| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1634 | 0.11% |
GBPUSD | 1.3322 | 0.10% |
AUDUSD | 0.6526 | 0.26% |
NZDUSD | 0.5758 | 0.28% |
USDJPY | 152.75 | -0.07% |
USDCHF | 0.7963 | -0.23% |
USDCAD | 1.4006 | -0.19% |
GOLDUD | 4085.70 | -0.67% |
USD/IDR | 16625 | 0.00% |
Fokus EURUSD:
Senin, 27 Oktober 2025 - Euro dibuka di 1.1634 dan menguat 0.11% karena dorongan dari sentimen positif kawasan Eropa yang muncul setelah data PMI manufaktur dan jasa zona euro menunjukkan perbaikan di bulan Oktober. Aktivitas bisnis di kawasan tersebut mengalami ekspansi lebih baik dari perkiraan, yang menandakan peningkatan permintaan dan kepercayaan terhadap prospek ekonomi Eropa. Selain itu, pernyataan dari anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa, José Luis Escrivá, yang menilai pengaturan suku bunga saat ini sudah sejalan dengan target inflasi, memperkuat pandangan bahwa bank sentral akan tetap mempertahankan kebijakan moneter yang stabil. Sikap hati-hati ECB ini memberi sinyal bahwa tekanan inflasi mulai terkendali, namun dukungan terhadap pemulihan ekonomi masih menjadi prioritas utama.
Dari Amerika Serikat, dolar mengalami tekanan setelah rilis data inflasi yang sedikit lebih rendah dari perkiraan. Inflasi tahunan pada September hanya naik 3,0 persen, lebih rendah dibandingkan ekspektasi 3,1 persen. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunga acuannya pada pertemuan mendatang, dengan sebagian pelaku pasar memperkirakan pemangkasan tambahan pada Desember. Penurunan tekanan inflasi dianggap sebagai sinyal bahwa kebijakan moneter ketat yang dijalankan selama dua tahun terakhir mulai menunjukkan hasil. Di sisi lain, penutupan sebagian kegiatan pemerintahan Amerika Serikat yang belum berakhir turut membebani sentimen pasar terhadap dolar. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan fiskal dan kinerja ekonomi Amerika dalam jangka menengah.
Meskipun demikian, potensi penguatan euro masih dihadapkan pada risiko politik dari kawasan Eropa, khususnya dari Prancis. Ketegangan politik meningkat setelah pemimpin Partai Sosialis, Olivier Faure, mengancam akan menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Sébastien Lecornu apabila tuntutan untuk menaikkan pajak bagi kelompok kaya tidak diakomodasi. Ketidakpastian politik ini dapat menekan keyakinan investor terhadap stabilitas Eropa jika tidak segera diatasi. Namun secara umum, kombinasi dari membaiknya aktivitas ekonomi kawasan Eropa, ekspektasi pemangkasan suku bunga di Amerika, serta menurunnya tekanan inflasi di kedua wilayah memberikan ruang bagi pasangan EURUSD untuk mempertahankan momentum positifnya dalam jangka pendek.
