Home
>
News
>
Publication
>
AS Tuntut Kompensasi dari Teheran, Laju Minyak Turut Menguat
AS Tuntut Kompensasi dari Teheran, Laju Minyak Turut Menguat
Tuesday, 11 August 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1542

0.04%

GBPUSD

1.3506

0.04%

AUDUSD

0.7058

0.03%

NZDUSD

0.5881

0.10%

USDJPY

159.24

-0.08%

USDCHF

0.8101

-0.06%

USDCAD

1.3939

-0.06%

GOLDUD

4,389.77

0.84%

COFU

82.35

0.06%

USD/IDR

17,790

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Trump akan menuntut kompensasi dari Iran atas korban jiwa dan luka-luka dalam perang AS melawan Teheran.
  • NOC Libya isyaratkan kemungkinan untuk menyatakan force majeure dan penghentian kegiatan di fasilitas minyak Zawiya.

************************************************************

Selasa, 11 Agustus 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat didukung oleh sinyal kebuntuan dalam negosiasi untuk mengakhiri perang AS - Iran. Selain itu, potensi gangguan pasokan di Libya, dan ancaman keamanan yang masih terus berlanjut di Laut Merah turut menjadi katalis positif bagi harga.

Presiden AS Donald Trump pada hari Senin menyatakan akan menuntut kompensasi dari Iran atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam perang melawan Teheran, sebagai tanggapan atas tuntutan sebelumnya dari Iran terhadap AS untuk membayar ganti rugi atas kerusakan akibat konflik lima bulan itu sebagai syarat pembukaan kembali Selat Hormuz. Pernyataan Trump tersebut menjadi sinyal terbaru bahwa negosiasi untuk mengakhiri perang Iran dan membuka kembali Selat Hormuz kembali menemui jalan buntu.

Turut mendukung harga, National Oil Corporation (NOC) pada Selasa dini hari melaporkan insiden terbaru serangan drone yang mengenai fasilitas minyak di kota Zawiya, Libya bagian barat, yang sekaligus menandai serangan ketiga sejak hari Minggu. Jika serangan terus berlanjut, NOC memperingatkan kemungkinan untuk menyatakan status force majeure dan menghentikan total operasi di kilang Zawiya, yang berisi sekitar 4,5 juta liter bensin.

Dukungan lainnya datang dari militer Yaman yang melaporkan tujuh orang—termasuk personel militer dan warga sipil—tewas dan 30 lainnya terluka dalam serangan terbaru Houthi yang menyasar kota pelabuhan Mocha di Laut Merah, infrastruktur sipil, serta angkatan bersenjata, ungkap Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree pada hari Senin. Berita tersebut mengisyaratkan gangguan keamanan yang masih berlanjut di jalur Laut Merah.

Sementara itu, produksi minyak OPEC kembali meningkat pada bulan Juli, melonjak naik sebesar 1,17 juta bph menjadi 19,85 juta bph, ungkap survei terbaru Reuters. Irak tercatat mengalami peningkatan terbesar, diikuti oleh Kuwait, menurut survei tersebut, yang mengindikasikan anggota-anggota produsen di kawasan Teluk telah memulihkan pasokan yang sempat terhenti akibat konflik Iran dan penutupan efektif Selat Hormuz.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

17:00

USA - NFIB Business Optimism Index

 

97.8

97.4

21:00

USA - Existing Home Sales

 

4.04M

4.09M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788