| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1693 | 0.27% |
GBPUSD | 1.3490 | 0.25% |
AUDUSD | 0.6472 | 0.34% |
NZDUSD | 0.5852 | 0.31% |
USDJPY | 147.52 | -0.53% |
USDCHF | 0.8014 | -0.26% |
USDCAD | 1.3843 | -0.19% |
GOLDUD | 3368.7 | 0.07% |
USD/IDR | 16335 | 0.00% |
Fokus EURUSD:
Senin, 25 Agustus 2025 – Pasangan mata uang Euro dibuka di 1.1693 dan menguat sebesar 0.27%. Pasangan mata uang EURUSD menguat tajam setelah pidato dovish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada simposium Jackson Hole menimbulkan spekulasi baru di pasar bahwa bank sentral AS semakin dekat untuk melonggarkan kebijakan moneter. Powell menegaskan bahwa meskipun inflasi masih berada di atas target, tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja mulai meningkat, sehingga keseimbangan risiko kini tidak lagi sepenuhnya condong ke arah inflasi. Pernyataan ini ditafsirkan pasar sebagai sinyal bahwa The Fed siap mempertimbangkan pemangkasan suku bunga lebih cepat. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas pemangkasan suku bunga 25 basis poin di bulan September melonjak ke 85% dari sebelumnya 72%, menandakan meningkatnya keyakinan investor bahwa siklus pelonggaran moneter akan segera dimulai. Pelemahan indeks dolar (DXY) lebih dari 1% memperkuat momentum penguatan EURUSD ke area 1.17, level yang menjadi titik penting bagi psikologi pasar.
Selain dari faktor AS, euro mendapatkan dukungan tambahan dari sikap European Central Bank (ECB) yang relatif lebih berhati-hati dalam memberi sinyal pelonggaran. Anggota Dewan Gubernur ECB Joachim Nagel menekankan bahwa diperlukan perubahan signifikan dalam prospek ekonomi untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga kembali, sementara Martins Kazaks menambahkan bahwa ECB kini telah memasuki fase baru, yakni memantau kondisi ekonomi daripada melakukan intervensi aktif. Pesan ini menunjukkan bahwa peluang pemangkasan suku bunga di kawasan euro dalam waktu dekat relatif kecil, berbeda dengan The Fed yang menghadapi tekanan politik dan ekonomi untuk segera menurunkan suku bunga. Divergensi kebijakan moneter ini menciptakan faktor pendorong yang kuat bagi EUR/USD, di mana euro lebih stabil sementara dolar AS cenderung tertekan akibat ekspektasi pelonggaran. Bahkan data ekonomi Jerman yang menunjukkan kontraksi -0,3% pada kuartal II tidak banyak melemahkan euro, karena pasar lebih menitikberatkan pada arah kebijakan moneter global.
Faktor fundamental lain yang turut menopang penguatan euro adalah ketahanan pasar tenaga kerja di kawasan Eropa. Presiden ECB Christine Lagarde menyoroti bahwa lapangan kerja di zona euro tumbuh 4,1% sejak akhir 2021 hingga pertengahan 2025, hampir sebanding dengan laju pertumbuhan ekonomi meskipun menghadapi tekanan inflasi tinggi dan pengetatan kebijakan moneter. Resiliensi tenaga kerja ini menciptakan keyakinan bahwa ekonomi kawasan masih memiliki fondasi yang relatif stabil dibandingkan ekspektasi pelemahan di AS. Pasar kini menunggu data inflasi inti PCE AS, CPI, serta Nonfarm Payrolls sebagai data kunci yang akan menentukan arah kebijakan Fed berikutnya. Selama data tidak memberikan kejutan hawkish yang signifikan, EURUSD berpotensi melanjutkan penguatannya, dengan dorongan utama berasal dari divergensi kebijakan moneter dan kepercayaan investor bahwa siklus pelonggaran Fed akan lebih agresif dibanding ECB. Dengan kombinasi faktor tersebut, tren penguatan EURUSD berpotensi berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah.
