Home
>
News
>
Publication
>
Potensi Memanasnya Tensi China - AS Buat Pergerakan Minyak Terbebani
Potensi Memanasnya Tensi China - AS Buat Pergerakan Minyak Terbebani
Thursday, 18 September 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1828

-0.18%

GBPUSD

1.3633

-0.17%

AUDUSD

0.6658

-0.38%

NZDUSD

0.5965

-0.91%

USDJPY

146.76

0.26%

USDCHF

0.7874

0.29%

USDCAD

1.3764

0.15%

GOLDUD

3,659.62

-0.22%

COFU

63.67

-0.46%

USD/IDR

16,426

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Menteri Pertahanan China serukan persatuan global yang lebih kuat untuk menghindari hukum rimba.
  • Bank sentral AS pangkas suku bunga dan isyaratkan pemangkasan lebih lanjut selama sisa tahun ini.

************************************************************

Kamis, 18 September 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari potensi meningkatnya ketegangan China dengan AS, dan desakan dari Polandia terhadap sesama anggota Uni Eropa. Meski demikian, pemangkasan suku bunga AS untuk pertama kalinya sejak Desember, dan indikasi permintaan yang kuat di pasar energi AS berpotensi mendorong harga kembali bullish.

Menteri Pertahanan China, Dong Jun, pada hari Kamis mendesak upaya yang lebih besar untuk persatuan global, dan memperingatkan dunia yang semakin terpecah belah karena hukum rimba. Komentar agresif Dong menyusul pidato terbaru Presiden Xi Jinping yang dianggap berisi sindiran terhadap AS, memicu kekhawatiran akan meningkatkan ketegangan antara China dengan AS, yang berpotensi mengarah pada konflik dagang antara dua raksasa ekonomi dunia itu.

Turut membebani harga, Polandia mendesak negara-negara anggota Uni Eropa yang masih membeli energi Rusia untuk mengakhiri impor tersebut pada akhir 2026, dan akan menawarkan bantuan untuk mencapai tujuan tersebut, kata Menteri Energi Milosz Motyka pada hari Rabu. Desakan Polandia tersebut menyusul komentar dari kepala eksekutif Uni Eropa Ursula von der Leyen yang sebelumnya mengatakan bahwa Komisi Eropa berencana mempercepat penghapusan bertahap impor fosil Rusia, setelah panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump.

Sementara itu, bank sentral AS memangkas suku bunga acuan sebesar seperempat poin persentase pada hari Rabu dan mengindikasikan akan melakukan dua pemangkasan lagi untuk sisa tahun 2025. Pemangkasan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Desember tersebut menjadi katalis positif bagi prospek permintaan minyak yang biasanya akan meningkat didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang menguat dengan adanya biaya pinjaman yang lebih rendah.

Dukungan lainnya datang dari stok minyak mentah AS yang merosot turun sebesar 9,29 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1,5 juta barel, ungkap laporan EIA untuk penutupan pekan yang berakhir 12 September. Untuk bensin dilaporkan turun sebesar 2,35 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $66 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $61 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

240K

263K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1950K

1939K

21:00

USA - CB Leading Index MoM

 

-0.2%

-0.1%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788