Home
>
News
>
Publication
>
Proyeksi Suram EIA Serta Ancaman Tarif Trump Buat Laju Minyak Tertekan
Proyeksi Suram EIA Serta Ancaman Tarif Trump Buat Laju Minyak Tertekan
Wednesday, 22 January 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.04120

-0.17%

GBPUSD

1.23350

0.15%

AUDUSD

0.62740

-0.26%

NZDUSD

0.56740

-0.32%

USDJPY

155.460

0.17%

USDCHF

0.90490

0.20%

USDCAD

1.43180

0.16%

GOLDUD

2,744.500

0.15%

COFU

75.88

-0.20%

USD/IDR

16,332

-0.04%

Fokus Crude Oil:

  • EIA estimasikan harga minyak yang lebih rendah pada tahun 2025 dan 2026 akibat pertumbuhan produksi dan melemahnya permintaan.
  • Trump ancam kenakan tarif baru pada UE dan pertimbangkan bea masuk 10% atas impor China.

***********************************************************

Rabu, 22 Januari 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak pada tren bearish tertekan oleh sentimen dari proyeksi suram EIA akan penurunan harga minyak hingga tahun depan, dan potensi melambatnya pertumbuhan ekonomi yang dipicu ancaman perang tarif baru Trump.

Pertumbuhan global yang kuat dalam produksi minyak mentah serta pertumbuhan permintaan yang lebih lambat memberikan tekanan ke bawah pada harga, ujar EIA dalam laporan proyeksi terbaru yang dirilis pada hari Selasa. EIA memperkirakan harga minyak Brent akan turun dari rata-rata $81 per barel pada tahun 2024 menjadi $74 per barel pada tahun 2025, dan kembali turun menjadi $66 per barel pada tahun 2026.

Turut membebani pergerakan harga, Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa berjanji akan mengenakan tarif baru pada UE karena memiliki surplus perdagangan yang meresahkan dengan AS. Trump juga mengatakan bahwa pemerintahannya sedang membahas bea masuk hukuman sebesar 10% atas impor China karena fentanil dikirim dari China ke AS melalui Meksiko dan Kanada.

Sementara itu, badai musim dingin Enzo yang melanda Pantai Teluk AS pada hari Selasa berpotensi membuat sebagian besar negara bagian AS akan tetap berada dalam suhu beku ekstrem. Produksi minyak di North Dakota diperkirakan turun antara 130.000 dan 160.000 bph karena kondisi cuaca tersebut dan tantangan operasional terkait, kata otoritas jaringan pipa North Dakota pada hari Selasa. Selain itu, Pelabuhan Freeport pada hari Selasa memperkirakan aktivitas kapal yang terbatas, dan Pelabuhan Houston mengatakan semua fasilitas publiknya akan tetap ditutup hingga hari Rabu.

Sentimen positif lainnya datang dari pasukan militer Israel yang pada hari Selasa melancarkan operasi militer berskala besar dan signifikan, yang menargetkan kota Jenin di Tepi Barat dan menewaskan setidaknya 9 warga Palestina. Serangan baru dari Israel yang terjadi tepat dua hari setelah dimulainya gencatan senjata Gaza, berpotensi mempengaruhi kesepakatan damai yang telah tercapai.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $73 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:00

USA - CB Leading Index MoM

 

0%

0.3%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788