Home
>
News
>
Publication
>
Poundsterling Perpanjang Reli Penguatan, Didukung Data AS Yang Lemah dan Sinyal BoE
Poundsterling Perpanjang Reli Penguatan, Didukung Data AS Yang Lemah dan Sinyal BoE
Thursday, 26 June 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1652

0.31%

GBPUSD

1.3651

0.32%

AUDUSD

0.6502

0.34%

NZDUSD

0.6027

0.48%

USDJPY

145.26

-0.41%

USDCHF

0.8048

-0.21%

USDCAD

1.3723

-0.12%

GOLDUD

3334.3

0.18%

USD/IDR

16365

-0.49%

Fokus GBPUSD:

  1. Sinyal dovish Bank of England (BoE)
  2. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed

Kamis, 26 Juni 2025 - Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3651. GBPUSD memperpanjang penguatannya ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun, didorong oleh pelemahan Dolar AS akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, sinyal dovish dari Bank of England (BoE), serta meredanya ketegangan geopolitik setelah gencatan senjata Iran-Israel. Meskipun Ketua The Fed Jerome Powell tetap mempertahankan sikap hati-hati terkait penyesuaian suku bunga, pasar mulai mengantisipasi pelonggaran kebijakan pada September mendatang. Di sisi lain, inflasi Inggris (CPI) dan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama akan menjadi katalis utama bagi pergerakan Pound Sterling selanjutnya.

Pasangan GBPUSD naik ke atas level 1.3600 setelah mencatatkan reli tiga hari berturut-turut. Pasar menyambut baik meredanya konflik di Timur Tengah, meski masih menyimpan kekhawatiran akan potensi eskalasi ulang. Powell dalam testimoninya menegaskan bahwa The Fed masih dalam mode wait-and-see, terutama karena tekanan dari Presiden Trump terkait tarif dan ketidakpastian dampaknya terhadap inflasi. Namun, ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga tetap tinggi, terlebih setelah data New Home Sales AS untuk Mei anjlok 13,7% dan kepercayaan konsumen memburuk.

Sementara itu, BoE memberikan sinyal pelonggaran yang lebih terbuka. Gubernur Andrew Bailey menyatakan bahwa pasar tenaga kerja mulai melemah dan tekanan upah mulai mereda, menambah alasan bagi BoE untuk mulai mempertimbangkan penurunan suku bunga. Data CPI Inggris yang akan dirilis pekan ini juga menjadi fokus utama pelaku pasar, mengingat inflasi masih menjadi indikator kunci dalam arah kebijakan moneter BoE. Dengan latar belakang ketidakpastian ekonomi global dan divergensi arah suku bunga, GBPUSD berpotensi mempertahankan tren naik dalam jangka pendek.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD naik. Support terdekatnya di area 1.3610 dan resistance terdekatnya di zona 1.3695. Support lanjutan di zona 1.3580 dan dilanjutkan ke zona 1.3530. Resistance lanjutan di zona 1.3720 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3780. 

