Pembukaan | % Perubahan | |
EURUSD | 1.1566 | -0.11% |
GBPUSD | 1.3497 | -0.07% |
AUDUSD | 0.7065 | -0.03% |
NZDUSD | 0.5892 | -0.12% |
USDJPY | 157.72 | -0.33% |
USDCHF | 0.8083 | 0.05% |
USDCAD | 1.3950 | 0.01% |
GOLDUD | 4340.28 | -0.43% |
USD/IDR | 17,908 | 0.00% |
Fokus:
EURUSD
Senin, 10 Agustus 2026 - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 1,1553 pada perdagangan pagi hari ini. Pergerakan tersebut terjadi setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan. Ekonomi AS tercatat kehilangan 23 ribu lapangan pekerjaan pada Juli, jauh di bawah ekspektasi penambahan 80 ribu pekerjaan, sementara data bulan sebelumnya juga direvisi lebih rendah.
Pelemahan pasar tenaga kerja AS turut tercermin dari perlambatan pertumbuhan upah tahunan menjadi 3,2% dari 3,4%. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi tekanan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat, sehingga sebelumnya memberikan tekanan terhadap dolar AS dan mendukung EURUSD. Namun, penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,1% dari 4,2% menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja belum sepenuhnya melemah secara menyeluruh.
Di sisi lain, dolar AS kembali memperoleh dukungan sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik terkait Selat Hormuz. Ketidakjelasan mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut, ditambah laporan serangan terhadap fasilitas energi dan kapal tanker, menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi. Kondisi ini turut menopang harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi, sehingga pasar masih mempertimbangkan kemungkinan The Fed mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.
Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju pada data inflasi konsumen AS yang dijadwalkan rilis Rabu sebagai petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan The Fed. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat dolar AS dan memberikan tekanan lanjutan terhadap EURUSD. Sebaliknya, data inflasi yang lebih rendah dapat kembali meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed dan mendukung euro. Perkembangan geopolitik juga tetap menjadi faktor penting yang dapat meningkatkan volatilitas pasangan mata uang ini. Support EURUSD berada di area 1,1500, sementara resistance di area 1,1600.
GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke 1,3488 pada awal pekan. Pelemahan terutama dipengaruhi oleh penguatan kembali dolar AS setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan. Ketidakpastian terkait krisis Timur Tengah dan upaya pembukaan kembali Selat Hormuz turut meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Namun, penguatan dolar masih terbatas karena pasar semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September, menyusul melemahnya kondisi pasar tenaga kerja AS.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini karena dapat memengaruhi ekspektasi arah kebijakan The Fed. Di sisi Inggris, pasar juga menunggu data PDB kuartal II pada Kamis sebagai indikator kondisi perekonomian dan petunjuk bagi arah kebijakan Bank of England. Kombinasi data ekonomi AS, prospek suku bunga The Fed, serta perkembangan geopolitik berpotensi menentukan arah GBPUSD dalam jangka pendek. Oleh karena itu, ruang penguatan pound masih perlu diwaspadai meskipun pelemahan dolar AS berpotensi membatasi tekanan terhadap pasangan mata uang tersebut. Support GBPUSD berada di area 1,3450, sementara resistance di area 1,3550.
AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah 0,1% ke 0,7063 pada awal pekan setelah mencatat penguatan selama enam minggu berturut-turut. Sebelumnya, dolar Australia mencapai 0,7078, level tertinggi dalam tujuh minggu, setelah menguat 0,6% pada Jumat. Pergerakan AUD masih mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS menyusul data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah, yang mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat. Namun, penguatan AUD tertahan karena pasar kini menunggu keputusan kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) pada Selasa.
RBA diperkirakan mempertahankan suku bunga di 4,35%, tetapi perhatian utama pasar akan tertuju pada nada kebijakan bank sentral dan indikasi mengenai arah suku bunga berikutnya. Risiko inflasi yang masih tinggi dapat membuat RBA mempertahankan sikap hawkish, terutama setelah RBA telah menaikkan suku bunga tiga kali sepanjang tahun ini. Pernyataan yang lebih hawkish, revisi proyeksi inflasi ke atas, atau adanya perbedaan pandangan di antara anggota dewan dapat meningkatkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga dan mendukung AUD. Sebaliknya, sinyal bahwa tekanan inflasi mulai mereda dapat membatasi penguatan dolar Australia. Support AUDUSD berada di area 0,7000, sementara resistance di area 0,7089.
NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke 0,5885 pada awal pekan setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan. Dolar Selandia Baru masih mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan kontraksi yang tidak terduga pada Juli. Kondisi tersebut mengurangi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September, sementara pelaku pasar kini menantikan data inflasi AS sebagai petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter AS.
Dari sisi domestik Selandia Baru, kiwi masih ditopang oleh ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) berpotensi kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang. Sebelumnya, RBNZ mengisyaratkan bahwa pengetatan tambahan mungkin diperlukan untuk mengurangi stimulus moneter dan menjaga inflasi tetap terkendali. Namun, pelemahan data ketenagakerjaan terbaru menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa jauh RBNZ akan melanjutkan kenaikan suku bunga, sehingga dapat membatasi penguatan NZD. Support NZDUSD berada di area 0,5850, sementara resistance di area 0,5907.
USDJPY - Pasangan mata uang ini sempat bergerak melemah ke 157,20 setelah pasar mencermati Ringkasan Opini Bank of Japan (BoJ) dari pertemuan 30–31 Juli. Ringkasan tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara para pejabat BoJ mengenai arah suku bunga. Sebagian anggota memilih mempertahankan suku bunga untuk melihat dampak kebijakan sebelumnya terhadap ekonomi dan inflasi, sementara anggota lainnya menilai kondisi masih cukup longgar sehingga membuka peluang bagi kenaikan suku bunga lanjutan. Ketidakpastian mengenai kecepatan pengetatan kebijakan BoJ membuat pergerakan yen tetap sensitif terhadap perkembangan ekspektasi suku bunga.
Di sisi lain, dolar AS masih memperoleh dukungan dari permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik. Namun, ruang penguatan dolar berpotensi terbatas apabila data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Kondisi tersebut dapat menekan imbal hasil obligasi AS dan mengurangi daya tarik dolar. Dengan demikian, arah USDJPY selanjutnya akan dipengaruhi oleh kombinasi prospek kebijakan BoJ, data inflasi AS, serta perkembangan geopolitik global. Support: 156,50, sementara resistance: 158,00.
USDCHF - Pasangan mata uang ini menguat ke 0,8087 di tengah upaya dolar AS mempertahankan pemulihan setelah sebelumnya tertekan oleh data ketenagakerjaan AS yang lemah. Meningkatnya ketidakpastian geopolitik turut mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga memberikan tekanan terhadap franc Swiss. Namun, penguatan USD berpotensi terbatas karena pasar masih menunggu data inflasi AS sebagai petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed dan prospek suku bunga ke depan.
Pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan perkembangan risiko geopolitik. Inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan dapat kembali meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed dan menekan USDCHF. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi berpotensi memperkuat dolar AS dan mendorong pasangan ini melanjutkan kenaikan. Support USDCHF berada di area 0,8050, sementara resistance di area 0,8120.
USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke 1,3951, dengan dolar AS memperoleh dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik. Penguatan dolar AS terjadi meskipun data pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Sementara itu, pergerakan dolar Kanada juga masih sensitif terhadap perubahan harga minyak, mengingat Kanada merupakan salah satu eksportir energi utama.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada data inflasi AS yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed dan arah dolar AS. Di sisi lain, kenaikan harga minyak berpotensi memberikan dukungan terhadap dolar Kanada dan membatasi kenaikan USDCAD. Sebaliknya, apabila dolar AS kembali menguat dan harga minyak melemah, pasangan ini berpeluang mempertahankan momentum kenaikannya. Support USDCAD berada di area 1,3900, sementara resistance di area 1,4000.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
6:50am | JPY | Bank Lending y/y | 5.40% | 5.70% | 5.70% |
6:50am | JPY | BOJ Summary of Opinions |
|
|
|
6:50am | JPY | Current Account | 1.40T | 2.50T | 3.06T |
12:00pm | JPY | Economy Watchers Sentiment |
| 44.6 | 44 |
3:30pm | EUR | Sentix Investor Confidence |
| -0.7 | -3.1 |
Tentative | USD | Cleveland Fed Inflation Expectations |
|
| 3.70% |