| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1566 | -0.11% |
GBPUSD | 1.3497 | -0.07% |
AUDUSD | 0.7065 | -0.03% |
NZDUSD | 0.5892 | -0.12% |
USDJPY | 157.72 | -0.33% |
USDCHF | 0.8083 | 0.05% |
USDCAD | 1.3950 | 0.01% |
GOLDUD | 4,340.28 | -0.43% |
COFU | 78.42 | 0.64% |
USD/IDR | 17,908 | 0.00% |
Senin, 10 Agustus 2026 - Pada pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bullish ditopang oleh sejumlah sentimen positif dari Timur Tengah diantaranya penegasan Iran untuk tetap menutup Selat Hormuz, serangan Houthi Yaman terhadap fasilitas kilang Aramco, dan sinyal memanasnya ketegangan di Gaza.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada hari Minggu mengatakan hampir mencapai kesepakatan final dengan Oman mengenai penetapan jalur pelayaran baru di antara kedua negara yang melintasi Selat Hormuz, namun Araqchi menegaskan kembali bahwa Teheran tidak akan membuka kembali jalur Selat Hormuz, kecuali AS memenuhi syarat-syarat, termasuk pembayaran kompensasi serta penghentian sanksi dan ancaman militer.
Turut mendukung harga, juru bicara militer kelompok Houthi Yaman, Yahya Saree, mengklaim telah menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco pada hari Minggu, tepat dua hari setelah kerajaan tersebut menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan. Saree juga mengatakan kelompok Houthi telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap kota pelabuhan Mocha di tepi Laut Merah, Yaman. Situasi tersebut mengindikasikan meningkatnya ketidakstabilan di kawasan regional di tengah memanasnya perang Iran dengan AS.
Dukungan lainnya datang dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu menegaskan kembali penolakannya terhadap rencana terbaru Presiden AS Donald Trump untuk Gaza. Netanyahu menyatakan Israel tidak akan melakukan penarikan pasukan sampai Hamas melucuti seluruh senjatanya.
Sementara itu, kapal-kapal tetap melintas dengan lancar melalui jalur selat Turki menuju Laut Hitam, ungkap dua pejabat pemerintah Turki pada hari Minggu. Pernyataan tersebut meredam kekhawatiran setelah Ankara pada hari Sabtu memberlakukan moratorium atas lalu lintas kapal komersial yang memasuki Laut Hitam menyusul serangan terhadap sejumlah kapal di wilayah tersebut, termasuk kapal milik Turki.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $81 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
- | N/A |
|
|
|