Home
>
News
>
Publication
>
Poundsterling Naik Tajam Terdorong Dolar AS Yang Terjatuh Dibebani Risiko Fiskal
Poundsterling Naik Tajam Terdorong Dolar AS Yang Terjatuh Dibebani Risiko Fiskal
Tuesday, 01 July 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1774

0.28%

GBPUSD

1.3721

0.20%

AUDUSD

0.6556

0.41%

NZDUSD

0.6078

0.30%

USDJPY

144.04

-0.42%

USDCHF

0.7933

-0.24%

USDCAD

1.3615

-0.12%

GOLDUD

3302.4

0.57%

USD/IDR

16226

0.00%

Fokus GBPUSD:

  1. DXY terbebani kondisi fiskal AS
  2. GBP Inggris tumbuh

Selasa, 01 Juli 2025 - Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3721. Pasangan mata uang Poundsterling terus menguat ke atas level 1.3700 dan mencetak level tertinggi multi-tahun pada awal pekan ini, didukung oleh pelemahan luas Dolar AS yang masih berlangsung. Dolar terbebani oleh kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat yang kian memburuk akibat RUU pajak dan belanja besar-besaran dari Presiden Donald Trump, yang diperkirakan akan menambah utang negara sebesar $3,3 triliun. Selain itu, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada September semakin kuat, apalagi setelah data pengeluaran pribadi (PCE) mencatat kontraksi 0,1% di bulan Mei dan pertumbuhan GDP kuartal pertama direvisi menjadi -0,5%. Sementara itu, pelemahan data manufaktur AS seperti PMI Chicago yang tetap berada di zona kontraksi turut memperbesar tekanan terhadap Greenback.

Di sisi Inggris, data ekonomi menunjukkan bahwa GDP kuartal I 2025 tumbuh sebesar 0,7% secara kuartalan dan 1,3% secara tahunan, sesuai ekspektasi pasar dan menjadi laju pertumbuhan tertinggi dalam setahun terakhir. Namun, dibalik angka utama tersebut, terdapat tekanan pada sisi konsumsi domestik: pendapatan rumah tangga riil turun 1% dan rasio tabungan jatuh ke 10,9% dari sebelumnya 12%, mengindikasikan daya beli yang mulai tergerus. Defisit transaksi berjalan Inggris juga membengkak ke £23,46 miliar, jauh di atas ekspektasi. Meski demikian, pasar masih melihat Bank of England (BoE) cenderung menunda penurunan suku bunga karena inflasi jasa yang tetap tinggi, menciptakan divergensi kebijakan dengan The Fed yang semakin terbuka untuk melonggarkan kebijakan moneternya.

Fokus pasar kini beralih ke Forum Kebijakan Bank Sentral ECB di Sintra, Portugal, di mana Gubernur BoE Andrew Bailey dan Ketua The Fed Jerome Powell dijadwalkan berbicara pada Selasa. Pelaku pasar menantikan petunjuk lebih lanjut terkait arah suku bunga kedua bank sentral. Selain itu, rilis data PMI Manufaktur ISM AS juga dinanti sebagai indikator lanjutan kondisi ekonomi AS di tengah kebijakan tarif baru yang kontroversial. Dengan latar belakang fundamental yang kontras ini, GBPUSD berpotensi mempertahankan tren naik dalam jangka pendek, terutama bila BoE tetap enggan memangkas suku bunga dan The Fed semakin condong ke arah pelonggaran.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD naik. Support terdekatnya di area 1.3690 dan resistance terdekatnya di zona 1.3760. Support lanjutan di zona 1.3660 dan dilanjutkan ke zona 1.3615. Resistance lanjutan di zona 1.3790 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3820. 

