| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1734 | -0.11% |
GBPUSD | 1.3557 | -0.07% |
AUDUSD | 0.6647 | -0.12% |
NZDUSD | 0.5952 | -0.13% |
USDJPY | 147.60 | 0.14% |
USDCHF | 0.7957 | 0.14% |
USDCAD | 1.3835 | 0.07% |
GOLDUD | 3644.56 | -0.50% |
USD/IDR | 16463 | -0.50% |
Fokus GBPUSD:
Senin, 15 September 2025 – Poundsterling dibuka di 1.3557 dan terkoreksi -0.07%. Pound Sterling kembali melemah terhadap Dolar AS, seiring pergeseran sentimen pasar yang didorong oleh kombinasi faktor domestik Inggris dan kondisi ekonomi Amerika Serikat. Data terbaru menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris stagnan pada Juli 2025, dengan pertumbuhan bulanan tercatat 0,0% setelah kenaikan 0,4% pada Juni. Perlambatan ini mempertegas tanda-tanda bahwa ekonomi Inggris sedang kehilangan momentum, di mana sektor jasa dan konstruksi masih memberikan kontribusi, tetapi manufaktur terus menjadi penekan utama dengan penurunan signifikan pada logam, transportasi, serta elektronik. Stagnasi ekonomi ini meningkatkan spekulasi bahwa Bank of England (BoE) bisa dipaksa untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga lebih lanjut, meski inflasi yang masih di atas target menambah dilema kebijakan.
Dari sisi AS, inflasi tetap stabil di atas target 2% The Fed, meskipun belum menembus 3%, sehingga memberi ruang bagi Federal Reserve untuk kembali melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga. Pasar kini hampir sepenuhnya memperkirakan pemotongan 25 basis poin pada pertemuan minggu ini, dengan proyeksi tambahan pemangkasan hingga tiga kali sebelum akhir tahun. Namun, data sentimen konsumen yang melemah dan klaim pengangguran yang melonjak memberikan sinyal bahwa perekonomian AS mulai melambat. Situasi ini membuat dolar sempat mengalami tekanan, tetapi ekspektasi bahwa pemotongan suku bunga The Fed akan dilakukan secara bertahap menahan pelemahan lebih lanjut.
Secara keseluruhan, GBPUSD berada di persimpangan fundamental yang kritis. Perbedaan kebijakan moneter antara The Fed dan BoE akan sangat menentukan arah pergerakan pasangan ini ke depan. Jika The Fed lebih agresif memangkas suku bunga, pound berpotensi mendapatkan dukungan. Namun, stagnasi ekonomi Inggris dan prospek pemangkasan suku bunga tambahan oleh BoE dapat memperlemah sentimen terhadap Sterling. Dengan ketidakpastian ini, arah GBPUSD dalam jangka menengah akan banyak ditentukan oleh data pertumbuhan dan inflasi kedua negara, serta bagaimana bank sentral menyeimbangkan risiko perlambatan ekonomi dengan tekanan inflasi.
Harga pada pasangan mata uang GBPUSD turun. Support terdekat berada di 1.3530, dan resistance berada di 1.3585. Support lanjutan di zona 1.3500 dan dilanjutkan ke zona 1.3470. Resistance lanjutan di zona 1.3620 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3655.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1734 dengan pelemahan -0.11%. Pasangan EURUSD bergerak melemah setelah sebelumnya sempat ditopang oleh ekspektasi perbedaan kebijakan antara ECB dan The Fed. Dari sisi Eropa, ECB menahan suku bunga stabil dan menegaskan pendekatan berbasis data tanpa memberi komitmen arah kebijakan jangka panjang. Sikap ini memberi sedikit keunggulan bagi euro dibandingkan dolar AS, terutama karena pasar memperkirakan The Fed akan segera memangkas suku bunga. Namun, sentimen melemah muncul karena investor lebih berhati-hati menunggu keputusan FOMC minggu ini, mengingat data AS terakhir menunjukkan pelemahan di pasar tenaga kerja namun inflasi masih bertahan. Secara fundamental, arah EURUSD saat ini lebih rentan koreksi jangka pendek karena dolar AS mendapat dorongan dari potensi kebijakan moneter yang lebih agresif oleh The Fed. Inflasi AS yang tetap di atas target 2% dan ekspektasi resesi yang meningkat memicu kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih cepat. Jika The Fed hanya memangkas 25 bps, ruang pelemahan dolar mungkin terbatas, tetapi jika langkah lebih besar diambil, pergerakan bisa menciptakan volatilitas tajam. Hal ini membuat euro kehilangan momentum naik dan membuka ruang konsolidasi. Support terdekat berada di 1.1710, sementara resistance berada di 1.1760.