Harga pada pasangan mata uang EURUSD menguat. Support terdekat berada di 1.1670, sementara resistance terdekat berada di 1.1720. Support lanjutan di zona 1.1630 dan dilanjutkan ke zona 1.1600. Resistance lanjutan di zona 1.1750 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1790.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3490 dan naik 0.25%. Pasangan GBPUSD kembali menguat setelah pidato Ketua The Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole yang bernada dovish, memicu pelemahan Dolar AS secara luas. Powell menegaskan bahwa risiko pelemahan pasar tenaga kerja meningkat, sementara tekanan inflasi masih ada namun bersifat lebih “satu kali” akibat tarif impor. Pernyataan tersebut membuat pasar meningkatkan ekspektasi bahwa pemangkasan suku bunga pertama akan terjadi pada September, dengan probabilitas naik menjadi sekitar 90%. Penurunan imbal hasil obligasi AS pasca pernyataan ini juga memperkuat arus keluar dari Greenback, sehingga Poundsterling memperoleh dorongan positif. Dari sisi domestik Inggris, meskipun inflasi Juli sempat lebih tinggi dari perkiraan, sebagian besar kenaikan harga dipicu oleh tiket pesawat dan bukan bersifat luas, sehingga tidak terlalu mengubah outlook Bank of England (BoE). Namun, data aktivitas bisnis yang mencatat kinerja terbaik dalam setahun tetap memberi dukungan pada Sterling, menandakan sektor jasa masih resilient. BoE sendiri masih berhati-hati dalam jalur pemangkasan suku bunga, dengan pasar memperkirakan pemotongan selanjutnya baru terjadi pada 2026. Kombinasi ekspektasi Fed yang lebih dovish dan BoE yang lebih lambat melonggarkan kebijakan menjadi alasan utama mengapa GBPUSD mampu rebound kuat dalam beberapa sesi terakhir. Support terdekat berada di 1.3460, dan resistance terdekat berada di 1.3520.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6472 dan menguat 0.34%. Aussie Dollar juga ikut menguat setelah sempat tertekan ke level terendah dua bulan. Sentimen positif muncul terutama karena pelemahan Dolar AS pasca pernyataan dovish Powell, ditambah dengan data domestik Australia yang relatif solid. PMI manufaktur naik ke 52,9 dan jasa ke 55,1 pada Agustus, mendorong PMI komposit ke 54,9 level ekspansi yang menunjukkan momentum ekonomi tetap terjaga. Sementara itu, ekspektasi inflasi konsumen turun ke 3,9% dari 4,7%, memperkuat pandangan bahwa tekanan harga mulai mereda. Kondisi ini memberi ruang bagi Reserve Bank of Australia (RBA) untuk mempertahankan kebijakan akomodatif, setelah memangkas suku bunga ke 3,6% pada pertemuan terakhir. Meskipun pasar memperkirakan pemotongan lanjutan bahkan hingga 50 bps pada November penguatan AUD kali ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal, yakni pelemahan Greenback dan perbaikan sentimen risiko global. Kepercayaan konsumen yang melonjak 5,7% ke level tertinggi sejak 2022 juga mendukung outlook domestik, menandakan masyarakat mulai lebih optimis terhadap prospek ekonomi. Dengan Fed yang kemungkinan menurunkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan, gap kebijakan dengan RBA menjadi tidak terlalu lebar. Hal ini membantu AUDUSD membalikkan pelemahan mingguan dan berpotensi mempertahankan momentum pemulihan dalam jangka pendek, terutama jika data global mendukung risk appetite. Support terdekat berada di 0.6445, sementara resistance berada di 0.6500.