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1780. Pasangan mata uang EURUSD kembali melanjutkan penguatannya dan menembus level tertinggi tahunan di 1.1780, didorong oleh melemahnya Dolar AS akibat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed serta kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya defisit fiskal AS. Pasar mulai mengantisipasi pemangkasan suku bunga lebih dari 50 basis poin hingga akhir tahun ini, di tengah lemahnya data ekonomi seperti revisi negatif PDB kuartal I dan penurunan pengeluaran konsumsi (PCE). Di saat yang sama, sentimen risk-on masih mendominasi pasar setelah indeks saham AS membukukan kuartal terbaiknya di 2025, yang semakin menekan permintaan terhadap Dolar sebagai aset safe haven. Sementara itu, dari sisi Eropa, penguatan Euro tetap bertahan meski data ekonomi Jerman menunjukkan pelemahan. Penjualan ritel Jerman dan inflasi CPI masing-masing turun di bawah ekspektasi, menandakan potensi perlambatan ekonomi di kawasan tersebut. Namun, investor tetap fokus pada arah kebijakan suku bunga ECB yang cenderung menunggu data lebih lanjut sebelum mengambil keputusan pada pertemuan Juli. Di tengah ketidakpastian fiskal AS, komentar agresif dari Presiden Trump terhadap Ketua The Fed Jerome Powell juga menambah tekanan terhadap Greenback. Dalam jangka pendek, EURUSD berpeluang menguji resistance psikologis, selama DXY tetap berada di bawah tekanan dan tidak ada kejutan hawkish dari pejabat The Fed. Support terdekatnya di zona 1.1810 dan resistance terdekatnya di zona 1.1740.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6556. Kinerja mata uang Aussie menguat pada perdagangan Selasa meskipun data domestik Australia masih menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Inflasi versi TD-MI hanya naik tipis 0,1% (MoM) di bulan Juni setelah turun 0,4% di bulan sebelumnya, tetap dalam kisaran target RBA sebesar 2–3%. Kredit sektor swasta Australia juga melambat, naik hanya 0,5% dibandingkan ekspektasi pasar 0,7%, disebabkan oleh pelemahan pinjaman bisnis. Di sisi lain, data PMI manufaktur S&P Global Australia turun menjadi 50,6 dari 51,0 pada bulan sebelumnya, mencerminkan penurunan output dan permintaan baru. Namun, membaiknya PMI manufaktur Caixin China ke 50,4 dari 48,3 memberikan dukungan tambahan terhadap AUD mengingat eratnya hubungan dagang antara kedua negara. Dari sisi eksternal, Dolar AS masih dalam tekanan seiring meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan bulan September. Hal ini dipicu oleh pelemahan data belanja dan pendapatan pribadi AS di bulan Mei serta tekanan fiskal dari rencana anggaran besar pemerintahan Trump. Meskipun Ketua The Fed Jerome Powell mengisyaratkan kehati-hatian dalam mengambil keputusan suku bunga, pasar tetap mengantisipasi pelonggaran kebijakan mengingat inflasi inti PCE masih di bawah target jangka panjang The Fed. Fokus investor saat ini tertuju pada data tenaga kerja AS akhir pekan ini, terutama laporan Non-Farm Payrolls dan tingkat pengangguran, yang bisa menjadi pemicu arah kebijakan moneter selanjutnya. Support terdekatnya di zona 0.6510 dan resistance terdekatnya di zona 0.6590.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.6078.  Penguatan kinerja Dolar Kiwi mencapai titik tertinggi sejak Oktober 2024, didorong oleh pelemahan Dolar AS yang bersifat menyeluruh. Sentimen terhadap Greenback terganggu oleh ekspektasi dovish terhadap kebijakan Federal Reserve (Fed), kekhawatiran fiskal AS, serta ketidakpastian arah kebijakan perdagangan Presiden Trump. Tekanan terhadap Dolar makin meningkat setelah rencana belanja dan pemotongan pajak senilai $3,3 triliun diajukan ke Kongres, yang berpotensi memperbesar defisit fiskal jangka panjang AS. Pasar saat ini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga Fed pada September mendatang meningkat tajam, terlebih menjelang rilis data ketenagakerjaan AS yang diperkirakan menunjukkan perlambatan. Dari sisi domestik, penguatan NZD terjadi meskipun data tenaga kerja Selandia Baru cenderung lemah. Jumlah pekerjaan yang terisi hanya naik 0,1% pada Mei, tetap mendekati posisi terendah dalam lebih dari dua tahun terakhir. Kombinasi data tenaga kerja yang lesu, perlambatan konsumsi, dan kontraksi sektor manufaktur menguatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Meski beberapa analis memperkirakan OCR akan tetap di 3,25% pada pertemuan Juli, pasar telah mulai memproyeksikan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Agustus. Data PMI China yang lebih baik dari perkiraan juga turut menopang permintaan terhadap Kiwi, mengingat eratnya hubungan dagang kedua negara. Secara keseluruhan, NZDUSD masih memiliki ruang menguat jika tren pelemahan USD berlanjut dan data AS ke depan tidak mampu mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan Fed. Support terdekatnya di area 0.6040 dan resistance terdekatnya di zona 0.6090.

