| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08080 | -0.13% |
GBPUSD | 1.29220 | 0.02% |
AUDUSD | 0.62760 | 0.29% |
NZDUSD | 0.57160 | 0.23% |
USDJPY | 150.580 | 0.24% |
USDCHF | 0.88230 | 0.09% |
USDCAD | 1.43260 | -0.10% |
GOLDUD | 3,014.980 | -0.21% |
COFU | 69.16 | -0.16% |
USD/IDR | 16,556 | 0.01% |
Selasa, 25 Maret 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu oleh sentimen dari OPEC+ yang kemungkinan tetap melanjutkan rencana kenaikan pasokan pada bulan Mei, dan sinyal positif kemajuan dalam pembicaraan antara Rusia dengan AS. Meksi demikian, pengetatan pasokan Venezuela dan proyeksi terbaru Goldman Sachs berpotensi mendorong minyak kembali menguat.
Kelompok aliansi OPEC dan sekutunya kemungkinan akan tetap melanjutkan rencana untuk meningkatkan produksi pada bulan Mei sebesar 135.000 bph, kata empat sumber pada hari Senin. Rencana tersebut didukung oleh situasi harga minyak yang stabil, dan kompensasi dari beberapa anggota yang diharuskan mengurangi pasokan untuk mengimbangi kelebihan produksi sebelumnya, tambah sumber tersebut.
Turut membebani harga, pembicaraan yang berakhir pada Senin malam antara pejabat AS dan Rusia memberikan sinyal positif akan mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata dalam waktu dekat serta membantu membuka jalan bagi negosiasi perdamaian yang lebih luas, kata sumber Gedung Putih. Dalam pembicaraan yang berfokus pada usulan gencatan senjata di jalur Laut Hitam antara Rusia dengan Ukraina itu, kedua belah pihak berencana merilis pernyataan bersama pada hari Selasa, setelah rancangannya disetujui oleh AS dan Rusia.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Senin malam mengatakan akan mengenakan tarif sekunder sebesar 25% yang berlaku mulai 2 April, baik terhadap Venezuela maupun semua negara yang membeli minyak atau gas dari Venezuela. Negara Amerika Selatan itu memproduksi 918 ribu barel minyak mentah per hari pada bulan Februari, naik dari 760 ribu bph pada tahun 2023, dan mengekspor sekitar 750 ribu bph. Berita tersebut mengisyaratkan potensi pengetatan pasokan minyak dari Venezuela, setelah dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan output pasca pelonggaran sanksi saat era pemerintahan Biden.
Dukungan lainnya datang dari laporan terbaru yang dirilis hari Senin oleh Goldman Sachs yang memperkirakan pertumbuhan produksi minyak non-OPEC+ melambat sekitar 0,3 juta bph selama periode 12 bulan untuk setiap penurunan harga minyak sebesar $10 per barel, saat minyak mentah Brent berada di atas $70 per barel. Penurunan produksi ini akan meningkat menjadi 0,65 juta bph, ketika harga minyak mentah Brent bergerak antara $50 dan $70 per barel.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:00 | USA - House Price Index MoM |
| 0.2% | 0.4% |
20:00 | USA - S&P Case Shiller Home Price MoM |
| 0.2% | -0.1% |
21:00 | USA - CB Consumer Confidence |
| 94 | 98.3 |
21:00 | USA - New Home Sales |
| 0.68M | 0.657M |