Home
>
News
>
Publication
>
AUDUSD Menguat, Pasar Menanti Arah Kebijakan RBA
AUDUSD Menguat, Pasar Menanti Arah Kebijakan RBA
Tuesday, 11 August 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1542

0.04%

GBPUSD

1.3506

0.04%

AUDUSD

0.7058

0.03%

NZDUSD

0.5881

0.10%

USDJPY

159.24

-0.08%

USDCHF

0.8101

-0.06%

USDCAD

1.3939

-0.06%

GOLDUD

4389.77

0.84%

USD/IDR

17,790

0.00%

Fokus:

  1. RBA mempertahankan suku bunga di 4,35% dan tetap membuka peluang pengetatan jika tekanan inflasi meningkat.
  2. AUDUSD berpotensi melanjutkan penguatan jika sinyal RBA tetap hawkish.


AUDUSD
Selasa, 11 Agustus 2026
- Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke sekitar 0,7060 pada perdagangan pagi hari ini. Penguatan dolar Australia terjadi ketika pasar mencermati hasil keputusan kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA). RBA hari ini mempertahankan suku bunga acuan di 4,35%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun, bank sentral tetap menyoroti risiko inflasi dan membuka kemungkinan penyesuaian kebijakan apabila tekanan harga kembali meningkat.

Keputusan mempertahankan suku bunga tersebut tidak terlalu mengejutkan pasar karena sebelumnya telah diperkirakan. Oleh karena itu, perhatian investor beralih pada pernyataan RBA mengenai arah kebijakan berikutnya. Sikap yang tetap berhati-hati terhadap inflasi dapat menjaga ekspektasi bahwa suku bunga Australia masih berpotensi berada pada level tinggi lebih lama, sehingga memberikan dukungan terhadap dolar Australia.

Sebelumnya, ekspektasi kenaikan suku bunga RBA sempat berkurang setelah data inflasi Australia menunjukkan tekanan harga yang lebih rendah dari perkiraan. Kondisi tersebut membuat pasar menilai RBA memiliki ruang untuk menahan suku bunga sambil mengevaluasi perkembangan ekonomi. Namun, risiko inflasi kembali menjadi perhatian karena kenaikan harga energi dan perkembangan geopolitik dapat memberikan tekanan terhadap harga dalam beberapa bulan mendatang. Dengan demikian, prospek AUDUSD masih akan sangat dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter RBA.

Dari sisi teknikal, AUDUSD yang berada di sekitar 0,7060 masih menunjukkan momentum positif. Jika mampu bertahan di atas area psikologis 0,7000, pasangan ini berpeluang menguji resistance 0,7100. Sebaliknya, apabila tekanan jual meningkat, support 0,7000 menjadi level penting yang perlu diperhatikan. Pergerakan selanjutnya akan bergantung pada respons pasar terhadap sikap RBA serta perkembangan sentimen terhadap dolar AS. Support AUDUSD berada di area 0,7000, sementara resistance di area 0,7100

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke sekitar 1,1547 pada perdagangan pagi hari ini, meski pergerakannya masih terbatas di area 1,1545–1,1550. Pelaku pasar cenderung menahan posisi agresif sambil menunggu perkembangan konflik Timur Tengah serta data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini. Pelemahan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan turut memberikan ruang bagi euro untuk menguat terhadap dolar AS.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak akibat ketidakpastian negosiasi AS-Iran dan belum adanya kepastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz kembali meningkatkan risiko inflasi. Kondisi tersebut dapat membuat The Fed mempertahankan sikap hawkish apabila tekanan harga AS kembali meningkat. Karena itu, perhatian pasar selanjutnya tertuju pada rilis CPI AS, yang akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed dan berpotensi memengaruhi pergerakan EURUSD. Support EURUSD berada di area 1,1500, sementara resistance di area 1,1600.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke sekitar 1,3512, melanjutkan kenaikan dalam dua sesi perdagangan terakhir. Pound tetap relatif kuat terhadap dolar AS meskipun ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) dalam waktu dekat semakin berkurang. Sementara itu, pergerakan dolar AS cenderung terbatas dengan indeks DXY berada di sekitar 99,80, karena investor menunggu rilis data inflasi AS yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed.

Dari sisi domestik Inggris, perhatian pasar tertuju pada data awal PDB kuartal II dan PDB Juni yang akan dirilis Kamis. Pertumbuhan ekonomi Inggris pada kuartal II diperkirakan melambat menjadi 0,4% dari 0,6% sebelumnya, sementara secara bulanan ekonomi diproyeksikan mengalami kontraksi 0,1%. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan BoE, sedangkan dari sisi AS, data CPI Juli menjadi perhatian utama karena berpotensi memengaruhi kekuatan dolar AS dan arah GBPUSD. Support GBPUSD berada di area 1,3450, sementara resistance di area 1,3550.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke sekitar 0,5887 pada perdagangan sesi Asia, meski pergerakannya masih terbatas di bawah level 0,5900. Pasangan ini tetap bergerak dalam kisaran yang relatif sama selama sekitar satu pekan terakhir karena pelaku pasar masih menunggu katalis baru untuk menentukan arah berikutnya. Perhatian terutama tertuju pada perkembangan konflik Timur Tengah serta rilis CPI dan PPI AS yang dijadwalkan masing-masing pada Rabu dan Kamis, yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed dan memengaruhi pergerakan dolar AS.

