| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1537 | 0.12% |
GBPUSD | 1.3117 | 0.18% |
AUDUSD | 0.6486 | -0.25% |
NZDUSD | 0.5640 | -0.27% |
USDJPY | 153.30 | -0.32% |
USDCHF | 0.8069 | -0.15% |
USDCAD | 1.4116 | 0.06% |
GOLDUD | 3979.46 | 0.57% |
USD/IDR | 16,702 | 0.00% |
Fokus GBPUSD:
Jumat, 07 November 2025– Poundsterling dibuka di 1.3117, naik 0.18%. GBPUSD menguat pada Kamis seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) semakin dekat pada sikap longgar setelah pemungutan suara yang jauh lebih ketat dari perkiraan. Keputusan BoE mempertahankan suku bunga di 4% bukanlah kejutan, namun komposisi suara 5–4 menunjukkan bahwa hampir separuh anggota MPC sudah siap memangkas suku bunga. Sinyal dovish ini muncul meskipun inflasi Inggris masih berada di 3,8%, hampir dua kali lipat target bank sentral. Kombinasi inflasi yang mulai menunjukkan tanda puncak, pelemahan ekonomi, dan meredanya tekanan upah memperkuat keyakinan pasar bahwa ruang pelonggaran kebijakan sudah semakin terbuka. Kondisi inilah yang mendorong Sterling naik secara fundamental, karena pasar menilai BoE dapat mulai menurunkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Namun penguatan Sterling tidak hanya berasal dari faktor domestik, melainkan juga dari pelemahan dolar AS akibat ketidakpastian politik yang meningkat. Penutupan pemerintahan AS yang berkepanjangan telah menghambat rilis data resmi seperti Nonfarm Payrolls, memaksa pasar mengandalkan indikator swasta yang volatil. Data PHK dari Challenger yang menunjukkan pemangkasan lebih dari 150.000 pekerjaan di AS memperburuk outlook ekonomi, sementara ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember kembali naik. Ketidakpastian ini menekan dolar AS karena investor mulai memperhitungkan bahwa The Fed dapat melonggarkan kebijakan lebih agresif jika dampak shutdown semakin negatif terhadap ekonomi.
Di tengah kombinasi BoE yang semakin dovish dan dolar AS yang tertekan oleh risiko fiskal serta arah kebijakan The Fed yang kembali cenderung pelonggaran, GBPUSD memiliki dasar penguatan yang kuat secara fundamental. Fokus pasar selanjutnya mengarah pada rilis data inflasi Inggris pada 19 November dan perkembangan pembahasan Anggaran Belanja Inggris, yang dapat menentukan seberapa cepat BoE bergerak. Dari sisi AS, perhatian pasar tertuju pada survei Michigan dan komentar pejabat The Fed yang dapat mempertegas arah kebijakan menjelang pertemuan Desember. Selama ketidakpastian AS tetap tinggi dan BoE menunjukkan kecenderungan longgar yang terukur, Sterling berpotensi mempertahankan momentum penguatannya terhadap dolar.
Secara teknikal, GBPUSD melemah dengan tekanan jual yang mulai terlihat sejak pembukaan di 1.3117. Support terdekat kini berada di 1.3090, sementara resistance awal terbentuk di 1.3140 sebagai batas psikologis penting. Selama harga bergerak di bawah area tersebut, dominasi seller tetap kuat. Jika tekanan jual berlanjut, GBPUSD berisiko menguji support bertingkat di 1.3060, 1.3010, hingga 1.2960. Momentum bearish akan tetap dominan selama pasangan ini gagal menembus dan bertahan stabil di atas 1.3180 sebagai resistance mayor yang kini menjadi penentu perubahan arah jangka pendek.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1537 dan menguat 0.12%. EURUSD bergerak menguat pada hari Kamis setelah dolar Amerika melemah akibat meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan Desember. Data tenaga kerja swasta Amerika yang menunjukkan pemotongan lebih dari seratus lima puluh ribu pekerjaan pada Oktober memunculkan kekhawatiran pelemahan aktivitas ekonomi, ditambah gangguan rilis data resmi akibat penutupan pemerintahan Amerika. Kondisi ini membuat pelaku pasar menurunkan posisi beli dolar dan memberi ruang penguatan bagi euro meskipun data penjualan ritel zona euro tercatat lemah. Selain itu, komentar pejabat The Fed yang bernada lebih hati hati meningkatkan keyakinan pasar bahwa kebijakan pelonggaran akan berlanjut secara bertahap, sehingga sentimen dolar kehilangan momentum. Kenaikan euro terjadi meski data Eropa tidak mendukung secara signifikan, namun fokus pasar tetap pada tekanan yang dialami dolar. Penutupan pemerintahan Amerika yang berkepanjangan menciptakan ketidakpastian tinggi, membuat investor mengalihkan perhatian dari data domestik Amerika yang bias dan lebih mengandalkan sentimen terhadap arah kebijakan The Fed. Ekspektasi bahwa The Fed harus kembali menurunkan suku bunga mempersempit selisih imbal hasil antara Amerika dan Eropa sehingga memperbaiki posisi euro. Dengan latar belakang ini, dominasi dolar melemah dan memberikan dorongan lanjutan bagi EURUSD untuk bergerak stabil di area penguatan. Support terdekat berada di 1.1510, sementara resistance di 1.1565.