Home
>
News
>
Publication
>
Saudi Pangkas OSP Bulan Juli, Minyak Ikut Meredup
Saudi Pangkas OSP Bulan Juli, Minyak Ikut Meredup
Thursday, 05 June 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1416

0.16%

GBPUSD

1.3551

0.10%

AUDUSD

0.6491

0.28%

NZDUSD

0.6025

0.28%

USDJPY

142.76

-0.17%

USDCHF

0.8181

-0.12%

USDCAD

1.3677

-0.07%

GOLDUD

3,374.60

0.29%

COFU

62.76

-0.14%

USD/IDR

16,300

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Saudi pangkas turun harga jual minyak untuk pengiriman bulan Juli ke Asia ke level terendah dalam dua bulan.
  • Presiden Xi merupakan sosok yang tangguh dan sangat sulit diajak berunding, kata Trump setelah panggilan telepon hari Rabu.

***********************************************************

Kamis, 05 Juni 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen pasca rilisnya OSP Saudi untuk bulan Juli, serta hasil pembicaraan telepon Presiden Trump dan Presiden Xi yang tidak memuaskan. Meski demikian, laporan stok EIA dan memanasnya kembali konflik Ukraina membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Perusahaan negara Arab Saudi, Aramco, pada hari Rabu memangkas harga jual resmi (OSP) minyak mentah Arab light ke Asia untuk pengiriman bulan Juli sebesar $1,20 per barel, melebihi ekspektasi dari pelaku yang sebelumnya memperkirakan pemangkasan sebesar 40 hingga 50 sen. OSP Saudi biasanya menjadi tren bagi eksportir Timur Tengah lainnya termasuk Iran, Kuwait, dan Irak.

Turut membebani harga, pembicaraan antara AS dan China belum menemui terobosan baru terkait kesepakatan tarif dagang, termasuk mineral kritis, yang dibahas bulan lalu di Geneva. Trump menyebut Presiden Xi Jinping sebagai sosok yang tangguh dan sangat sulit diajak berunding, pasca panggilan telepon pada hari Rabu antara kedua pemimpin tersebut.

Sementara itu, stok minyak mentah AS dalam sepekan mengalami penurunan sebesar 4,3 juta barel, ungkap EIA dalam laporan yang dirilis Rabu malam. Penurunan tersebut jauh lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 0,9 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan minyak yang bullish di pasar energi AS.

Dukungan lainnya datang dari sinyal memanasnya kembali situasi konflik Ukraina yang meredupkan harapan kesepakatan damai yang diupayakan oleh Trump dalam hampir empat bulan terakhir. Rusia melancarkan serangan drone pada Kamis dini hari yang menargetkan kota terbesar kedua Ukraina, Kharkiv, kata Wali Kota Kharkiv Ihor Terekhov. Serangan tersebut menyusul pernyataan dari Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Trump yang pada hari Rabu menegaskan bahwa Rusia akan menanggapi serangan dari Ukraina terhadap pesawat pembom strategis di pangkalan udara Rusia pada hari Minggu lalu.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $65 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $60 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Trade Balance

 

$-94B

$-140.5B

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

235K

240K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1910K

1919K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788