Home
>
News
>
Publication
>
Pound Sterling Melemah di Tengah Kuatnya Dolar AS dan Kekhawatiran Ekonomi Inggris
Pound Sterling Melemah di Tengah Kuatnya Dolar AS dan Kekhawatiran Ekonomi Inggris
Thursday, 06 November 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1492

0.14%

GBPUSD

1.3049

0.12%

AUDUSD

0.6498

0.20%

NZDUSD

0.5653

0.23%

USDJPY

153.92

0.14%

USDCHF

0.8099

-0.12%

USDCAD

1.4107

-0.06%

GOLDUD

3964.45

0.34%

USD/IDR

16724

0.00%

Fokus GBPUSD:

  1. Penguatan dolar AS akibat ekspektasi suku bunga The Fed yang bertahan tinggi.
  2. Prospek ekonomi Inggris yang masih melambat.

Kamis, 06 November 2025 – Poundsterling dibuka di 1.3049, naik 0.12%. Pound Inggris menguat di kisaran 1.3050 pada perdagangan Rabu, mencatatkan rebound setelah tekanan beruntun selama dua pekan terakhir. Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko menjelang keputusan suku bunga Bank of England (BoE) pada Kamis. Komentar Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, yang menegaskan komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal meski menghadapi tantangan ekonomi, turut memberi dukungan terhadap sterling. Sentimen positif juga muncul karena pelaku pasar menilai langkah kebijakan fiskal Inggris yang hati-hati dapat memperkuat stabilitas ekonomi dan menopang kepercayaan terhadap mata uang domestik.

Dari sisi kebijakan moneter, pasar memperkirakan BoE akan menahan suku bunga acuan pada level saat ini dengan komposisi suara enam berbanding tiga dalam Komite Kebijakan Moneter. Meskipun inflasi utama Inggris masih berada di level 3,8%, arah kebijakan moneter mulai menunjukkan tanda pelonggaran seiring perlambatan tekanan harga. Investor menilai bahwa langkah BoE yang tidak terburu-buru dalam menurunkan suku bunga justru memperkuat prospek jangka menengah pound, karena mempertahankan daya tarik imbal hasil riil yang masih kompetitif di antara negara maju.

Dari sisi eksternal, rilis data ekonomi Amerika Serikat yang solid memberikan tekanan terbatas terhadap penguatan sterling. ISM Services PMI naik menjadi 52,4 pada Oktober dan data ketenagakerjaan ADP menunjukkan kenaikan 42.000 pekerjaan, menandakan perekonomian AS masih tangguh. Namun, berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada Desember justru mempersempit ruang penguatan dolar, sehingga memberi peluang bagi pound untuk mempertahankan momentum positifnya. Dengan kombinasi stabilitas fiskal domestik dan pergeseran sentimen pasar global, GBPUSD berpotensi melanjutkan penguatan moderat dalam jangka pendek.