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6486 dan melemah -0.25%. AUDUSD cenderung melemah meskipun sempat bergerak naik tipis akibat koreksi dolar Amerika. Pelemahan ini terjadi karena prospek kebijakan The Fed yang masih dianggap ketat oleh pasar setelah data tenaga kerja dan aktivitas jasa Amerika menunjukkan ketahanan ekonomi. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang menurun membuat dolar kembali mendapatkan dukungan dan menekan pasangan ini. Selain itu, pelaku pasar masih memandang bahwa pemulihan ekonomi global tidak cukup kuat untuk memberikan katalis positif bagi aset berisiko termasuk dolar Australia. Tekanan ini diperkuat oleh ketidakpastian akibat penutupan pemerintahan Amerika yang membuat pelaku pasar cenderung menghindari mata uang komoditas. Di sisi domestik, data neraca dagang Australia yang mencatat surplus lebih tinggi memang memberikan dukungan fundamental, tetapi tidak cukup kuat untuk mendorong penguatan signifikan. Ekspor yang pulih dan kenaikan impor belum mengubah pandangan pasar bahwa risiko perlambatan ekonomi global masih membebani prospek permintaan komoditas Australia. Kondisi ini membuat AUDUSD tetap berada pada tekanan dan cenderung mengikuti arah sentimen dolar Amerika. Selama ekspektasi kebijakan moneter Amerika tidak berubah lebih dovish, ruang pemulihan dolar Australia diperkirakan tetap terbatas meskipun terdapat data positif dari dalam negeri. Support terdekat berada di 0.6460, dan resistance di 0.6510.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5640 dan turun -0.27%. NZDUSD berada pada tren melemah setelah data ketenagakerjaan Selandia Baru menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran ke level tertinggi sejak dua ribu enam belas. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi Selandia Baru sedang mengalami perlambatan dan mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga tambahan oleh Bank Sentral Selandia Baru pada pertemuan akhir bulan ini. Pasar memandang bahwa ruang kebijakan moneter Selandia Baru semakin longgar sehingga menurunkan daya tarik dolar Selandia Baru. Bersamaan dengan itu, dolar Amerika tetap mendapat dukungan dari data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan meskipun tengah mengalami tekanan dari isu pemerintahan yang tidak berfungsi optimal. Selain faktor domestik, ketidakpastian global dan pandangan hati hati The Fed menempatkan NZDUSD dalam posisi yang kurang menguntungkan. Meskipun dolar Amerika sempat terkoreksi akibat spekulasi pemangkasan suku bunga, data tenaga kerja dan aktivitas jasa yang solid kembali mengangkat prospek imbal hasil Amerika dan menekan mata uang berisiko termasuk Kiwi. Dengan inflasi Selandia Baru yang mereda dan pasar tenaga kerja yang melemah, ruang pemulihan NZDUSD dinilai masih terbatas. Pasar diperkirakan menunggu kejelasan lebih lanjut terkait kebijakan The Fed dan keputusan RBNZ sebelum memberikan arah baru pada pergerakan pasangan ini. Support terdekat berada di 0.5615, dan resistance di 0.5665.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 153.30, menguat terhadap Dolar AS sebesar -0.32%. Pergerakan USDJPY melemah menuju area sekitar seratus lima puluh tiga koma nol lima akibat sentimen negatif yang menekan dolar Amerika. Ketidakpastian politik di AS kian membesar seiring berlanjutnya penutupan pemerintahan yang sudah memecahkan rekor tanpa kepastian penyelesaian. Kondisi ini memicu aksi jual dolar karena pelaku pasar menilai dampak ekonomi dari shutdown kali ini berpotensi menjadi yang paling besar dalam sejarah. Data tenaga kerja dari Challenger yang menunjukkan pemangkasan lebih dari seratus lima puluh ribu pekerjaan pada bulan Oktober semakin memperburuk persepsi pasar terhadap ketahanan ekonomi AS, sehingga menambah tekanan terhadap dolar. Di sisi lain, yen mendapatkan sedikit dukungan dari ekspektasi perubahan kebijakan Bank of Japan. Risalah pertemuan menunjukkan meningkatnya jumlah pejabat yang menganggap kondisi sudah mendekati waktu yang tepat untuk menaikkan suku bunga. Namun, ketidakpastian waktu pelaksanaan pengetatan membuat yen masih rentan melemah bila pasar meragukan ketegasan BoJ. Selain itu, ekspektasi bahwa pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi akan menempuh kebijakan fiskal ekspansif berpotensi menahan penguatan yen lebih lanjut. Kombinasi tekanan politik AS dan kebijakan BoJ yang masih belum pasti membuat USDJPY tetap sensitif terhadap perubahan sentimen global. Support terdekat berada di 152.95, dan resistance di 153.65.