Home
>
News
>
Publication
>
Sejumlah Sentimen Negatif Bebani Laju Minyak Ke Bawah Level $73 per Barel
Sejumlah Sentimen Negatif Bebani Laju Minyak Ke Bawah Level $73 per Barel
Thursday, 30 January 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.04150

0.12%

GBPUSD

1.24360

0.17%

AUDUSD

0.62290

0.16%

NZDUSD

0.56480

0.21%

USDJPY

155.180

-0.39%

USDCHF

0.90750

-0.12%

USDCAD

1.44150

-0.15%

GOLDUD

2,757.540

0.17%

COFU

73.00

-0.23%

USD/IDR

16,169

0.15%

Fokus Crude Oil:

  • Kanada dan Meksiko dapat menghindari tarif baru AS, jika segera menutup akses fentanil dan memperketat pembatasan teknologi China.
  • Bank sentral AS pertahankan suku bunga acuan dan isyaratkan tidak akan terburu-buru untuk memangkasnya lagi.

***********************************************************

Kamis, 30 Januari 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak lesu di bawah level $73 per barel, terbebani oleh sejumlah sentimen negatif antara lain pasca rilisnya laporan EIA, desakan terhadap Kanada dan Meksiko untuk turut serta bersama AS menekan China, dan isyarat bank sentral AS untuk tidak memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA menunjukkan stok minyak mentah naik sebesar 3,46 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 24 Januari, lebih besar dari prediksi yang memperkirakan stok akan naik sebesar 3,2 juta barel. Untuk stok bensin dilaporkan naik sebesar 2,96 juta barel, jauh melebihi estimasi yang memperkirakan stok naik sebesar 1,5 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS.

Turut membatasi pergerakan harga, calon kepala Departemen Perdagangan AS, Howard Lutnick, pada hari Rabu mengatakan bahwa Kanada dan Meksiko dapat terhindar dari tarif baru AS jika mereka bertindak cepat untuk menutup akses masuk fentanil dari China, dan berjanji untuk turut serta menghambat kemajuan China dalam kecerdasan buatan. Sebelumnya pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump menegaskan akan tetap menjalankan rencana pengenaan tarif sebesar 25% terhadap impor dari dua pemasok minyak mentah terbesar ke AS mulai 1 Februari.

Sentimen negatif lainnya datang dari bank sentral AS yang pada hari Rabu memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 4,25% - 4,50% dan mengisyaratkan tidak akan terburu-buru untuk memangkasnya lagi sampai data menunjukkan penurunan pada inflasi yang baru atau meningkatnya risiko di pasar kerja. Suku bunga acuan mempengaruhi biaya pinjaman pelaku usaha, sehingga turut berdampak pada aktivitas ekonomi dan permintaan minyak.

Sementara itu, kelompok aliansi produsen OPEC dan sekutunya berencana mengevaluasi potensi perubahan kebijakan energi AS dalam pertemuan Komite Pemantauan Bersama Menteri pada 3 Februari, dan mengambil sikap bersama mengenai masalah tersebut, ungkap Menteri Energi Kazakhstan Almassadam Satkaliyev pada hari Rabu. Trump pada pekan lalu memaparkan rencana memaksimalkan produksi energi AS dan secara terbuka mendesak aliansi OPEC untuk menurunkan harga minyak guna mengakhiri konflik Ukraina.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - GDP Price Index QoQ

 

2.5%

1.9%

20:30

USA - GDP Growth Rate QoQ

 

2.6%

3.1%

20:30

USA - Initial Jobless Claims

 

220K

223K

20:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1890K

1899K

22:00

USA - Pending Home Sales MoM

 

0%

2.2%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788