Home
>
News
>
Publication
>
Rencana AS Targetkan Impor Cip Tiongkok Buat Laju Minyak Kian Tertekan
Rencana AS Targetkan Impor Cip Tiongkok Buat Laju Minyak Kian Tertekan
Friday, 21 November 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1538

-0.15%

GBPUSD

1.3063

0.18%

AUDUSD

0.6437

0.31%

NZDUSD

0.5577

0.36%

USDJPY

157.19

0.22%

USDCHF

0.8045

0.20%

USDCAD

1.4083

0.11%

GOLDUD

4,088.72

-0.69%

COFU

58.80

-0.73%

USD/IDR

16,737

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Anggota parlemen AS ajukan RUU untuk memblokir pembelian peralatan pembuat cip dari Tiongkok selama 10 tahun. 
  • Bank serta kilang minyak di China dan India mulai mematuhi sanksi AS terkait Lukoil dan Rosneft, kata pejabat AS.

************************************************************

Jumat, 21 November 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau masih bergerak pada tren bearish tertekan oleh sentimen dari potensi kembali memanasnya konflik dagang antara AS dengan China. Meski demikian, isyarat China dan India untuk berhenti membeli minyak Rusia, dan eskalasi situasi di Gaza menjadi katalis positif yang mendukung harga.

Anggota parlemen AS dari kedua partai politik mengajukan RUU pada hari Kamis di DPR yang menargetkan pemblokiran atas pembelian peralatan pembuat cip Tiongkok oleh penerima hibah UU CHIPS selama 10 tahun. Selain Tiongkok sebagai target utama, RUU tersebut juga memblokir peralatan dari negara-negara lain seperti Iran, Rusia, dan Korea Utara. Rencana pemblokiran impor cip Tiongkok itu berpotensi memicu konflik dagang kembali memanas antara dua raksasa ekonomi dunia tersebut.

Turut membebani harga, Majelis Nasional Venezuela pada hari Kamis menyetujui perpanjangan kerja sama selama 15 tahun antara perusahaan negara PDVSA dan unit Roszarubezhneft Rusia yang mengoperasikan dua ladang minyak di wilayah barat negara Amerika Selatan tersebut. Kerja sama hingga tahun 2041 itu menargetkan produksi sekitar 91 juta barel atau 16.600 barel minyak mentah per hari, kata anggota parlemen tersebut.

Sementara itu, bank serta kilang minyak Tiongkok dan India mulai mematuhi sanksi AS terhadap perdagangan dengan dua perusahaan minyak terbesar Rusia, Lukoil dan Rosneft, yang mulai berlaku efektif pada 21 November tersebut, kata seorang pejabat Departemen Keuangan AS pada hari Kamis. Tindakan dari Tiongkok dan India untuk mematuhi sanksi AS itu berpotensi mendorong Rusia untuk memperketat produksinya karena sekitar 85% ekspor minyak Rusia ditujukan kepada dua negara pembeli utama tersebut.

Dari Timur Tengah, Israel kembali melancarkan dua serangan udara pada hari Kamis pagi yang menewaskan lima orang dan melukai 18 lainnya di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, ungkap otoritas kesehatan setempat. Serangan tersebut merupakan salah satu yang paling mematikan sejak 10 Oktober, dan sekaligus menambah keraguan akan kelanjutan kesepakatan gencatan senjata kedepannya.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $61 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $56 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:45

USA - S&P Global Manufacturing PMI Flash

 

52

52.5

21:45

USA - S&P Global Services PMI Flash

 

54.6

54.8

22:00

USA - Michigan Consumer Sentiment Final

 

50.5

53.6

22:00

USA - Michigan Inflation Expectations Final

 

4.7%

4.6%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788