Secara teknikal, GBPUSD melemah, Support terdekat berada di 1.3020, dan resistance di 1.3075Jika tekanan jual berlanjut, GBPUSD berisiko menguji support bertingkat di 1.3010, 1.2960, hingga 1.2890. Momentum bearish diperkirakan masih mendominasi selama harga belum mampu bertahan di atas 1.3140.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1492 dan menguat 0.14%. Euro masih menunjukkan penguatan moderat terhadap dolar AS setelah sempat mencatatkan pelemahan beruntun selama lima hari sebelumnya. Dukungan terhadap euro datang dari data PMI jasa dan manufaktur Zona Euro yang menunjukkan ekspansi lebih kuat dari ekspektasi, menandakan aktivitas ekonomi mulai pulih di tengah tekanan inflasi yang melandai. PMI jasa Jerman mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu tahun di 54,6, sementara PMI komposit kawasan naik menjadi 52,5. Di sisi lain, pelemahan indeks harga produsen (PPI) yang kembali turun 0,1% menjadi indikasi bahwa tekanan harga produsen terus mereda, memberikan ruang bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mempertahankan sikap kebijakan yang netral. Lagarde menyebut ECB saat ini berada “di posisi yang baik”, mempertegas pandangan bahwa pemangkasan suku bunga lanjutan belum diperlukan dalam waktu dekat. Dari Amerika Serikat, dolar AS justru bergerak tanpa arah yang jelas meskipun data ekonomi relatif solid. Laporan ADP Employment menunjukkan peningkatan 42.000 tenaga kerja di sektor swasta, di atas ekspektasi 25.000, sementara ISM Services PMI melonjak ke 52,4, menandakan ekspansi sektor jasa yang cukup kuat. Namun, sebagian pelaku pasar mulai menurunkan ekspektasi terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember menjadi sekitar 62%, dari sebelumnya 71%. Faktor ini menahan penguatan dolar lebih lanjut, dan menjadi peluang bagi euro untuk melakukan konsolidasi di sekitar area 1,1480–1,1500, terutama jika risiko politik di AS seperti deadlock pendanaan pemerintah terus berlanjut. Support terdekat berada di 1.1465, sementara resistance di 1.1515.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6498 dan menguat 0.20%. Dolar Australia menguat tipis terhadap dolar AS, didukung oleh data neraca perdagangan yang solid dan perkembangan positif dalam hubungan dagang AS–China. Surplus perdagangan Australia melebar menjadi 3,938 miliar dolar Australia di September, jauh melampaui ekspektasi pasar, berkat lonjakan ekspor sebesar 7,9% terutama dari sektor energi dan pertambangan. Di saat yang sama, keputusan Kementerian Keuangan China untuk menangguhkan sebagian tarif terhadap produk pertanian AS meningkatkan sentimen risiko global dan mendukung mata uang komoditas seperti AUD. Aktivitas jasa domestik juga tetap ekspansif, tercermin dari PMI jasa yang stabil di 52,5, memperlihatkan ketahanan ekonomi di tengah kebijakan moneter yang hati-hati dari Reserve Bank of Australia (RBA). RBA kembali mempertahankan suku bunga di 3,6% dan menegaskan pendekatan “sabar dan waspada” karena inflasi inti masih di atas 3%. Gubernur Michele Bullock menyatakan efek dari kebijakan sebelumnya masih berjalan dan belum ada urgensi untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut. Sementara itu, dari sisi eksternal, melemahnya dolar AS akibat ketidakpastian politik dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang berkurang turut memperkuat posisi AUD. Namun demikian, ketegangan baru terkait kebijakan teknologi antara Beijing dan Washington masih menjadi risiko pembatas bagi reli lebih lanjut. Support terdekat berada di 0.6475, dan resistance di 0.6520.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5653 dan naik 0.23%. Dolar Selandia Baru menguat terbatas setelah sempat melemah tajam akibat data ketenagakerjaan domestik yang lemah. Tingkat pengangguran naik menjadi 5,3% pada kuartal ketiga, tertinggi sejak 2016, sementara pertumbuhan pekerjaan stagnan, memperkuat ekspektasi pasar bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 26 November mendatang. Meskipun kondisi tenaga kerja melemah, optimisme pasar meningkat setelah China mengumumkan pelonggaran tarif terhadap produk pertanian AS, yang mendongkrak sentimen perdagangan global. Sebagai negara dengan ketergantungan ekspor tinggi ke China, kebijakan ini memberikan sedikit dukungan terhadap pergerakan NZD. Dari sisi eksternal, dolar AS melemah setelah data ekonomi yang kuat gagal mendorong ekspektasi hawkish baru terhadap The Fed. Pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 62% pada Desember, turun dari 94% sepekan sebelumnya, seiring dengan sikap hati-hati Powell yang menunggu data lanjutan di tengah shutdown pemerintahan yang berlarut. Tekanan terhadap dolar AS memberikan ruang bagi NZDUSD untuk melakukan rebound teknikal menuju area 0,5670–0,5700, meskipun potensi kenaikan masih terbatas selama prospek pelonggaran moneter RBNZ tetap kuat. Kombinasi fundamental domestik yang melemah dan ketergantungan tinggi pada kinerja ekonomi China menjadikan arah jangka pendek NZD cenderung sideways dengan bias bullish moderat. Support terdekat berada di 0.5625, dan resistance di 0.5675.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 153.92, melemah terhadap Dolar AS sebesar 0.14%. Dolar Amerika kembali menguat terhadap yen Jepang, didukung oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan ketahanan aktivitas jasa dan tenaga kerja. Laporan ADP mencatat kenaikan 42.000 tenaga kerja pada Oktober, berbalik positif dari penurunan bulan sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar. Sementara itu, indeks jasa ISM naik ke level 52,4, mengindikasikan ekspansi yang lebih kuat dari perkiraan. Data ini menegaskan bahwa sektor jasa masih menjadi pilar utama ekonomi AS dan memperkuat pandangan bahwa pemangkasan suku bunga The Fed mungkin tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Ekspektasi tersebut mendorong imbal hasil obligasi AS kembali naik, memperkuat permintaan terhadap dolar AS dan menekan yen. Namun, potensi penguatan dolar terhadap yen dibatasi oleh sikap hawkish dari Bank of Japan yang mulai menunjukkan kesiapan untuk melakukan penyesuaian kebijakan suku bunga. Risalah rapat terakhir BoJ mengindikasikan meningkatnya pandangan internal bahwa kondisi ekonomi domestik mulai mendukung normalisasi suku bunga, meskipun sebagian pembuat kebijakan masih berhati-hati mengingat risiko deflasi yang berkepanjangan. Selain itu, komentar dari pejabat Kementerian Keuangan Jepang yang menegaskan pentingnya stabilitas nilai tukar turut memberikan sinyal bahwa intervensi verbal tetap menjadi alat kebijakan yang dipertimbangkan. Dengan kondisi tersebut, potensi penguatan yen dapat muncul kembali jika otoritas Jepang meningkatkan retorika intervensi atau jika data ekonomi AS menunjukkan perlambatan yang nyata. Support terdekat berada di 153.60, dan resistance di 154.10.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8099 dan melemah -0.12%. Dolar AS melemah terhadap franc Swiss setelah gagal melanjutkan kenaikan ke level tertinggi tiga bulan, di tengah meningkatnya ketidakpastian politik di Amerika Serikat. Meski data ADP dan ISM menunjukkan ketahanan ekonomi yang baik, pasar tetap berhati-hati karena kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember menurun menjadi sekitar 68 persen. Pernyataan terbaru dari Ketua The Fed yang menegaskan pendekatan berhati-hati memperkuat pandangan bahwa bank sentral masih menunggu data lebih lanjut sebelum mengambil langkah kebijakan baru. Namun, ketidakpastian akibat kebuntuan politik di Washington yang memperpanjang penutupan sebagian pemerintahan membuat dolar AS kehilangan momentumnya. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi AS, sehingga investor mulai mencari aset lindung nilai. Franc Swiss mendapatkan dukungan tambahan dari meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar ekuitas global. Ketegangan di sektor teknologi dan peringatan potensi koreksi pasar dari sejumlah eksekutif bank besar Wall Street memperkuat permintaan terhadap franc. Meskipun inflasi domestik Swiss melambat, kekuatan mata uang ini masih ditopang oleh reputasinya sebagai aset safe haven. Pelaku pasar kini menanti data pengangguran Swiss yang akan dirilis pada Kamis untuk mengukur kekuatan pasar tenaga kerja. Jika data menunjukkan stabilitas, franc berpotensi mempertahankan penguatannya terhadap dolar dalam waktu dekat, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian politik dan fiskal di Amerika Serikat. Support terdekat berada di 0.8070, dan resistance di 0.8125.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.4107 dan turun -0.06%. Dolar Kanada melemah terhadap dolar AS, meskipun momentum penguatan dolar AS mulai terbatas setelah rilis data ketenagakerjaan dan aktivitas jasa yang solid. Data ADP dan ISM menunjukkan pemulihan yang kuat di sektor swasta AS, memperkuat pandangan bahwa The Fed mungkin akan menunda langkah pemangkasan suku bunga pada Desember. Ekspektasi tersebut menopang dolar AS secara luas dan menekan dolar Kanada. Selain itu, harga minyak mentah dunia yang kembali turun ke kisaran 60 dolar per barel turut memperlemah kinerja mata uang Kanada yang sangat bergantung pada ekspor energi. Kombinasi pelemahan harga komoditas dan ketidakpastian terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed membuat dolar Kanada berada di bawah tekanan jangka pendek. Meski demikian, beberapa faktor domestik dapat menahan pelemahan lebih lanjut. Pemerintah Kanada meningkatkan belanja modal dengan defisit fiskal yang relatif rendah, memberi ruang bagi Bank of Canada untuk mempertahankan suku bunga acuan di 2,25 persen lebih lama. Dukungan fiskal ini diharapkan menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan eksternal yang meningkat. Jika stabilitas fiskal Kanada tetap terjaga dan harga minyak menunjukkan pemulihan, dolar Kanada berpotensi menguat kembali. Namun, hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed dan perkembangan harga energi global, ruang penguatan bagi dolar Kanada masih terbatas dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 1.4080, dan resistance di 1.4125.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

