Home
>
News
>
Publication
>
Potensi Gangguan Jalur CPC Mereda, Harga Minyak Ikut Meredup
Potensi Gangguan Jalur CPC Mereda, Harga Minyak Ikut Meredup
Thursday, 27 February 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.04810

-0.09%

GBPUSD

1.26730

-0.09%

AUDUSD

0.63040

-0.13%

NZDUSD

0.56910

-0.04%

USDJPY

149.080

0.16%

USDCHF

0.89460

0.07%

USDCAD

1.43330

0.15%

GOLDUD

2,919.850

-0.23%

COFU

68.82

-0.04%

USD/IDR

16,364

0.11%

Fokus Crude Oil:

  • Ekspor minyak melalui jalur CPC akan berjalan sesuai jadwal, kata Menteri Energi Kazakhstan pada hari Rabu.
  • Uni Eropa berencana memangkas impor energi senilai 45 miliar euro pada akhir tahun guna mendukung industri Eropa.

***********************************************************

Kamis, 27 Februari 2025 - Harga minyak pagi ini masih bergerak tertekan dibebani oleh sentimen dari meredanya kekhawatiran gangguan pasokan di jalur CPC, potensi eskalasi tensi AS dengan China, serta isyarat Uni Eropa untuk memangkas impor energi.

Ancaman gangguan pasokan dari jalur CPC karena kerusakan pada stasiun pemompaan Kropotkinskaya di wilayah Krasnodar selatan akibat serangan pesawat drone pada minggu lalu, mereda pasca Menteri Energi Almasadam Satkaliyev pada hari Rabu mengatakan bahwa ekspor minyak Kazakhstan melalui rute ekspor utama jalur CPC akan tetap berjalan sesuai jadwal. Satkaliyev menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada risiko penurunan volume pemuatan tanker, selain itu penyimpanan minyak cukup besar untuk membuat operasi yang stabil.

Turut membebani harga, Departemen Keuangan AS pada hari Rabu menjatuhkan sanksi terhadap enam entitas yang berbasis di Hong Kong dan China dengan tuduhan terlibat dalam jaringan pengadaan pesawat drone Iran, yaitu melalui pengadaan komponen drone UAV atas nama perusahaan Iran yang dikenai sanksi AS, Pishtazan Kavosh Gostar Boshra, dan anak perusahaannya Narin Sepehr Mobin Isatis, seraya menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut adalah pemasok utama program UAV dan rudal balistik Iran. Tindakan AS tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatkan tensi antara AS dengan China yang tengah memanas karena perang tarif Trump.

Sentimen negatif lainnya datang dari Komisi Eropa yang pada hari Rabu mengatakan telah mengajukan proposal untuk mempercepat pemberian izin bagi proyek energi terbarukan, dan mengubah cara penetapan tarif energi, serta meningkatkan bantuan negara untuk industri bersih dan pembangkitan listrik yang lebih fleksibel. Melalui langkah-langkah tersebut diharapkan akan dapat memangkas biaya impor minyak dan gas Uni Eropa senilai €45 miliar pada akhir tahun 2025 dan membantu mencapai penghematan tahunan sebesar €130 miliar pada tahun 2030.

Sementara itu, persediaan minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 2,33 juta barel, di luar prediksi yang sebelumnya memperkirakan stok akan naik sebesar 2,54 juta barel, ungkap badan statistik EIA dalam laporan terbaru yang dirilis Rabu malam. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang positif di pasar energi AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - GDP Growth Rate QoQ

 

2.3%

3.1%

20:30

USA - Initial Jobless Claims

 

221K

219K

20:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1870K

1869K

22:00

USA - Pending Home Sales MoM

 

-1.3%

-5.5%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788