Home
>
News
>
Publication
>
Rusia Sepakati Gencatan Sementara, Minyak Bergerak Bearish
Rusia Sepakati Gencatan Sementara, Minyak Bergerak Bearish
Wednesday, 19 March 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.09310

0.13%

GBPUSD

1.29910

0.09%

AUDUSD

0.63640

-0.13%

NZDUSD

0.58190

-0.14%

USDJPY

149.180

0.31%

USDCHF

0.87750

-0.19%

USDCAD

1.43030

0.01%

GOLDUD

3,027.570

0.25%

COFU

66.59

-0.05%

USD/IDR

16,419

0.05%

Fokus Crude Oil:

  • Putin setuju hentikan serangan terhadap fasilitas energi Ukraina sementara, dan negosiasi lebih lanjut akan dimulai segera.
  • AS lancarkan 10 serangan yang menargetkan beberapa lokasi di Yaman, termasuk ibu kota Sanaa dan Hodeidah.

***********************************************************

Rabu, 19 Maret 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish mendekati level $67 per barel dipicu oleh harapan akan tercapainya kesepakatan damai permanen yang mengakhiri perang Ukraina. Selain itu, isyarat perang dagang yang menguat dan laporan stok API turut membatasi pergerakan harga.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa menyetujui usulan Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Ukraina sementara waktu, tetapi menolak untuk menyepakati gencatan senjata penuh selama 30 hari. Di hari yang sama, Gedung Putih mengatakan perundingan gencatan senjata Ukraina yang lebih lengkap dan kesepakatan damai permanen akan segera dimulai, menyusul panggilan telepon yang panjang antara Trump dan Putin pada hari Selasa.

Turut membebani harga, AS mengisyaratkan masih akan tetap memberlakukan tarif timbal balik mulai 2 April mendatang, kata seorang pejabat Gedung Putih pada hari Selasa. Komentar tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatkan tensi perdagangan yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi global.

Dari sisi pasokan, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah melonjak naik sebesar 4,59 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 14 Maret. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA.

Sementara itu, militer AS melancarkan setidaknya 10 serangan yang menargetkan beberapa wilayah di Yaman, termasuk Sanaa, ibu kota, dan Hodeidah, ujar media Houthi Yaman pada Rabu pagi. Serangan tersebut menyusul peringatan dari Trump pada minggu lalu yang mengatakan akan melanjutkan serangan terhadap Houthi Yaman dan meminta pertanggungjawaban Iran atas serangan apa pun yang mengganggu jalur pengiriman Laut Merah.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $69 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $64 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

1.17M

1.448M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-2.0M

-5.737M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788