USDJPY - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 144.04. USDJPY terus mengalami tekanan turun mencerminkan pelemahan lanjutan Dolar AS seiring melemahnya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (Fed). Pasar kini semakin yakin bahwa Fed akan memangkas suku bunga pada September, terlebih setelah data inflasi dan konsumsi di AS melemah. Selain itu, tekanan terhadap Dolar juga datang dari meningkatnya kekhawatiran fiskal di AS, menyusul rencana stimulus fiskal besar-besaran senilai $3,3 triliun yang diajukan oleh pemerintahan Trump. Peluang pemangkasan suku bunga Fed semakin tinggi, terutama jika data ketenagakerjaan pekan ini menunjukkan perlambatan lanjutan. Di sisi lain, fundamental domestik Jepang memberikan sedikit dukungan terhadap Yen. Survei Tankan dari Bank of Japan menunjukkan peningkatan kepercayaan bisnis di sektor manufaktur besar dari 12.0 menjadi 13.0 pada kuartal II 2025, lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Namun, meskipun data ini positif, BoJ tetap mempertahankan kebijakan moneter longgar dan belum memberikan sinyal tegas terkait waktu kenaikan suku bunga. Kombinasi ekspektasi pelonggaran Fed dan ketidakpastian arah kebijakan BoJ membuat pasar semakin defensif terhadap Dolar AS, memberi ruang bagi Yen untuk menguat lebih lanjut jika tekanan terhadap Greenback terus berlanjut. Support terdekatnya di area 143.80 dan resistance terdekatnya di zona 144.30.

USDCAD - Mata uang Loonie turun ke zona 1.3615. USDCAD melemah tipis didorong oleh sentimen positif terhadap Dolar Kanada setelah Kanada secara tiba-tiba menangguhkan rencana penerapan pajak layanan digital yang menargetkan perusahaan teknologi AS. Langkah ini membuka jalan bagi dimulainya kembali negosiasi perdagangan antara Kanada dan Amerika Serikat, dengan target tercapainya kesepakatan sebelum 21 Juli. Penghapusan ketegangan dagang ini menjadi katalis penguatan CAD terhadap USD, apalagi ditopang oleh ekspektasi bahwa kerja sama bilateral bisa kembali stabil pasca pernyataan dari penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett. Sementara itu, fundamental dari sisi komoditas justru memberikan tekanan tambahan terhadap CAD. Harga minyak mentah WTI turun ke kisaran USD 64,25 akibat meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah dan ekspektasi peningkatan produksi OPEC+ pada Agustus mendatang. Mengingat Kanada adalah eksportir minyak utama ke AS, penurunan harga minyak secara historis cenderung melemahkan nilai CAD. Namun, pelemahan harga minyak ini belum mampu menahan penguatan CAD secara keseluruhan, karena pasar lebih fokus pada perkembangan positif negosiasi dagang AS-Kanada dan lemahnya outlook kebijakan moneter The Fed yang terus membebani Dolar AS. Support terdekatnya di zona 1.3580 dan resistance terdekatnya di zona 1.3650.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.7933. Turunnya kinerja mata uang Swiss terus menunjukkan, dan mendekati titik terendah sejak 2011 di kisaran 0.7957. Pelemahan ini dipicu oleh tekanan fundamental pada Dolar AS, terutama meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal AS. RUU pajak besar-besaran yang sedang dibahas di Senat diperkirakan akan menambah beban utang sebesar USD 3–4 triliun, memperkuat spekulasi bahwa kepercayaan pasar terhadap keberlanjutan fiskal AS sedang tergerus. Selain itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September mendatang semakin mengurangi daya tarik Dolar AS, apalagi setelah data pengeluaran pribadi dan pendapatan warga AS turun secara tak terduga pada Mei. Sementara itu, dari sisi Swiss, meskipun indikator KOF Leading turun ke 96.1 pada Juni, jauh di bawah ekspektasi, dampaknya terhadap Franc masih terbatas. Swiss National Bank (SNB) sebelumnya telah memangkas suku bunga ke 0% dan membuka peluang untuk memasuki wilayah negatif jika risiko global meningkat. Namun, permintaan terhadap mata uang safe haven seperti Franc tetap tinggi di tengah ketidakpastian global dan lemahnya outlook ekonomi AS. Kombinasi antara tekanan fiskal AS, ekspektasi dovish The Fed, dan kekhawatiran terhadap. Support terdekatnya di area 0.7900 dan resistance terdekatnya di zona 0.7960.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:00am