Harga pada pasangan mata uang EURUSD naik. Support terdekat berada di 1.1605, sementara resistance di 1.1660. Support lanjutan di zona 1.1580 dan dilanjutkan ke zona 1.1550. Resistance lanjutan di zona 1.16695 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1720.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3322, naik tipis 0.10%. Pound Sterling menguat terbatas terhadap dolar AS di awal pekan seiring data ekonomi Inggris yang menunjukkan ketahanan ekonomi lebih baik dari perkiraan. Kenaikan penjualan ritel dan perbaikan sektor jasa memberikan dukungan terhadap prospek pertumbuhan PDB kuartal ketiga. Namun, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank of England (BoE) masih menjadi faktor pembatas. Pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada November mencapai sekitar 25%, dengan total 50 basis poin pemotongan hingga akhir tahun. Kondisi ini menandakan bahwa arah kebijakan BoE masih cenderung dovish, sehingga penguatan Pound berpotensi terbatas. Dari sisi AS, dolar belum sepenuhnya mendapatkan dukungan meskipun data inflasi menunjukkan perlambatan. Pasar kini memperkirakan The Federal Reserve akan melanjutkan pelonggaran moneter pada pertemuan Oktober dan Desember, yang dapat menekan imbal hasil obligasi dan menurunkan daya tarik dolar. Namun, ketidakpastian fiskal di AS serta kekhawatiran atas potensi penutupan pemerintah federal menjadi faktor penahan bagi arus keluar dari dolar. Dengan demikian, GBPUSD berpotensi melanjutkan tren positif moderat selama sentimen global masih mendukung aset berisiko. Support terdekat berada di 1.3295, dan resistance di 1.3345.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6526 dan menguat 0.26%. Dolar Australia melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS, didorong oleh meningkatnya optimisme terhadap hubungan perdagangan AS–China serta stabilnya prospek ekonomi domestik. Penguatan harga komoditas seperti logam dan minyak memberikan dukungan tambahan bagi mata uang berbasis komoditas ini. Meski terdapat ketegangan geopolitik baru terkait potensi pembatasan ekspor teknologi AS ke China, pasar sejauh ini menilai negosiasi bilateral di Malaysia sebagai langkah positif menuju stabilitas perdagangan. Di sisi domestik, pasar masih menunggu pernyataan Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Michele Bullock untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya. Sementara itu, data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan sikap akomodatif dalam waktu dekat. Hal ini menurunkan permintaan terhadap dolar dan memberikan ruang bagi AUD untuk memperpanjang penguatan. Namun, volatilitas masih mungkin meningkat menjelang rilis data ekonomi utama AS dan perkembangan hubungan dagang antara Washington dan Beijing. Secara keseluruhan, AUDUSD masih memiliki potensi kenaikan terbatas dalam jangka pendek, terutama jika data ekonomi global menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang berkelanjutan. Support terdekat berada di 0.6495, sedangkan resistance di 0.6545.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5758, naik 0.28%. Dolar Selandia Baru menguat terhadap dolar AS didorong oleh optimisme pasar atas kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS–China. Kesepakatan awal untuk menghindari penerapan tarif tambahan antara kedua negara menjadi katalis positif bagi aset berisiko, termasuk Kiwi yang memiliki keterkaitan kuat dengan ekonomi China. Selain itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed turut menekan dolar AS, memperkuat prospek penguatan NZDUSD dalam jangka pendek. Namun dari sisi domestik, kebijakan moneter Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) yang cenderung longgar tetap menjadi faktor pembatas. Pemangkasan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin ke level 2,5% menunjukkan bahwa bank sentral masih fokus mendukung pertumbuhan dan inflasi. Meskipun demikian, kombinasi antara sentimen risiko global yang membaik dan ekspektasi pelonggaran moneter AS memberikan peluang bagi NZDUSD untuk mempertahankan momentum positifnya selama tekanan eksternal tetap terkendali. Support terdekat berada di 0.5730, dan resistance di 0.5785.