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6647 dengan pelemahan -0.12%. AUDUSD juga mengalami pelemahan setelah sebelumnya menguat di level tertinggi 10 bulan. Faktor utama pelemahan datang dari kombinasi data ekonomi Tiongkok yang lebih lemah dari perkiraan dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap arah suku bunga RBA. China sebagai mitra dagang utama Australia mencatat perlambatan pada penjualan ritel dan produksi industri, yang berpotensi menekan outlook ekspor Australia. Di sisi domestik, ekspektasi inflasi konsumen Australia naik ke level 4,7%, memunculkan spekulasi bahwa RBA mungkin perlu lebih berhati-hati sebelum menurunkan suku bunga lebih lanjut. Namun, pelemahan AUDUSD juga dipengaruhi oleh penguatan USD seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang semakin dekat. Data tenaga kerja AS yang melemah memang mendorong peluang dovish, tetapi dolar justru mendapat dukungan dari posisi safe haven di tengah ketidakpastian global. Secara fundamental, prospek AUD tetap tertekan selama data China tidak menunjukkan perbaikan signifikan, sementara sisi RBA cenderung menunggu data lanjutan sebelum membuat keputusan. Dengan begitu, ruang kenaikan AUDUSD terbatas dan potensi pelemahan jangka pendek tetap terbuka. Support terdekat berada di 0.6620, sedangkan resistance berada di 0.6675.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5952 dan melemah -0.13%. NZDUSD melemah konsisten setelah rilis data domestik yang menunjukkan kontraksi berlanjut pada sektor jasa dan manufaktur. Indeks PSI dan PMI yang sama-sama turun menegaskan bahwa ekonomi Selandia Baru masih berada di fase pelemahan, sehingga memberi tekanan pada kebijakan RBNZ. Pernyataan dovish dari RBNZ yang masih membuka ruang pemangkasan 50 bps tahun ini semakin memperlemah outlook dolar Selandia Baru. Dengan perekonomian belum pulih sepenuhnya dan konsumsi domestik yang lemah, pasar semakin skeptis terhadap prospek jangka pendek NZD. Di sisi lain, USD mendapatkan dukungan relatif dari peran sebagai aset aman di tengah ketidakpastian global, meski pasar tetap memproyeksikan pemangkasan suku bunga The Fed. Ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga tiga kali dalam tahun berjalan, termasuk potensi langkah agresif 50 bps, membuat volatilitas pasar meningkat. Namun, bagi NZDUSD, pelemahan fundamental domestik jauh lebih dominan daripada faktor eksternal. Selama sektor riil Selandia Baru belum menunjukkan tanda perbaikan, tekanan terhadap NZDUSD kemungkinan akan berlanjut, membuat outlook pasangan ini cenderung bearish. Support terdekat berada di 0.5925, sementara resistance berada di 0.5980.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 147.60 dengan penguatan 0.14%. Pasangan USDJPY terus menunjukkan penguatan di tengah ketidakpastian politik di Jepang serta ekspektasi kebijakan moneter global. Resignasi Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, menambah ketidakpastian pasar dan berpotensi mendorong Bank of Japan (BoJ) menunda rencana kenaikan suku bunga berikutnya. Kondisi ini menciptakan ruang bagi Yen untuk tetap tertekan, mengingat investor memandang adanya potensi vacuum policy hingga pemilihan perdana menteri baru pada awal Oktober. Dengan latar belakang ini, meskipun The Fed diperkirakan segera memangkas suku bunga pada pertemuan September, tekanan pada Yen tetap lebih dominan sehingga USDJPY cenderung menguat. Selain faktor politik, data fundamental AS juga berperan penting. Indeks Empire State Manufacturing diperkirakan melambat, sehingga pasar memperkirakan The Fed akan lebih dovish dengan total tiga kali pemangkasan suku bunga tahun ini. Namun, ekspektasi tersebut justru tidak banyak mengurangi momentum USDJPY karena kelemahan Yen lebih besar akibat ketidakpastian arah kebijakan BoJ dan risiko turunnya kinerja ekspor Jepang. Dengan demikian, kombinasi politik domestik Jepang dan arah kebijakan moneter global memperkuat outlook bullish USDJPY dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 147.30, dan resistance berada di 147.90.