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

2:00am

EUR

ECB President Lagarde Speaks

-

-

-

5:00am

NZD

NZIER Business Confidence

22

-

19

5:45am

NZD

Building Consents m/m

10.4%

-

-14.6%

6:01am

GBP

BRC Shop Price Index y/y

0.4%

0.2%

-0.1%

6:50am

JPY

Tankan Manufacturing Index

13

10

12

6:50am

JPY

Tankan Non-Manufacturing Index

34

34

35

7:30am

JPY

Final Manufacturing PMI

50.1

50.4

50.4

8:45am

CNY

Caixin Manufacturing PMI

50.4

49.2

48.3

10:35am

JPY

10-y Bond Auction

-

-

1.51|3.7

12:00pm

JPY

Consumer Confidence

-

33.6

32.8

1:00pm

GBP

Nationwide HPI m/m

-

-0.2%

0.5%

1:30pm

AUD

Commodity Prices y/y

-

 

-7.7%

1:30pm

CHF

Retail Sales y/y

-

0.8%

1.3%

2:15pm

EUR

Spanish Manufacturing PMI

-

50.6

50.5

2:30pm

CHF

Manufacturing PMI

-

44.2

42.1

2:45pm

EUR

Italian Manufacturing PMI

-

49.5

49.2

2:50pm

EUR

French Final Manufacturing PMI

-

47.8

47.8

2:55pm

EUR

German Final Manufacturing PMI

-

49

49

2:55pm

EUR

German Unemployment Change

-

18K

34K

3:00pm

EUR

Final Manufacturing PMI

-

49.4

49.4

3:30pm

GBP

Final Manufacturing PMI

-

47.7

47.7

4:00pm

EUR

Core CPI Flash Estimate y/y

-

2.3%

2.3%

4:00pm

EUR

CPI Flash Estimate y/y

-

2.0%

1.9%

Tentative

GBP

30-y Bond Auction

-

-

5.36|3.0

All Day

CAD

Bank Holiday

-

-

-

8:30pm

EUR

ECB President Lagarde Speaks

-

-

-

8:30pm

GBP

BOE Gov Bailey Speaks

-

-

-

8:30pm

JPY

BOJ Gov Ueda Speaks

-

-

-

8:30pm

USD

Fed Chair Powell Speaks

-

-

-

8:45pm

USD

Final Manufacturing PMI

-

52

52

9:00pm

USD

ISM Manufacturing PMI

-

48.8

48.5

9:00pm

USD

JOLTS Job Openings

-

7.32M

7.39M

9:00pm

USD

ISM Manufacturing Prices

-

69.6

69.4

9:00pm

USD

Construction Spending m/m

-

-0.2%

-0.4%

Tentative

USD

RCM/TIPP Economic Optimism

-

50.1

49.2

All Day

USD

Wards Total Vehicle Sales

-

15.5M

15.7M

Tentative

NZD

GDT Price Index

-

-

-1.00%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788