Home
>
News
>
Publication
>
Potensi Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran Dorong Minyak Kembali Bullish
Potensi Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran Dorong Minyak Kembali Bullish
Wednesday, 21 May 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1281

0.20%

GBPUSD

1.3392

0.14%

AUDUSD

0.6423

0.28%

NZDUSD

0.5924

0.25%

USDJPY

144.49

-0.28%

USDCHF

0.8281

-0.42%

USDCAD

1.3914

-0.11%

GOLDUD

3,292.70

0.55%

COFU

62.27

1.56%

USD/IDR

16,409

-0.06%

Fokus Crude Oil:

  • Israel tengah mempersiapkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, ungkap laporan intelijen terbaru AS.
  • OPEC tetap optimis akan pertumbuhan permintaan minyak global, meskipun ada hambatan baru-baru ini.

***********************************************************

Rabu, 21 Mei 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat dipicu oleh kekhawatiran akan potensi konflik baru di Timur Tengah antara Israel dan Iran, serta pandangan optimis OPEC akan pertumbuhan permintaan minyak global. Meski demikian, laporan stok API dan kenaikan produksi Kazakhstan membatasi tren bullish minyak lebih lanjut.

Dalam sebuah laporan intelijen terbaru AS yang dikutip oleh media CNN pada hari Selasa menunjukkan bahwa militer Israel tengah bersiap untuk menyerang fasilitas nuklir Iran, yang memicu kekhawatiran akan mengarah pada konflik baru yang dapat mengganggu pasokan dari produsen minyak terbesar ketiga OPEC tersebut. Menurut sumber yang mengetahui intelijen tersebut, kemungkinan serangan telah meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir, bahkan dapat meningkat lebih lanjut jika AS dan Iran mencapai kesepakatan dengan mengecualikan penghentian pengayaan uranium Iran.

Turut mendukung harga, OPEC optimis akan pertumbuhan permintaan minyak global yang diperkirakan akan meningkat sebesar 1,3 juta barel per hari pada tahun 2025 dan 2026, kata Sekretaris Jenderal Al Ghais pada hari Selasa. Meskipun ada hambatan baru-baru ini termasuk risiko terhadap perdagangan dan ekonomi global, Al Ghais melihat pertumbuhan ekonomi global tahun ini diperkirakan sebesar 2,9%, sementara 2026 diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sebesar 3,1%.

Sementara itu, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah AS melonjak naik sebesar 2,499 juta barel untuk pekan yang berakhir 16 Mei. Lonjakan itu diluar dugaan yang sebelumnya memperkirakan stok akan turun sebesar 1,850 juta barel, dan sekaligus menandai kenaikan untuk dua pekan berturut-turut. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS, meski demikian pasar masih menantikan rilisnya laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh EIA.

Masih dari sisi pasokan, produksi rata-rata minyak mentah Kazakhstan pada periode 1-19 Mei naik 2% menjadi 1,86 juta barel per hari, dari 1,82 juta barel per hari pada bulan April. Kenaikan tersebut juga melebihi kuota untuk Kazakhstan yang telah disepakati bersama OPEC+, yaitu di level 1,486 juta barel per hari untuk bulan Mei.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $66 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $61 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-1.85M

3.454M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-1.76M

-1.022M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788