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7957 dan menguat 0.14%. Pasangan USDCHF juga mencatat penguatan tipis meski pasar masih dibayangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Data AS terbaru, seperti klaim pengangguran mingguan yang naik signifikan ke level tertinggi empat tahun, menambah sentimen dovish terhadap The Fed. Namun, hal ini tidak sepenuhnya menekan USD terhadap Franc karena fundamental Swiss juga tidak mendukung penguatan CHF. Investor kini menunggu rilis data Michigan Consumer Sentiment Index yang diperkirakan menurun, sehingga potensi pelemahan USD terbatas akibat faktor eksternal. Dari sisi Swiss, komentar dovish dari Chairman SNB Martin Schlegel yang menyatakan kesiapan untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter telah menekan daya tarik Franc. Meski SNB kemungkinan tidak akan kembali ke suku bunga negatif, pandangan bahwa bank sentral siap menurunkan suku bunga lebih jauh membuat CHF relatif tidak atraktif sebagai aset safe haven. Dengan kondisi ini, USDCHF berpotensi melanjutkan tren penguatan, terutama bila data AS tidak terlalu buruk dan investor tetap menilai prospek kebijakan moneter Swiss lebih longgar dibandingkan ekspektasi pasar terhadap Fed. Support terdekat berada di 0.7930, sedangkan resistance berada di 0.7985.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3835 dengan kenaikan 0.07%. USDCAD juga berada pada tren menguat, didukung oleh perbedaan dinamika ekonomi AS dan Kanada. Dari sisi AS, inflasi yang masih di atas target, meski cenderung moderat, memberi ruang bagi The Fed untuk memulai siklus pelonggaran kebijakan. Namun pasar tenaga kerja yang melemah dengan kenaikan pengangguran ke 4,3% dan revisi negatif NFP memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps pada pekan ini. Kondisi ini justru masih menjaga daya tarik USD dibandingkan CAD karena investor melihat fundamental Kanada lebih rapuh. Kanada menghadapi tantangan besar dengan meningkatnya pengangguran ke level tertinggi sejak 2016 (di luar pandemi) dan tekanan ekspor akibat tarif AS. Bank of Canada diperkirakan akan memangkas suku bunga 25 bps pada 17 September, dengan peluang easing tambahan jika kondisi tenaga kerja memburuk. Data CPI Kanada memang mulai melandai di bawah target 2%, tetapi pelemahan pertumbuhan ekonomi dan kontraksi GDP kuartal II memperburuk outlook CAD. Dengan demikian, perbedaan kondisi makro AS-Kanada serta prospek kebijakan moneter membuat USDCAD tetap memiliki bias menguat dalam jangka menengah. Support terdekat berada di 1.3805, dan resistance berada di 1.3865.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
5:30am | NZD | BusinessNZ Services Index | 47.5 | - | 48.9 |
All Day | JPY | Bank Holiday | - | - | - |
6:01am | GBP | Rightmove HPI m/m | 0.4% | - | -1.3% |
8:30am | CNY | New Home Prices m/m | - | - | -0.3% |
9:00am | CNY | Industrial Production y/y | - | 5.7% | 5.7% |
9:00am | CNY | Retail Sales y/y | - | 3.8% | 3.7% |
9:00am | CNY | Fixed Asset Investment ytd/y | - | 1.5% | 1.6% |
9:00am | CNY | NBS Press Conference | - | - | - |
9:00am | CNY | Unemployment Rate | - | 5.2% | 5.2% |
1:00pm | EUR | German WPI m/m | - | 0.2% | -0.1% |
1:30pm | CHF | PPI m/m | - | 0.1% | -0.2% |
3:00pm | EUR | Italian Trade Balance | - | 5.50B | 5.41B |
4:00pm | EUR | Trade Balance | - | 11.7B | 2.8B |
5:00pm | EUR | German Buba Monthly Report | - | - | - |
7:30pm | CAD | Manufacturing Sales m/m | - | 1.7% | 0.3% |
7:30pm | CAD | Wholesale Sales m/m | - | 1.4% | 0.7% |
7:30pm | USD | Empire State Manufacturing Index | - | 4.3 | 11.9 |