Home
>
News
>
Publication
>
Rilis Data Ketenagakerjaan Canada, Bawa USDCAD Mengalami Pelemahan
Rilis Data Ketenagakerjaan Canada, Bawa USDCAD Mengalami Pelemahan
Monday, 10 November 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1584

-0.37%

GBPUSD

1.3154

-0.14%

AUDUSD

0.6495

0.42%

NZDUSD

0.5620

0.21%

USDJPY

153.76

0.12%

USDCHF

0.8043

0.36%

USDCAD

1.4044

-0.13%

GOLDUD

4005.67

1.19%

USD/IDR

16,699

0.00%

Fokus USDCAD:

  1. Penguatan dolar Kanada setelah data tenaga kerja Kanada jauh lebih kuat dari ekspektasi.
  2. Pelemahan dolar AS di tengah penurunan sentimen dan data konsumen AS yang melunak.

Senin, 10 November 2025 – Dolar Kanada dibuka di 1.4044, melemah -0.13%. Data ketenagakerjaan Kanada yang dirilis pada Oktober memberikan dorongan kuat bagi dolar Kanada, sekaligus membalikkan tekanan pelemahan yang terjadi hampir sepanjang pekan sebelumnya. Penciptaan 66.6 ribu pekerjaan baru, jauh melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan kontraksi, menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi Kanada masih berdenyut stabil meskipun suku bunga berada pada level restriktif. Penurunan tingkat pengangguran ke 6.9 persen menunjukkan pasar tenaga kerja tetap resilien, sementara kenaikan pertumbuhan upah tahunan ke 4 persen memperlihatkan bahwa tekanan inflasi berbasis upah belum benar-benar mereda. Kondisi ini membuat pasar memperkirakan bahwa Bank of Canada, setelah memangkas suku bunga pada akhir Oktober, kini lebih berhati-hati untuk melakukan pelonggaran tambahan karena risiko inflasi yang masih bertahan.

Penguatan dolar Kanada semakin mencolok karena terjadi bersamaan dengan melemahnya dolar AS, menjadikan USDCAD berada di jalur koreksi lebih dalam. Investor memandang bahwa Bank of Canada berada pada posisi kebijakan yang mendekati netral, ditopang ketahanan sektor jasa dan terus pulihnya aktivitas sektor swasta. Sementara itu, pandangan bahwa ekonomi Kanada tetap berfungsi di tengah perlambatan global memberikan sentimen positif tambahan bagi mata uang tersebut. Reaksi pasar memperlihatkan bahwa pelaku keuangan menilai laporan tenaga kerja ini sebagai turning point jangka pendek bagi CAD, sehingga tekanan jual pada USDCAD meningkat setelah enam hari penguatan berturut-turut. Momentum ini diperkuat oleh ekspektasi bahwa bank sentral Kanada mungkin menunggu bukti pelemahan inflasi yang lebih konsisten sebelum kembali menyesuaikan kebijakan.

Dari dinamika global, dolar AS mengalami penurunan yang lebih dalam setelah data awal University of Michigan menunjukkan kemerosotan sentimen konsumen ke level 50.3, yang menandakan semakin kuatnya kekhawatiran rumah tangga terhadap tekanan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi. Ekspektasi inflasi jangka pendek dan menengah menunjukkan pergerakan yang bercampur, sehingga pasar menilai arah kebijakan The Fed masih penuh ketidakpastian menjelang pertemuan Desember. Sentimen terhadap dolar AS juga tertekan oleh penurunan imbal hasil obligasi dan turunnya indeks dolar, yang sempat menyentuh level tertinggi lima bulan sebelum berbalik melemah selama tiga hari berturut-turut. Kombinasi data AS yang melemah dan laporan Kanada yang solid memperluas jurang diferensiasi fundamental antara kedua negara, sehingga mendorong USDCAD bergerak turun lebih tajam dalam sesi perdagangan terakhir.

