Home
>
News
>
Publication
>
Potensi Eskalasi Konflik Timur Tengah Picu Minyak Melaju Bullish
Potensi Eskalasi Konflik Timur Tengah Picu Minyak Melaju Bullish
Tuesday, 06 May 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1314

-0.18%

GBPUSD

1.3290

-0.13%

AUDUSD

0.6467

-0.29%

NZDUSD

0.5966

-0.25%

USDJPY

143.67

0.26%

USDCHF

0.8219

0.32%

USDCAD

1.3823

0.10%

GOLDUD

3,333.60

1.25%

COFU

57.25

1.07%

USD/IDR

16,416

0.08%

Fokus Crude Oil:

  • Israel akan perluas serangan yang mungkin mencakup perebutan seluruh Jalur Gaza, kata Netanyahu.
  • Pertumbuhan sektor jasa di China pada bulan April mencapai titik terendah dalam 7 bulan, ungkap PMI Caixin.

***********************************************************

Selasa, 06 Mei 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat dipicu oleh sentimen dari potensi eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah. Meski demikian, rilisnya data ekonomi terbaru China yang lesu, dan peningkatan pasokan minyak AS membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Senin mengatakan bahwa serangan terhadap kelompok Hamas akan diperluas menjadi intensif setelah kabinet keamanannya menyetujui rencana operasi serangan, yang mungkin mencakup perebutan seluruh Jalur Gaza. Utusan AS Steve Witkoff mengatakan Israel adalah negara berdaulat yang membuat keputusannya sendiri.

Masih dari Timur Tengah, militer Israel mengatakan pihaknya telah melancarkan serangan udara terhadap Pelabuhan Hodeidah Yaman pada hari Senin, sehari setelah kelompok Houthi menembakkan rudal yang menghantam dekat bandara utama Israel. Pelabuhan tersebut merupakan pelabuhan terbesar kedua di Laut Merah setelah Aden dan merupakan titik masuk bagi sekitar 80% impor pangan Yaman. Tiga sumber Houthi mengatakan tingkat kerusakan di pelabuhan itu tidak diketahui, namun intensitas serangan dan kebakaran menyebabkan kerusakan parah pada tempat berlabuh kontainer.

Sementara itu, aktivitas jasa di China tumbuh pada laju paling lambat dalam tujuh bulan pada bulan April, dengan pertumbuhan pesanan baru melambat dari bulan Maret, terbebani oleh ketidakpastian yang disebabkan oleh tarif AS, menurut survei sektor swasta PMI Caixin yang dirilis pada hari Selasa. Sektor jasa turun menjadi 50,7 dari 51,9 pada bulan Maret, angka terendah sejak September. Hasil tersebut juga sejalan dengan survei resmi, yang menunjukkan aktivitas jasa menurun menjadi 50,1 dari 50,3 pada bulan sebelumnya.

Turut membebani harga, produksi minyak dari Teluk Meksiko AS dapat melonjak hingga 2,4 juta barel per hari dari level saat ini sekitar 1,8 juta barel per hari, kata Erik Milito, presiden National Ocean Industries Association pada hari Senin. Pemerintahan Trump minggu lalu mengatakan akan menerapkan proses perizinan darurat untuk proyek energi di lahan federal, dengan memangkas waktu persetujuan menjadi paling lama 28 hari.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $60 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $55 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Trade Balance

 

$-129B

$-122.7B

21:10

USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index

 

50.2

49.1

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788