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1652. Kinerja mata uang Euro mengalami penguatan pasca sentimen risiko yang membaik pasca gencatan senjata antara Iran dan Israel serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat mendorong pelemahan Dolar AS dan menopang Euro. Meskipun Ketua The Fed Jerome Powell menunjukkan sikap hati-hati dalam testimoninya di hadapan Kongres, data Consumer Confidence AS yang melemah memperkuat spekulasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter, khususnya pada pertemuan bulan September mendatang. Dari sisi fundamental, Euro juga diuntungkan oleh harga minyak yang lebih rendah, yang mengurangi tekanan inflasi di kawasan Euro dan mendukung prospek konsumsi serta pertumbuhan. Meski data konsumen Prancis dan PDB Spanyol tidak terlalu mengejutkan pasar, tren pelemahan Dolar AS menjadi faktor utama penggerak pasangan ini. Di sisi lain, Powell kembali menegaskan perlunya “lebih banyak keyakinan” terhadap tren inflasi sebelum memutuskan pemangkasan suku bunga, namun pasar tetap optimistis bahwa pelonggaran akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada kelanjutan testimoni Powell serta rilis data inflasi PCE AS akhir pekan ini yang akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed selanjutnya. Support terdekatnya di zona 1.1630 dan resistance terdekatnya di zona 1.1710.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6502. Dolar Australia (AUD) kembali menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), memperpanjang reli selama tiga sesi berturut-turut. Kenaikan AUDUSD ini didorong oleh sentimen pasar yang membaik pasca tercapainya gencatan senjata antara Iran dan Israel, yang meredakan kekhawatiran geopolitik dan meningkatkan selera risiko investor. Di sisi domestik, rilis data inflasi Australia yang lebih lemah dari perkiraan turut memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) pada Juli. CPI bulan Mei tercatat naik 2,1% (YoY), lebih rendah dari estimasi 2,3% dan bulan sebelumnya 2,4%, sehingga meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Meski demikian, indikator ekonomi lainnya seperti PMI sektor manufaktur dan jasa yang masih di zona ekspansi turut menopang optimisme terhadap prospek ekonomi Australia. Sementara itu, dari sisi Amerika Serikat, Dolar AS masih tertahan setelah testimoni Ketua The Fed Jerome Powell yang menegaskan bahwa bank sentral tetap mengadopsi pendekatan hati-hati dan menunggu data lebih lanjut sebelum memutuskan untuk menurunkan suku bunga. Meskipun ada tekanan dari Presiden Trump dan sejumlah pejabat Fed seperti Michelle Bowman dan Christopher Waller yang mulai membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter, Powell belum melihat urgensi untuk segera bertindak. Indeks Dolar AS (DXY) pun melemah ke area 97,90, mencerminkan penurunan permintaan terhadap aset safe haven. Kombinasi antara ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan membaiknya sentimen risiko global menjadi pendorong utama penguatan AUDUSD dalam jangka pendek. Support terdekatnya di zona 0.6480 dan resistance terdekatnya di zona 0.6540.


NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.6027. Pasangan mata uang Dolar Kiwi imbas meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve (Fed), setelah laporan dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk mengganti Ketua The Fed Jerome Powell sebelum masa jabatannya berakhir. Ketidakpastian ini menekan kepercayaan investor terhadap arah kebijakan moneter AS dan membuat Dolar AS tertekan. Di sisi lain, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed terus meningkat, dengan probabilitas sebesar 25% untuk penurunan pada bulan Juli, naik dari 12% pada minggu lalu, menurut CME FedWatch Tool. NZD mendapat dukungan tambahan dari surplus neraca perdagangan Selandia Baru bulan Mei yang lebih tinggi dari perkiraan (NZD1,235 juta) serta data PDB kuartal pertama yang lebih kuat. Selain itu, meredanya ketegangan geopolitik setelah gencatan senjata Iran-Israel telah meningkatkan selera risiko pasar, menguntungkan aset-aset berisiko seperti NZD. Meski demikian, ketidakpastian terhadap ketahanan gencatan senjata masih menjadi faktor pembatas bagi penguatan Kiwi, terlebih setelah PM Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan kembali menyerang jika Iran mencoba membangun kembali program nuklirnya. Secara keseluruhan, tren penguatan NZDUSD kemungkinan tetap berlanjut dalam jangka pendek selama sentimen risiko tetap terjaga dan data AS tidak menunjukkan kejutan positif besar. Support terdekatnya di area 0.5980 dan resistance terdekatnya di zona 0.6070.

USDJPY - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 145.26. Tekanan terhadap Yen juga datang dari hasil risalah rapat Bank of Japan (BoJ) yang menunjukkan perbedaan pandangan internal mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan. Beberapa anggota dewan menginginkan kebijakan tetap akomodatif karena ketidakpastian eksternal dan pertumbuhan domestik yang lemah, sementara yang lain mengkhawatirkan inflasi yang masih tinggi dan upah yang terus naik, sehingga mendorong kemungkinan pengetatan lebih lanjut. Di sisi lain, meskipun Ketua The Fed Jerome Powell mempertahankan sikap hati-hati selama testimoninya di Kongres, pasar tetap mempertahankan ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini, terutama karena lemahnya data sentimen konsumen AS baru-baru ini. Kekhawatiran pasar juga meningkat terkait komentar hawkish dari anggota BoJ Naoki Tamura, yang menyarankan agar suku bunga dinaikkan tanpa penundaan jika target inflasi 2% tercapai lebih awal. Dengan ketidakpastian geopolitik yang belum reda dan data penting seperti GDP AS kuartal I serta inflasi inti PCE dan CPI Tokyo akan dirilis dalam beberapa hari ke depan, arah USDJPY masih akan sangat dipengaruhi oleh ketegangan antara arah kebijakan moneter The Fed dan BoJ. Support terdekatnya di area 144.95 dan resistance terdekatnya di zona 145.60.