4:30am

CAD

BOC Gov Macklem Speaks

-

-

-

6:30am

JPY

Average Cash Earnings y/y

1.9%

1.9%

1.3%

7:30am

AUD

Goods Trade Balance

3.94B

3.93B

1.11B

2:00pm

EUR

German Industrial Production m/m

-

3.0%

-4.3%

2:45pm

EUR

French Prelim Private Payrolls q/q

-

-0.1%

0.2%

3:00pm

CHF

Unemployment Rate

-

3.0%

3.0%

4:30pm

GBP

Construction PMI

-

46.9

46.2

5:00pm

EUR

Retail Sales m/m

-

0.2%

0.1%

Tentative

EUR

Spanish 10-y Bond Auction

-

-

3.09|1.7

Tentative

EUR

French 10-y Bond Auction

-

-

3.51|2.5

7:00pm

GBP

BOE Monetary Policy Report

-

-

-

7:00pm

GBP

Monetary Policy Summary

-

-

-

7:00pm

GBP

MPC Official Bank Rate Votes

-

0-3-6

0-2-7

7:00pm

GBP

Official Bank Rate

-

4.00%

4.00%

7:30pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

7:30pm

GBP

BOE Gov Bailey Speaks

-

-

-

7:30pm

USD

Challenger Job Cuts y/y

-

-

-25.8%

8:50pm

CAD

Gov Council Member Gravelle Speaks

-

-

-

9:00pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

10:00pm

CAD

Ivey PMI

-

55.2

59.8

10:30pm

CAD

BOC Gov Macklem Speaks

-

-

-

10:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

34B

74B

11:00pm

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

11:00pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788