunggu lebih lama untuk melonggarkan kebijakan lebih rendah dibandingkan risiko bertindak terlalu cepat dan mungkin menghentikan atau membalikkan kemajuan yang telah kita capai dalam hal inflasi, tambah Waller.

Masih dari AS, Wakil Menteri Keuangan AS Wally Adeyemo pada hari Kamis mengatakan berencana menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 500 target pada hari Jumat sebagai tindakan untuk menandai tahun kedua invasi Rusia ke Ukraina. Aksi terbaru AS dan sekutunya ini dilakukan dalam upaya mempertahankan tekanan terhadap Rusia setelah proyeksi terbaru dari IMF menunjukkan bahwa kinerja perekonomian Rusia di atas ekspektasi. 

Sementara itu, situasi di Laut Merah kian memuncak pasca kelompok Houthi pada hari Kamis resmi mengumumkan ke perusahaan kapal dan asuransi bahwa semua kapal yang terkait dengan Israel, AS dan Inggris akan menjadi target utama kelompoknya. Selain itu, Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal kargo milik Inggris dan serangan drone terhadap kapal AS pada hari Kamis, dan mereka menargetkan kota pelabuhan dan resor Israel, Eilat, dengan rudal balistik dan drone.

Indikator lain yang menjadi fokus pelaku adalah data jumlah rig minyak dan gas yang akan dirilis oleh perusahaan layanan jasa energi asal AS, Baker Hughes, pada akhir pekan ini. Data tersebut biasanya dijadikan tolak ukur bagi pelaku untuk melihat gambaran produksi AS pada masa mendatang.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

N/A

N/A

N/A

N/A

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Member of
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
+62 21 3002 7788