| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0792 | -0.14% |
GBPUSD | 1.2926 | 0.17% |
AUDUSD | 0.6277 | 0.49% |
NZDUSD | 0.5713 | 0.37% |
USDJPY | 150.27 | -0.29% |
USDCHF | 0.8833 | -0.20% |
USDCAD | 1.4297 | -0.18% |
GOLDUD | 3016.4 | 0.22% |
USD/IDR | 16556 | 0.61% |
Focus AUDUSD:
Rabu, 26 Maret 2025 - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6301. Dolar Australia (AUD) menguat terhadap Dolar AS (USD) setelah pasar merespons data inflasi dan kebijakan fiskal Australia. Indeks Harga Konsumen (CPI) Australia naik 2,4% YoY di Februari, sedikit lebih rendah dari ekspektasi 2,5%, namun tetap menunjukkan inflasi yang moderat. Selain itu, Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers mengumumkan anggaran 2025/26 dengan pemangkasan pajak sebesar A$17,1 miliar dalam dua tahap serta proyeksi pertumbuhan ekonomi 2,25% di 2026. Investor juga optimis bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat setelah pemangkasan pertama dalam empat tahun pada Februari lalu.
Di sisi lain, penguatan AUD juga didukung oleh ekspektasi stimulus ekonomi dari China, mitra dagang utama Australia. Pemerintah China mengumumkan kebijakan untuk meningkatkan konsumsi melalui kenaikan upah dan pelonggaran beban keuangan, yang berpotensi mendorong permintaan terhadap ekspor Australia, terutama di sektor komoditas. Selain itu, data PMI manufaktur dan jasa Australia yang lebih kuat dari perkiraan semakin mendukung kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik.
Sementara itu, Dolar AS kehilangan sebagian keuntungannya di tengah ketidakpastian terkait kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Meskipun Trump mengisyaratkan bahwa beberapa negara akan mendapat pengecualian dari tarif yang akan diumumkan pada 2 April, rincian kebijakan masih belum jelas. Pasar juga menunggu rilis data inflasi AS (PCE) yang akan menjadi faktor penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Beberapa pejabat The Fed, termasuk Raphael Bostic, menyatakan bahwa inflasi masih sulit dikendalikan, yang dapat memperlambat potensi pemangkasan suku bunga tahun ini.
Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekatnya di zona 0.6260 dan resistance terdekatnya di zona 0.6330. Support lanjutan di zona 0.6225 dan dilanjutkan ke zona 0.6188. Resistance lanjutan di zona 0.6362 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6397.
EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0794. Pasangan mata uang EURUSD terus mengalami tekanan akibat minimnya data ekonomi dari Zona Euro, membuat pergerakan pasangan mata uang ini sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan data ekonomi AS. Data terbaru menunjukkan ekspektasi inflasi konsumen AS meningkat menjadi 6,2% pada Maret dari 5,8% di Februari, sementara survei kepercayaan konsumen turun ke level terendah dalam 12 tahun di 65,2. Selain itu, Moody’s memperingatkan adanya penurunan kekuatan fiskal AS karena meningkatnya tantangan dalam pembayaran utang, yang semakin menambah tekanan terhadap sentimen pasar. Meski demikian, EURUSD menemukan dukungan di sekitar 1.0780 dan sempat naik mendekati 1.0825 di sesi perdagangan Amerika. Pelemahan Dolar AS terjadi setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa tidak semua tarif impor akan berlaku mulai 2 April, memberikan sentimen positif bagi aset berisiko. Namun, data ekonomi AS tetap kuat, dengan PMI sektor jasa naik signifikan menjadi 54,3 pada Maret dari 51,0 di Februari. Pasar juga mengantisipasi keputusan suku bunga The Fed, dimana sebagian pejabat masih memperkirakan hanya satu kali pemangkasan tahun ini. Di Eropa, data IFO Jerman menunjukkan perbaikan, meskipun sedikit meleset dari ekspektasi, sementara ECB tetap berhati-hati terkait kemungkinan pemotongan suku bunga lebih lanjut. Support terdekatnya di zona 1.0772 dan resistance terdekatnya di zona 1.0830.
GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2942. Kinerja mata uang Pound Sterling (GBP) menguat terhadap Dolar AS (USD) pada Selasa, didorong oleh sentimen pasar yang positif setelah kabar bahwa tarif balasan AS hanya akan diterapkan pada beberapa mitra dagang. GBPUSD naik 0,22% ke level 1,2950 di tengah minimnya data ekonomi dari kedua belah pihak, sementara pelaku pasar menantikan rilis inflasi Inggris dan anggaran musim semi dari pemerintah Inggris. Inflasi Inggris diperkirakan turun dari 3% ke 2,9% YoY pada Februari, sementara Kanselir Rachel Reeves diharapkan mengumumkan langkah-langkah penghematan fiskal untuk memenuhi target keuangan. Di sisi lain, komentar dari pejabat The Fed menunjukkan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi di sektor barang, yang dapat mengurangi peluang pemangkasan suku bunga tahun ini. Meski GBPUSD sempat naik, penguatan Sterling masih terbatas oleh data ekonomi yang beragam. PMI manufaktur Inggris turun ke 44,6, lebih buruk dari perkiraan, sementara PMI jasa naik ke 53,2, lebih baik dari ekspektasi. Di AS, PMI manufaktur turun ke bawah 50, menandakan kontraksi, tetapi sektor jasa tetap kuat di 54,3. Selain itu, ekspektasi inflasi konsumen AS meningkat ke 6,2% di Maret, sementara survei kepercayaan konsumen turun ke level terendah 12 tahun. Moody’s juga memperingatkan penurunan kekuatan fiskal AS akibat meningkatnya tantangan pembayaran utang. Pasar kini menantikan data inflasi Inggris dan pesanan barang tahan lama AS, yang dapat menentukan arah pergerakan GBPUSD selanjutnya. Support terdekatnya di area 1.2911 dan resistance terdekatnya di zona 1.2973.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5736. Kinerja mata uang Dollar Kiwi menguat setelah sebelumnya melemah akibat ketidakpastian terkait tarif balasan AS yang akan diumumkan pada 2 April. Presiden Donald Trump mengisyaratkan fleksibilitas dalam penerapan tarif, dengan kemungkinan beberapa negara mendapat pengecualian atau pengurangan, yang sempat membebani pergerakan Kiwi. Sementara itu, meskipun data GDP Selandia Baru minggu lalu lebih baik dari perkiraan, para ekonom masih memperkirakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan memangkas suku bunga sebesar 25bp pada pertemuan April dan Mei. Di sisi lain, langkah stimulus terbaru dari China, mitra dagang utama Selandia Baru, berpotensi mendukung NZD dengan meningkatkan konsumsi dan kepercayaan ekonomi domestik China. Support terdekatnya di area 0.5713 dan resistance terdekatnya di zona 0.5749.
USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 150.16. Penurunan kinerja mata uang ini tertahan oleh kinerja sisi mata uang Yen Jepang menguat setelah Bank of Japan (BoJ) mengisyaratkan kebijakan moneter yang lebih ketat. Pada pertemuan Januari, BoJ menaikkan suku bunga sebesar 0,25% ke 0,5%, level tertinggi sejak krisis keuangan 2008, dengan revisi naik pada proyeksi inflasi. BoJ yakin kenaikan upah akan menjaga inflasi mendekati target 2%, namun tetap berhati-hati terhadap ketidakpastian global, termasuk dampak kebijakan perdagangan AS. Inflasi inti BoJ tetap di 2,2% pada Februari, mempertahankan level tertinggi sejak Maret 2024. Sementara itu, data Indeks Ekonomi Terkemuka (LEI) Jepang yang akan dirilis 26 Maret dapat mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga selanjutnya. Support terdekatnya di area 149.34 dan resistance terdekatnya di zona 150.69.
USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4276. Melemahnya kinerja mata uang Loonie akibat penurunan Dolar AS setelah gagal mempertahankan kenaikan sebelumnya. Pelemahan USD terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa tidak semua tarif impor akan berlaku pada 2 April, memberikan ketidakpastian terhadap dampak perang dagang. Di sisi lain, harga minyak mentah WTI yang naik ke $69,15 berpotensi mendukung CAD, mengingat Kanada adalah eksportir utama minyak ke AS. Kenaikan harga minyak didorong oleh penurunan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan serta kekhawatiran atas kebijakan tarif AS terhadap negara yang membeli minyak dari Venezuela. Namun, ketidakpastian politik di Kanada menjelang pemilu serta spekulasi tarif baru AS terhadap impor otomotif dapat membatasi penguatan CAD dalam waktu dekat. Dengan kombinasi faktor-faktor ini, USD/CAD masih berpotensi berfluktuasi dalam kisaran yang luas dalam beberapa sesi perdagangan mendatang. Support terdekatnya di zona 1.4250 dan resistance terdekatnya di zona 1.4312.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8828. Mata uang ini melemah karena Dolar AS melemah meskipun Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa beberapa negara akan dibebaskan dari tarif yang akan diumumkan pada 2 April. Trump berencana mengenakan tarif pada otomotif, kayu, dan chip, namun perang dagang yang lebih terbatas diperkirakan memiliki dampak lebih kecil terhadap pertumbuhan ekonomi AS. Sementara itu, Franc Swiss (CHF) tetap tertekan akibat ketidakpastian ekonomi Swiss, yang semakin diperburuk oleh keputusan Swiss National Bank (SNB) untuk memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 0,25% pekan lalu. Support terdekatnya di area 0.8800 dan resistance terdekatnya di zona 0.8799.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
6:50am | JPY | SPPI y/y | 3.0% | 3.1% | 3.2% |
7:30am | AUD | CPI y/y | 2.4% | 2.5% | 2.5% |
2:00pm | GBP | CPI y/y | - | 3.0% | 3.0% |
2:00pm | GBP | Core CPI y/y | - | 3.6% | 3.7% |
2:00pm | GBP | RPI y/y | - | 3.5% | 3.6% |
4:00pm | CHF | UBS Economic Expectations | - | - | 3.4 |
4:30pm | GBP | HPI y/y | - | 4.4% | 4.6% |
Tentative | GBP | Annual Budget Release | - | - | - |
7:30pm | USD | Core Durable Goods Orders m/m | - | 0.2% | 0.0% |
7:30pm | USD | Durable Goods Orders m/m | - | -1.1% | 3.2% |
8:00pm | CNY | CB Leading Index m/m | - | - | -0.2% |
9:00pm | CHF | SNB Quarterly Bulletin | - | - | - |
9:00pm | USD | FOMC Member Kashkari Speaks | - | - | - |