| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1783 | -0.22% |
GBPUSD | 1.3608 | -0.21% |
AUDUSD | 0.7248 | -0.36% |
NZDUSD | 0.5963 | -0.27% |
USDJPY | 157.13 | 0.29% |
USDCHF | 0.7778 | 0.23% |
USDCAD | 1.3677 | 0.12% |
GOLDUD | 4,740.56 | 0.70% |
COFU | 98.39 | 0.62% |
USD/IDR | 17,410 | 0.00% |
Selasa, 12 Mei 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh sentimen dari ketidakpastian akan kelanjutan penyelesaian konflik AS - Iran, memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan yang terus berlarut. Meski demikian, keputusan AS merilis cadangan minyak darurat dan sanksi terbaru AS jelang pertemuan Trump - Xi membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa gencatan senjata dengan Iran dalam kondisi kritis, karena adanya perbedaan pendapat mengenai beberapa isu utama, yang sekaligus mengisyaratkan bahwa ketegangan masih akan terus berlanjut antara keduanya. Ketua parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf pada hari Senin mengatakan bahwa angkatan bersenjata Iran siap untuk menanggapi secara tegas setiap tindakan agresi.
Dukungan lainnya datang dari UEA yang melakukan serangan militer terhadap Iran, termasuk serangan pada kilang minyak di Pulau Lavan, Teluk persia pada awal April, ungkap laporan Wall Street Journal yang dirilis pada hari Senin. Serangan tersebut sekaligus menjadikan UEA satu-satunya negara Teluk yang bergabung dengan AS dan Israel dalam melawan Teheran.
Sementara itu, Departemen Energi AS pada hari Senin merilis 53,3 juta barel minyak dari Cadangan Strategis untuk dialokasikan pada perusahaan energi dan pedagang dalam upaya untuk menekan kenaikan harga bahan bakar setelah perang dengan Iran. Trafigura, Marathon, dan Exxon Mobil akan menjadi penerima alokasi tersebut. Departemen Energi AS juga menambahkan bahwa pengiriman akan berlanjut dari Juni hingga Agustus, selama periode puncak permintaan bensin.
Turut membebani harga, Departemen Keuangan AS pada hari Senin memberlakukan sanksi baru terhadap tiga individu dan sembilan perusahaan yang dianggap membantu Iran memasok minyak ke China. Pembatasan tersebut menargetkan perusahaan-perusahaan dari Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Oman. Pemberlakuan sanksi tersebut berpotensi meningkatkan tensi lebih lanjut antara AS dan China karena diumumkan menjelang pertemuan Trump - Xi yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $101 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $97 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
17:00 | USA - NFIB Business Optimism Index |
| 96.1 | 95.8 |
19:30 | USA - Inflation Rate MoM |
| 0.6% | 0.9% |