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 152.75, melemah terhadap Dolar AS dengan perubahan -0.07%. Pasangan USDJPY melanjutkan penguatan ke kisaran 153,15 didorong oleh meningkatnya optimisme terhadap hubungan dagang AS–China dan spekulasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan mempertahankan kebijakan longgar lebih lama. Kesepakatan awal antara AS dan China untuk membentuk kerangka perjanjian perdagangan mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti yen Jepang. Pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang menegaskan bahwa ancaman tarif 100% terhadap impor China telah dibatalkan, meningkatkan sentimen risiko dan memperkuat dolar AS. Di sisi lain, meski data inflasi AS yang lebih lemah berpotensi memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, dampaknya terhadap dolar relatif terbatas karena pasar menilai kebijakan AS masih lebih ketat dibanding Jepang. Dari Jepang, yen tetap tertekan seiring prospek kebijakan fiskal ekspansif di bawah pemerintahan baru Sanae Takaichi, yang berpotensi mendorong stimulus tambahan. Spekulasi bahwa BoJ akan menunda rencana kenaikan suku bunga membuat selisih imbal hasil antara obligasi AS dan Jepang melebar, memperkuat USDJPY. Meski inflasi inti Jepang sedikit meningkat pada September, pasar menilai hal itu belum cukup untuk mengubah arah kebijakan moneter BoJ dalam waktu dekat. Dengan kombinasi faktor global dan domestik tersebut, USDJPY berpotensi bertahan di area tinggi dalam jangka pendek selama risiko eksternal tetap terkendali. Support terdekat berada di 152.40, dan resistance di 153.00.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7963 dan turun -0.23%. Dolar AS juga menguat terhadap franc Swiss, meski pergerakannya cenderung terbatas setelah rilis risalah kebijakan Swiss National Bank (SNB) yang menegaskan tidak adanya urgensi untuk pelonggaran moneter tambahan. SNB mempertahankan suku bunga acuan di 0% dan menyatakan bahwa tekanan disinflasi tidak bersifat permanen, sehingga kebijakan saat ini dinilai masih sesuai. Meskipun demikian, proyeksi pertumbuhan Swiss masih dipengaruhi oleh risiko eksternal, terutama akibat ketegangan perdagangan global dan pelemahan permintaan dari mitra dagang utama. Hal ini membuat franc tetap kurang diminati sebagai aset lindung nilai dalam kondisi pasar yang lebih stabil. Sementara itu, dolar AS mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap aset aman menyusul kebijakan baru AS terkait pembatasan ekspor teknologi ke China. Prospek tersebut menambah ketegangan geopolitik dan mendorong investor kembali pada dolar. Selain itu, menjelang rilis data inflasi AS berikutnya dan potensi keputusan suku bunga The Fed, dolar tetap menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian global. Dengan kombinasi fundamental AS yang lebih kuat dan sikap hati-hati SNB, USDCHF berpeluang untuk tetap berada pada tren penguatan moderat dalam waktu dekat. Support terdekat berada di 0.7935, dan resistance di 0.7985.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.4006, melemah -0.19%. Dolar AS menguat terhadap dolar Kanada dan bertahan di atas level psikologis 1,40, ditopang oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed serta tekanan pada mata uang Kanada akibat penurunan harga minyak. Data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan mengindikasikan moderasi tekanan harga, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember mendatang. Namun, dolar AS tetap relatif kuat karena permintaan aset likuid meningkat di tengah ketidakpastian global. Sementara itu, dolar Kanada (CAD) kehilangan momentum karena harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kembali tertekan setelah sempat menguat dalam beberapa sesi sebelumnya. Dari sisi fundamental Kanada, data penjualan ritel yang beragam serta proyeksi pertumbuhan yang lebih lemah memberi tekanan tambahan bagi CAD. Di tengah situasi tersebut, USDCAD masih diperdagangkan dengan bias positif karena kombinasi antara melemahnya harga komoditas dan stabilnya prospek dolar AS. Pelaku pasar kini menunggu arahan lebih lanjut dari Federal Reserve serta dinamika pasar energi global untuk menentukan arah berikutnya. Selama harga minyak belum menunjukkan pemulihan yang konsisten, dolar Kanada berpotensi tetap berada di bawah tekanan terhadap dolar AS. Support terdekat berada di 1.3980, dan resistance di 1.4030.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
All Day | NZD | Bank Holiday | - | - | - |
6:50am | JPY | SPPI y/y | 3.0% | 2.8% | 2.7% |
Tentative | CNY | Foreign Direct Investment ytd/y | - | - | -12.7% |
3:15pm | AUD | RBA Gov Bullock Speaks | - | - | - |
4:00pm | EUR | German ifo Business Climate | - | 88.1 | 87.7 |
4:00pm | EUR | M3 Money Supply y/y | - | 2.7% | 2.9% |
4:00pm | EUR | Private Loans y/y | - | 2.6% | 2.5% |
6:00pm | GBP | CBI Realized Sales | - | -28 | -29 |
8:00pm | CNY | CB Leading Index m/m | - | - | -0.5% |