| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0905 | 0.54% |
GBPUSD | 1.2715 | 0.50% |
AUDUSD | 0.5983 | 0.64% |
NZDUSD | 0.5532 | 0.70% |
USDJPY | 147.81 | -0.28% |
USDCHF | 0.8597 | -0.41% |
USDCAD | 1.4247 | -0.50% |
GOLDUD | 2982.1 | 0.59% |
USD/IDR | 16554 | 0.05% |
Fokus EURUSD:
Selasa, 8 April 2025 - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0963. Kinerja mata uang Euro menguat akibat mendapat dukungan dari komentar pejabat Uni Eropa yang bersiap merespons kebijakan tarif AS dengan langkah diplomatik dan negosiasi. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan kesiapan UE untuk berunding, sementara Komisioner Perdagangan Maros Sefcovic menawarkan skema tarif nol untuk mobil dan barang industri lainnya. Langkah ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dagang dan mendorong stabilitas ekonomi kawasan. Namun, penguatan ini masih dibatasi oleh risiko eskalasi perang dagang antara AS dan Uni Eropa. Uni Eropa kini menghadapi tarif 25% untuk baja, aluminium, dan mobil, serta tarif 20% untuk hampir semua barang lainnya. Komisi Eropa dilaporkan akan merespons dengan daftar produk AS yang akan dikenai tarif balasan. Di sisi lain, upaya diplomatik dari pejabat UE seperti von der Leyen dan Sefcovic untuk menegosiasikan penghapusan tarif dapat meredakan ketegangan. Pasar saat ini menantikan data produksi industri Jerman dan neraca perdagangan, serta survei Sentix yang dapat memberi petunjuk lebih lanjut terhadap prospek Euro.
Meski EURUSD menguat, potensi kenaikan masih dibayangi oleh prospek pelonggaran kebijakan moneter dari European Central Bank (ECB). Data penjualan ritel zona euro yang tumbuh di bawah ekspektasi dan komentar pejabat ECB mengenai perlambatan ekonomi menjadi alasan utama pasar berspekulasi bahwa ECB akan memangkas suku bunga kembali pada pertemuan 17 April mendatang. Selain itu, meningkatnya ketidakpastian akibat tarif AS menambah tekanan terhadap outlook ekonomi zona euro. Namun, selama Dolar AS tetap tertekan oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, EURUSD masih berpeluang lanjut menguat dalam jangka pendek.
Disisi lain, penguatan ini terjadi meski Dolar AS sempat mendapat dukungan dari sentimen risk-off dan kekhawatiran pasar atas kebijakan tarif baru dari pemerintah Trump. Dolar AS kembali menguat setelah sempat melemah, didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah sentimen pasar yang memburuk. Pemerintahan AS di bawah Trump menetapkan tarif impor menyeluruh sebesar 10% terhadap semua negara, serta tarif "resiprokal" yang dihitung dari rasio impor dan ekspor. Ketegangan dagang semakin tajam setelah AS mengenakan tarif 34% terhadap produk Tiongkok, yang dibalas dengan tarif serupa oleh Beijing. Ancaman tarif tambahan 50% pada produk Tiongkok juga akan berlaku mulai 8 April. Di sisi makro, fokus pasar tertuju pada rilis data inflasi CPI dan PPI AS, serta survei sentimen konsumen UoM minggu ini. Spekulasi pasar tentang pemangkasan suku bunga oleh The Fed juga terus meningkat, dengan ekspektasi penurunan hingga 200 basis poin sepanjang 2025.
Harga pada pasangan mata uang EURUSD naik. Support terdekatnya di zona 1.0877 dan resistance terdekatnya di zona 1.1005. Support lanjutan di zona 1.0843 dan dilanjutkan ke zona 1.0801. Resistance lanjutan di zona 1.1040 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1097..
GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2779. Mata uang menguat di Poundsterling rebound dari tekanan awal pekan setelah sentimen pasar mulai membaik dan Dolar AS kehilangan momentumnya. Sebelumnya, pasangan ini sempat turun tajam ke area 1.2760 akibat kekhawatiran resesi dan kabar palsu terkait jeda tarif AS. Namun, klarifikasi dari Gedung Putih dan mulai stabilnya pasar ekuitas mendukung pemulihan Sterling. Pasar juga mulai merespon kemungkinan bahwa Bank of England akan tetap hati-hati dalam memutuskan kebijakan suku bunga, sementara ekspektasi penurunan CPI AS membuka ruang pelemahan lebih lanjut bagi Dolar. Meski tekanan fiskal di Inggris masih menjadi risiko jangka menengah, untuk saat ini, GBPUSD menunjukkan pemulihan yang sehat di tengah pasar yang sensitif terhadap perkembangan kebijakan dan data makroekonomi AS. Support terdekatnya di area 1.2705 dan resistance terdekatnya di zona 1.2835.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6021. Pasangan AUDUSD menguat setelah sempat menyentuh level terendah lima tahun. Penguatan ini terjadi meski sentimen pasar masih tertekan akibat kekhawatiran resesi di AS menyusul kebijakan tarif baru Presiden Trump. Investor kini memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga hingga 100 bps tahun ini, dimulai kemungkinan besar pada Mei. Namun, tekanan tetap ada untuk Dolar Australia karena spekulasi bahwa RBA bisa mempercepat dan memperdalam pemangkasan suku bunga, dengan potensi penurunan 25 hingga 50 bps di pertemuan Mei mendatang. Faktor eksternal utama lainnya adalah memanasnya tensi dagang antara AS dan China. Beijing akan memberlakukan tarif balasan sebesar 34% terhadap produk AS mulai Kamis, yang memperburuk prospek ekonomi global dan memukul Australia sebagai mitra dagang utama China. Meski AUD menguat sementara berkat rencana stimulus moneter Tiongkok, outlook jangka menengah masih rapuh karena tekanan ekspor dan ekspektasi pelonggaran moneter domestik. AUDUSD saat ini masih bergerak dalam tren teknikal bearish, meski menunjukkan upaya pemulihan. Support terdekatnya di zona 0.5934 dan resistance terdekatnya di zona 0.6079.
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5574. Pasangan mata uang Kiwi mengalami penguatan meski sentimen pasar masih dibayangi eskalasi perang dagang antara AS dan China. China memberlakukan tarif balasan sebesar 34% terhadap seluruh impor AS, menyusul kebijakan tarif Trump yang mencapai 54% pada sejumlah produk. Ketegangan ini menekan Dolar Selandia Baru karena hubungan dagang erat dengan China, mitra utama ekspor NZ. Meski begitu, penguatan Kiwi terjadi menjelang pertemuan RBNZ hari Rabu, di mana pasar sudah sepenuhnya mengantisipasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3.50%. Namun, ekspektasi pelonggaran lanjutan di 2025 tetap membatasi ruang kenaikan NZD. Support terdekatnya di area 0.5505 dan resistance terdekatnya di zona 0.5615.
USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 147.37. Pasangan mata uang USDJPY melemah didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap Yen sebagai aset safe haven di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat perang dagang yang dipicu oleh tarif balasan AS. Meskipun data menunjukkan upah nominal Jepang naik 3,1% pada Februari, upah riil yang disesuaikan dengan inflasi turun 1,2% untuk bulan kedua berturut-turut. Inflasi tahunan mencapai 4,3%, namun prospek normalisasi kebijakan Bank of Japan tetap terbuka, terutama setelah hasil negosiasi upah musim semi menunjukkan kenaikan rata-rata sebesar 5,47%. Di sisi lain, Dolar AS kehilangan momentum setelah data ketenagakerjaan (nonfarm payrolls) yang solid dibayangi oleh kekhawatiran pasar terhadap efek jangka panjang tarif-tarif baru Presiden Trump, termasuk ancaman tambahan tarif 50% terhadap China. Pelaku pasar kini semakin yakin bahwa The Fed akan memangkas suku bunga agresif tahun ini, dengan ekspektasi pemangkasan mulai Juni. Kontras kebijakan antara BoJ yang cenderung hawkish dan Fed yang lebih dovish mempersempit diferensial suku bunga AS-Jepang, memperkuat prospek penguatan Yen lebih lanjut. Support terdekatnya di area 146.84 dan resistance terdekatnya di zona 148.15
USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4175. Performa mata uang Loonie mengalami penurunan menghentikan tren kenaikan dua hari sebelumnya. Dolar Kanada (CAD) menguat terhadap Dolar AS setelah Kanada lolos dari putaran tarif baru yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang memicu ketegangan dagang global. Dalam pengumuman minggu lalu, Trump menetapkan tarif dasar 10% untuk seluruh impor ke AS, namun Kanada dan Meksiko sebagian besar dikecualikan, kecuali sektor otomotif, baja, dan aluminium. Hal ini mendukung penguatan CAD karena dinilai lebih terlindungi dibanding negara lain. Di sisi lain, sentimen pasar terhadap Dolar AS terus tertekan oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed di tengah kekhawatiran resesi akibat kebijakan proteksionis Trump. Data CME FedWatch menunjukkan peluang sebesar 65% untuk pemangkasan suku bunga pada Mei, dengan proyeksi total pemangkasan mencapai 100 basis poin hingga akhir tahun. Meskipun Indeks Dolar AS sempat stabil di kisaran 103.00, prospek jangka menengah tetap negatif karena pasar menilai kebijakan tarif justru bisa memicu perlambatan ekonomi dan inflasi di AS. Support terdekatnya di zona 1.4146 dan resistance terdekatnya di zona 1.4288.
USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8568. Penurunan kinerja mata uang Swiss terjadi di tengah pasar masih dalam suasana ketidakjelasan, dengan kekhawatiran resesi global akibat perang dagang yang semakin intens. Ancaman Trump untuk menaikkan tarif hingga 50% terhadap produk China dan langkah balasan dari Beijing memicu arus dana ke aset safe haven seperti Swiss Franc. Sementara itu, indeks volatilitas (VIX) melonjak ke level tertinggi sejak Maret 2020, mencerminkan kepanikan pasar. Meskipun Indeks Dolar AS (DXY) sempat naik ke 103.47, tekanan terhadap USD masih besar karena fokus kini tertuju pada data inflasi AS (CPI) yang akan dirilis minggu ini. CHF menguat terhadap USD karena statusnya sebagai mata uang safe haven dan ketidakpastian yang meningkat di pasar global. Data tenaga kerja AS yang dirilis Jumat lalu sebenarnya lebih kuat dari ekspektasi, namun pasar tetap mempertimbangkan risiko resesi dan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed hingga 100 basis poin di akhir tahun. Rumor jeda tarif 90 hari yang sempat memicu penguatan USD langsung dibantah oleh Gedung Putih, yang justru menambah ketidakpastian. Dengan kondisi pasar yang masih rawan, tekanan turun pada USDCHF tetap terbuka, terutama jika data inflasi AS nanti tidak mendukung penguatan dolar. Support terdekatnya di area 0.8528 dan resistance terdekatnya di zona 0.8651.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
2:00am | USD | Consumer Credit m/m | -0.8B | 14.9B | 8.9B |
5:00am | NZD | NZIER Business Confidence | 19 | - | 16 |
6:50am | JPY | Current Account | 2.32T | 2.74T | 1.95T |
7:30am | AUD | Westpac Consumer Sentiment | -6.0% | - | 4.0% |
8:30am | AUD | NAB Business Confidence | -3 | - | -2 |
10:35am | JPY | 30-y Bond Auction | - | - | 2.50|3.5 |
12:00pm | JPY | Economy Watchers Sentiment | - | 45.1 | 45.6 |
1:45pm | EUR | French Trade Balance | - | -5.4B | -6.5B |
Tentative | GBP | 30-y Bond Auction | - | - | 5.10|2.8 |
Tentative | EUR | German 10-y Bond Auction | - | - | 2.68|2.2 |
5:00pm | USD | NFIB Small Business Index | - | 98.9 | 100.7 |
9:00pm | CAD | Ivey PMI | - | 53.2 | 55.3 |
11:00pm | GBP | MPC Member Lombardelli Speaks |
|
|
|