USDCAD - Mata uang Loonie turun ke zona 1.3720. Turunnya kinerja mata uang Loonie melemah ditengah melemahnya Dolar AS setelah pidato hati-hati dari Ketua The Fed Jerome Powell dan meredanya kekhawatiran geopolitik pasca-gencatan senjata antara AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik dengan Iran “pada dasarnya telah usai,” meskipun tidak menutup kemungkinan eskalasi kembali. Sementara itu, pelemahan harga minyak mentah turut menjadi faktor penahan bagi Dolar Kanada (CAD), mengingat Kanada merupakan eksportir minyak utama ke AS dan harga minyak yang lebih rendah dapat melemahkan nilai tukar Loonie. Penurunan harga minyak terjadi seiring laporan bahwa Rusia dan anggota OPEC+ lainnya tengah mempertimbangkan peningkatan produksi, yang berpotensi menekan harga lebih lanjut. Meskipun data inflasi Kanada baru-baru ini menunjukkan hasil yang sesuai ekspektasi, pasar kini menanti rilis data PDB Kanada hari Jumat yang diperkirakan stagnan (0.0% MoM untuk Mei), sehingga arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada dinamika eksternal, termasuk arah kebijakan The Fed dan perkembangan geopolitik global. Support terdekatnya di zona 1.3680 dan resistance terdekatnya di zona 1.3750.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8048. Pasangan USDCHF diperdagangkan mendatar, setelah mencatat pelemahan hampir 1% di sesi sebelumnya dan menyentuh level terendah sejak September 2011. Pelemahan ini dipicu oleh kombinasi menguatnya permintaan terhadap aset safe haven seperti Franc Swiss (CHF) dan lemahnya Dolar AS (USD) akibat meredanya ketegangan geopolitik setelah diumumkannya gencatan senjata antara Iran dan Israel oleh Presiden AS Donald Trump. Namun, pelaku pasar tetap berhati-hati karena ketidakpastian atas keberlangsungan gencatan senjata masih membayangi, terutama setelah laporan intelijen AS menyebut bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir Iran hanya menunda program tersebut beberapa bulan saja. Sementara itu, Ketua The Fed Jerome Powell dalam testimoninya menyampaikan bahwa pemangkasan suku bunga bisa ditunda hingga kuartal keempat, meskipun peluang pelonggaran tetap terbuka tergantung data ekonomi. Di tengah ekspektasi inflasi akibat tarif dan ketidakpastian kebijakan, tekanan terhadap USD kemungkinan masih berlanjut, menjaga sentimen bearish terhadap pasangan USDCHF. Support terdekatnya di area 0.8000 dan resistance terdekatnya di zona 0.8095.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00pm

EUR

German GfK Consumer Climate

-

-19.1

-19.9

3:30pm

GBP

MPC Member Breeden Speaks

-

-

-

5:00pm

GBP

CBI Realized Sales

-

-24

-27

6:00pm

GBP

BOE Gov Bailey Speaks

-

-

-

7:30pm

USD

Final GDP q/q

-

-0.2%

-0.2%

7:30pm

USD

Unemployment Claims

-

244K

245K

7:30pm

USD

Core Durable Goods Orders m/m

-

0.1%

0.2%

7:30pm

USD

Durable Goods Orders m/m

-

8.6%

-6.3%

7:30pm

USD

Final GDP Price Index q/q

-

3.7%

3.7%

7:30pm

USD

Goods Trade Balance

-

-86.3B

-87.0B

7:30pm

USD

Prelim Wholesale Inventories m/m

-

0.2%

0.2%

7:45pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

8:00pm

CNY

CB Leading Index m/m

-

-

-0.30%

8:00pm

USD

FOMC Member Hammack Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

Pending Home Sales m/m

-

0.2%

-6.3%

9:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

88B

95B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788