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8069 dan melemah -0.15%. USDCHF melemah menuju area sekitar nol koma delapan nol sembilan karena meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah memuncaknya ketidakpastian politik di Amerika Serikat. Pernyataan pejabat Kongres bahwa peluang berakhirnya shutdown masih tipis menambah tekanan terhadap dolar AS. Meskipun data ADP dan PMI jasa AS mencatat hasil lebih kuat dari ekspektasi, pasar lebih fokus pada risiko politik dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Pernyataan pejabat The Fed yang menegaskan bahwa inflasi membutuhkan waktu lama untuk kembali ke target dua persen juga menahan minat beli terhadap dolar. Dari sisi Swiss, stabilitas ekonomi dan pesan hawkish ringan dari Swiss National Bank memberikan dukungan konsisten terhadap franc. Ketua SNB Martin Schlegel menegaskan bahwa inflasi diperkirakan naik secara moderat dalam beberapa kuartal mendatang dan suku bunga kemungkinan bertahan stabil untuk waktu lama. Sikap kebijakan yang tegas serta tingkat pengangguran Swiss yang tetap rendah memperkuat reputasi CHF sebagai aset aman. Kombinasi tekanan politik AS, ekspektasi kebijakan Fed yang lebih hati-hati, dan solidnya fundamental Swiss menjadi faktor utama yang menahan USDCHF di bawah area nol koma delapan satu. Support terdekat berada di 0.8045, dan resistance di 0.8095.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.4116, naik tipis 0.06%. USDCAD menguat menuju area sekitar satu koma empat satu nol tujuh karena dolar Kanada terbebani oleh perubahan persepsi pasar terhadap prospek kebijakan moneter Bank of Canada. Meskipun harga minyak sempat pulih dan biasanya memberikan dukungan kuat terhadap CAD, pasar kini lebih fokus pada arah kebijakan suku bunga setelah BoC memangkas suku bunga acuannya menjadi dua koma dua lima persen. Isyarat bahwa pemangkasan bisa berlanjut apabila kondisi ekonomi memburuk menciptakan ruang pelemahan lebih lanjut bagi CAD. Di saat yang sama, data tenaga kerja swasta AS yang menunjukkan peningkatan signifikan memperkuat dolar Amerika dalam jangka pendek. Namun penguatan USDCAD tetap dipengaruhi oleh dinamika harga minyak karena Kanada merupakan pengekspor minyak terbesar ke Amerika Serikat. Kenaikan harga minyak berpotensi membatasi laju penguatan dolar AS terhadap dolar Kanada, meskipun belum cukup untuk membalikkan tren jangka pendek. Di sisi lain, ekspektasi pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada Desember telah menurun, sehingga memberikan penopang tambahan bagi dolar AS. Dengan latar belakang tersebut, arah pergerakan USDCAD dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada pernyataan lanjutan dari Gubernur BoC Tiff Macklem serta data PMI Kanada yang dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan berikutnya. Support terdekat berada di 1.4090, dan resistance di 1.4145.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:00am | USD | FOMC Member Hammack Speaks | - | - | - |
2:00am | CAD | Gov Council Member Kozicki Speaks | - | - | - |
3:30am | USD | FOMC Member Waller Speaks | - | - | - |
4:30am | USD | FOMC Member Paulson Speaks | - | - | - |
5:30am | USD | FOMC Member Musalem Speaks | - | - | - |
6:30am | JPY | Household Spending y/y | 1.8% | 2.5% | 2.3% |
Tentative | CNY | Trade Balance | - | 705B | 645B |
Tentative | CNY | USD-Denominated Trade Balance | - | 96.9B | 90.5B |
2:00pm | EUR | German Trade Balance | - | 16.7B | 17.2B |
2:00pm | GBP | Halifax HPI m/m | - | 0.1% | -0.3% |
2:45pm | EUR | French Trade Balance | - | -5.9B | -5.5B |
3:00pm | CHF | Foreign Currency Reserves | - | - | 727B |
3:00pm | CHF | SECO Consumer Climate | - | -36 | -37 |
3:00pm | USD | FOMC Member Williams Speaks | - | - | - |
7:00pm | EUR | German Buba President Nagel Speaks | - | - | - |
7:00pm | USD | FOMC Member Jefferson Speaks | - | - | - |
8:30pm | CAD | Employment Change | - | -5.0K | 60.4K |
8:30pm | CAD | Unemployment Rate | - | 7.1% | 7.1% |
10:00pm | USD | Prelim UoM Consumer Sentiment | - | 53 | 53.6 |
10:00pm | USD | Prelim UoM Inflation Expectations | - | - | 4.60% |
10:15pm | GBP | MPC Member Pill Speaks | - | - | - |