| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1566 | -0.11% |
GBPUSD | 1.3497 | -0.07% |
AUDUSD | 0.7065 | -0.03% |
NZDUSD | 0.5892 | -0.12% |
USDJPY | 157.72 | -0.33% |
USDCHF | 0.8083 | 0.05% |
USDCAD | 1.3950 | 0.01% |
GOLDUD | 4340.28 | -0.43% |
USD/IDR | 17,908 | 0.00% |
Fokus Utama:
Senin, 10 Agustus 2026 - Harga emas dibuka melemah tipis ke level US$4.340 per troy ons pada perdagangan ditopang oleh melemahnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan pelemahan. Kondisi tersebut mendorong penurunan imbal hasil obligasi AS dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September berada di sekitar 44%, sehingga tekanan dari sisi kebijakan moneter relatif mereda.
Dari sisi geopolitik, ketidakpastian terkait Selat Hormuz kembali menjadi perhatian setelah Iran belum memberikan kepastian mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut. Kondisi ini mendorong harga minyak kembali menguat. Kenaikan harga energi berpotensi kembali meningkatkan risiko inflasi global, sehingga menjadi faktor yang dapat membatasi penguatan emas apabila pada akhirnya mendorong The Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Dalam jangka pendek, perhatian pasar akan tertuju pada data inflasi AS Juli (CPI) yang dijadwalkan rilis pekan ini. Konsensus pasar memperkirakan inflasi relatif meningkat tipis, sehingga hasil yang lebih tinggi dari ekspektasi berpotensi kembali memperkuat dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga, sementara data yang lebih rendah dapat memberikan ruang penguatan bagi emas.
Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.256 hingga $4.172, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.398 hingga $4.456. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.030, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.598.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
Tentative | USD | Cleveland Fed Inflation Expectations | - | - | 3.7% |