Dari sisi fundamental, data NFP AS yang lebih lemah dari perkiraan telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Namun, risiko inflasi akibat volatilitas harga minyak di tengah konflik Iran serta belum adanya kepastian mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tetap menopang dolar AS sebagai aset safe haven. Di sisi lain, prospek kebijakan RBNZ yang lebih hawkish dapat memberikan dukungan bagi dolar Selandia Baru, terutama karena ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga RBNZ masih meningkat. Kombinasi faktor tersebut membuat NZDUSD berpotensi bergerak terbatas sambil menunggu katalis berikutnya. Support NZDUSD berada di area 0,5850, sementara resistance 0,5900.

USDJPY - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 159,11 setelah sebelumnya mencatat kenaikan hampir 1%. Pergerakan pasangan ini cenderung terbatas karena aktivitas pasar menurun saat Jepang memperingati Hari Gunung. Di sisi lain, yen kembali menghadapi tekanan setelah memangkas sebagian besar penguatan yang diperoleh dari intervensi sebelumnya, sementara posisi short terhadap yen masih berada pada level tinggi. Kondisi tersebut membuat risiko intervensi kembali oleh otoritas Jepang tetap menjadi perhatian pasar, khususnya ketika likuiditas perdagangan menipis.

Dari sisi kebijakan, prospek kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) turut memberikan dukungan terhadap yen. Pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada September setelah muncul kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang berasal dari pelemahan yen, tingginya harga minyak, serta peningkatan permintaan terkait kecerdasan buatan. Sementara itu, dolar AS masih menghadapi tekanan setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan, meskipun kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS dapat kembali menopang USD. Investor selanjutnya menunggu data inflasi AS untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed. Support USDJPY berada di area 158,50, sementara resistance di area 160,00.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 0,8096, meski Indeks Dolar AS (DXY) masih bertahan di sekitar 99,75. DXY bergerak dalam kisaran terbatas setelah gagal melanjutkan penguatan pada sesi sebelumnya, seiring investor menunggu perkembangan konflik Timur Tengah dan data inflasi AS. Kondisi tersebut membatasi penguatan dolar AS dan turut memberikan tekanan terhadap USDCHF.

Di sisi lain, ketegangan AS-Iran dan belum adanya kepastian pembukaan kembali Selat Hormuz menjaga risiko geopolitik serta mendorong harga minyak, yang dapat meningkatkan tekanan inflasi dan mempertahankan ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish. Faktor tersebut masih berpotensi menopang dolar AS. Namun, pelaku pasar cenderung menunggu CPI AS pada Rabu dan PPI pada Kamis untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed. Selain itu, franc Swiss sebagai mata uang safe haven dapat tetap memperoleh permintaan di tengah ketidakpastian geopolitik, sehingga membatasi kenaikan USDCHF. Support USDCHF berada di area 0,8050, sementara resistance di area 0,8120.

USDCAD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke sekitar 1,3930, melanjutkan konsolidasi setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam dua bulan. Pergerakan pasangan ini masih terbatas karena pelaku pasar cenderung menahan posisi agresif di tengah sentimen fundamental yang beragam dan menunggu data inflasi AS. Kebuntuan AS-Iran yang mengurangi harapan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat, ditambah terbatasnya aktivitas pelayaran di Selat Bab el-Mandeb, menjaga kekhawatiran terhadap pasokan minyak dan menopang harga minyak mentah. Kondisi tersebut memberikan dukungan bagi dolar Kanada yang sensitif terhadap harga komoditas.

Di sisi lain, data ketenagakerjaan Kanada yang lebih kuat turut memperkuat Loonie dan menekan USDCAD. Namun, dolar AS masih memperoleh dukungan dari kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak dapat meningkatkan tekanan inflasi dan mendorong The Fed mempertahankan sikap lebih hawkish. Pasar masih memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga AS setidaknya sekali hingga akhir tahun. Selanjutnya, perhatian tertuju pada rilis CPI dan PPI AS pada Rabu dan Kamis, yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed sekaligus menentukan pergerakan USDCAD berikutnya. Support berada di area 1,3880, sementara resistance di area 1,4000.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

2:00am

USD

Fed Hammack Speech

 

 

 

8:30am

AUD

NAB Business Confidence Jul

1.00%

1.80%

1.70%

11:30am

AUD

RBA Interest Rate Decision

 

4.35%

4.35%

12:30pm

AUD

RBA Press Conference

 

 

 

7:15pm

USD

ADP Employment Change Weekly

 

 

15.0K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788