Harga pada pasangan mata uang USD CAD melemah. Support terdekat berada di 1.4015, dan resistance di 1.4075. Support lanjutan berada di zona 1.3970 dan dilanjutkan ke zona 1.3940. Resistance lanjutan berada di zona 1.4095 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.4120.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1584 dan melemah -0.37%. Penurunan kinerja mata uang Euro saat ini didominasi oleh ketidakpastian di sisi Amerika Serikat. Dolar sempat memperoleh dukungan karena kompromi pendanaan sementara pemerintah AS mulai terlihat, sehingga mengurangi risiko politik jangka pendek. Namun data sentimen konsumen AS yang melemah dan meningkatnya kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi domestik membatasi ruang penguatan USD. Di sisi lain, euro masih terbantu oleh sikap ECB yang mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, meski pasar mulai mengantisipasi bahwa ruang pengetatan tambahan sudah sangat sempit. Ke depan, fundamental EURUSD akan bergantung pada perbedaan arah kebijakan moneter antara The Fed dan ECB. The Fed berada di fase menunggu data untuk memastikan apakah pemangkasan suku bunga diperlukan, sementara ECB menegaskan risiko inflasi yang masih ada. Selama ekonomi AS terus menunjukkan pelemahan bertahap dan tekanan inflasi Eropa tetap tinggi, pasangan ini kemungkinan bergerak dalam rentang terbatas. Euro belum memiliki katalis kuat, tetapi dolar juga kehilangan daya dorong setelah data-data AS mulai melunak. Support terdekat berada di 1.1555, sementara resistance di 1.1610.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3154, turun -0.14%. Pondsterling berada dalam tekanan fundamental akibat sinyal dovish Bank of England. Risalah rapat BoE menunjukkan adanya pergeseran signifikan menuju pelonggaran, dengan sebagian besar anggota mulai melihat inflasi sebagai risiko yang lebih seimbang. Hal ini membuat pasar semakin yakin bahwa pemangkasan suku bunga bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan, sehingga menekan nilai GBP. Selain itu, lemahnya prospek pertumbuhan Inggris dan beban fiskal yang meningkat semakin memperkeruh posisi sterling di pasar global. Di sisi AS, meskipun dolar melemah karena penurunan sentimen konsumen dan lonjakan PHK, tekanan pada sterling tetap lebih besar. Pasar melihat divergensi kebijakan yang melebar, di mana The Fed masih menahan diri untuk menurunkan suku bunga, sementara BoE tampak lebih siap untuk melunak. Faktor inilah yang menjaga tekanan fundamental pada GBPUSD meski secara periodik dolar mengalami koreksi. Selama ekspektasi pelonggaran BoE tetap meningkat, sterling cenderung kesulitan menguat secara berkelanjutan. Support terdekat berada di 1.3125, dan resistance di 1.3185.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6495 dan menguat 0.42%. Pasangan mata uang AUDUSD mendapatkan dukungan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menghadapi tekanan untuk melonggarkan kebijakan lebih cepat menyusul data ekonomi AS yang melemah, terutama penurunan tajam sentimen konsumen dan meningkatnya PHK. Sentimen ini memicu arus keluar dari dolar dan memberi ruang bagi penguatan Aussie. Selain itu, inflasi Australia yang masih bertahan tinggi membuat Reserve Bank of Australia berpotensi mempertahankan bias hawkish lebih lama dibanding bank sentral lain, sehingga menopang AUD dalam jangka pendek. Dari sisi eksternal, perkembangan China memberi dampak campuran terhadap AUD. Meski data perdagangan China melambat, sentimen membaik setelah adanya sinyal pelonggaran tarif antara AS dan China. Penghapusan beberapa pembatasan impor juga membantu pemulihan sektor ekspor Australia. Dengan dukungan fundamental ini, AUDUSD memiliki fondasi yang relatif lebih stabil dibanding mayor lainnya, terutama jika momentum pelemahan dolar AS berlanjut. Support terdekat berada di 0.6470, dan resistance di 0.6520.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5620 dan naik 0.21%. Fundamental NZDUSD masih berada dalam tekanan akibat ekspektasi kuat bahwa Reserve Bank of New Zealand akan menurunkan suku bunga lebih cepat. Data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan pelemahan signifikan dengan tingkat pengangguran naik ke level tertinggi dalam bertahun-tahun, menandakan perlambatan ekonomi yang lebih dalam. Kondisi ini membuat pasar memperkirakan pelonggaran kebijakan moneter sebagai langkah tak terhindarkan, sehingga membebani nilai NZD. Di saat yang sama, sensitivitas tinggi Kiwi terhadap perlambatan ekonomi China semakin menambah tekanan. Meski demikian, ada faktor moderasi dari sisi global. Spekulasi bahwa The Fed mungkin menghadapi tekanan untuk memangkas suku bunga lebih cepat setelah data PHK AS melonjak membantu menjaga dolar agar tidak terlalu dominan. Serta, kabar mengenai potensi pelonggaran tarif AS–China membawa sedikit perbaikan sentimen risiko yang turut mengangkat NZD. Namun secara keseluruhan, fundamental Kiwi tetap rentan sehingga pemulihan cenderung terbatas hingga ada perubahan pandangan dari RBNZ. Support terdekat berada di 0.5600, dan resistance di 0.5645.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 153.76, menguat terhadap dolar AS sebesar 0.12%. Fundamental USDJPY menguat seiring tekanan terhadap Yen kembali muncul setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang membuka ruang revisi target fiskal sekaligus menyiapkan stimulus besar untuk meredam biaya hidup. Pernyataan ini memberi sinyal bahwa pemerintah masih condong pada kebijakan pendukung pertumbuhan dibandingkan pengetatan fiskal agresif, sehingga mengurangi daya tarik Yen sebagai aset aman. Selain itu, meski risalah BoJ menunjukkan sebagian anggota mendukung kenaikan suku bunga, ketidakpastian mengenai waktu normalisasi tetap besar karena bank sentral masih memantau inflasi, upah, dan konsumsi rumah tangga secara hati-hati. Sentimen konsumen AS yang melemah memang sempat menekan dolar, tetapi perkembangan politik di AS yang menunjukkan tanda-tanda deal untuk membuka kembali pemerintahan sementara justru kembali mengangkat USD di sesi awal minggu. Dalam konteks pasar, USDJPY menguat karena divergensi kebijakan antara The Fed dan BoJ tetap menjadi poros utama pergerakan. Fed masih belum terburu-buru memangkas suku bunga, sementara BoJ menghadapi perdebatan internal yang belum menghasilkan konsensus untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Tambahan stimulus Jepang senilai USD 65 miliar memperlemah prospek Yen, terutama karena stimulus fiskal sering meningkatkan defisit dan menunda percepatan normalisasi moneter. Sentimen risiko yang membaik setelah kabar bahwa Kongres AS mendekati kesepakatan anggaran juga mendorong aliran modal kembali ke dolar. Kombinasi ketidakpastian suku bunga BoJ, stimulus besar, dan pemulihan selera risiko global menjadikan USDJPY tetap teguh di area penguatan meski sempat terkoreksi intraday. Support terdekat berada di 153.45, dan resistance di 154.05.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8043 dan menguat 0.36%. USDCHF ikut menguat didorong oleh bangkitnya permintaan dolar setelah komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve yang menegaskan bahwa risiko inflasi masih terlalu tinggi untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Pernyataan dari pejabat Fed seperti Goolsbee dan Hammack memperkuat persepsi bahwa kebijakan moneter AS akan tetap restriktif, sehingga meningkatkan daya tarik USD di tengah ketidakpastian global. Meski sebelumnya pasar mengantisipasi penurunan suku bunga pada Desember, komentar Fed yang lebih berhati-hati menggeser ekspektasi tersebut, memberikan dorongan baru bagi USD. Dalam waktu yang sama, rilis data seperti survei sentimen konsumen University of Michigan yang akan dirilis hari ini menjadi katalis tambahan yang dapat memperkuat volatilitas bilateral USDCHF. Sementara itu, CHF tetap defensif meskipun Swiss National Bank menunjukkan proyeksi inflasi yang stabil dan keyakinan bahwa suku bunga tidak perlu diubah dalam waktu dekat. Stabilitas inflasi dan rendahnya tingkat pengangguran di Swiss membuat CHF tetap memiliki reputasi sebagai aset aman, tetapi dominasi dolar belum sepenuhnya tergeser karena pasar masih lebih fokus pada arah kebijakan Fed. Ketika prospek penguncian pemerintah AS mulai mereda setelah laporan bahwa Kongres mendekati kesepakatan, sentimen risiko global sedikit membaik, yang biasanya memberi keuntungan pada USD dibanding CHF. Dengan kondisi ini, USDCHF bergerak menguat secara konsisten karena dukungan fundamental dolar lebih dominan dibandingkan sifat safe haven Franc pada minggu ini. Support terdekat berada di 0.8020, dan resistance di 0.8065.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:30am

AUD

RBA Deputy Gov Hauser Speaks

-

-

-

6:50am

JPY

BOJ Summary of Opinions

-

-

-

12:00pm

JPY

Leading Indicators

-

107.90%

107.00%

Tentative

CNY

M2 Money Supply y/y

-

8.1%

8.4%

Tentative

CNY

New Loans

-

-

1290B

4:10pm

GBP

MPC Member Lombardelli Speaks

-

-

-

4:30pm

EUR

Sentix Investor Confidence

-

-3.9

-5.4

8:30pm

USD

FOMC Member Daly Speaks

-

-

-

9:45pm

USD

FOMC Member Musalem Speaks

-

-

-

Tentative

USD

Cleveland Fed Inflation Expectations

-

-

3.50%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788