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5852 dan naik 0.31%. Kiwi Dollar bangkit kuat dari level terendah sejak April, dengan NZDUSD. Pemicu utamanya adalah ekspektasi Fed yang lebih dovish, yang menekan imbal hasil obligasi AS dan melemahkan Dolar secara luas. Pernyataan Powell bahwa risiko pasar tenaga kerja AS meningkat memberi ruang bagi pasar untuk menilai bahwa pemangkasan suku bunga akan segera dilakukan. CME FedWatch menunjukkan probabilitas cut 25 bps pada September melonjak hingga 90%. Kondisi ini mendorong perbaikan sentimen risiko, memicu penguatan ekuitas, dan sekaligus memberi angin segar bagi mata uang berbeta tinggi seperti Kiwi. Dari sisi domestik, meskipun RBNZ baru saja memangkas suku bunga 25 bps ke 3,0% dan bernada dovish, pasar kini menilai tekanan dari perbedaan kebijakan moneter dengan Fed bisa sedikit berkurang. Jika The Fed memangkas lebih cepat, maka gap antara suku bunga AS dan NZ tidak akan melebar sejauh perkiraan sebelumnya. Ditambah dengan perbaikan sentimen global, Kiwi mendapatkan kesempatan untuk mengurangi tekanan jual yang sebelumnya sangat dominan. Namun secara fundamental, outlook NZD masih rapuh karena prospek pertumbuhan global yang melemah dan potensi easing lebih lanjut dari RBNZ tetap terbuka. Rebound saat ini lebih bersifat reaksi teknis terhadap Fed, tetapi cukup signifikan untuk membawa NZDUSD keluar dari tren bearish mingguan. Support terdekat berada di 0.5825, dan resistance terdekat berada di 0.5885.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 147.52 dan melemah -0.53%. USDJPY mengalami pelemahan signifikan setelah kini bergerak turun ke kisaran 146.60–147.40. Pelemahan ini dipicu oleh komentar Gubernur BoJ Kazuo Ueda pada simposium Jackson Hole yang memberi sinyal hawkish, dengan menegaskan bahwa kenaikan upah di Jepang meluas ke sektor usaha kecil-menengah dan pasar tenaga kerja yang kian ketat berpotensi mendorong inflasi berbasis permintaan. Data inflasi inti Jepang bulan Juli yang tetap berada di 3,1% YoY, di atas target 2% BoJ, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral Jepang masih memiliki ruang untuk pengetatan kebijakan tambahan dalam beberapa bulan ke depan. Faktor-faktor ini meningkatkan minat beli terhadap yen, sekaligus menekan pergerakan USDJPY. Di sisi lain, dolar AS kehilangan momentum setelah pidato Powell di Jackson Hole yang berimbang, menekankan bahwa risiko terhadap pasar tenaga kerja meningkat meski inflasi tetap menjadi ancaman. Pasar menafsirkan sikap ini sebagai sinyal dovish, sehingga probabilitas pemangkasan suku bunga pada September naik ke 90% berdasarkan CME FedWatch Tool. Tekanan jual terhadap dolar kian kuat seiring turunnya imbal hasil Treasury AS, mendorong USDJPY semakin tertekan. Dengan outlook bahwa BoJ berpotensi lebih hawkish dibandingkan Fed yang cenderung akomodatif, arah fundamental USDJPY ke depan cenderung melemah. Support terdekat ada di 147.20, sementara resistance berada di 147.90.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8014 dan turun -0.26%. setelah sebelumnya sempat naik imbas pelemahan dolar AS yang luas pasca pernyataan Powell menjadi pemicu utama, dengan pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga Fed pada September naik ke 90%. Kondisi ini menekan imbal hasil obligasi AS dan memicu aksi jual Greenback secara broad-based, termasuk terhadap franc Swiss. Selain itu, data manufaktur AS yang melemah, bersama ketidakpastian akibat tarif baru, menambah tekanan pada USD. Dari sisi Swiss, meskipun inflasi masih rendah di 0,2% YoY, franc tetap mendapat dukungan sebagai aset safe haven di tengah gejolak kebijakan global. Ekspektasi bahwa Swiss National Bank mungkin menunda langkah pelonggaran lebih lanjut juga memperkuat CHF, terlebih dengan data neraca perdagangan yang masih menunjukkan surplus meskipun menyempit. Tekanan terhadap USDCHF diperbesar oleh kombinasi outlook Fed yang lebih dovish dan peran franc sebagai mata uang pelindung risiko. Hal ini membuat tren USD/CHF cenderung bearish dalam jangka pendek, terutama jika Powell tidak memberikan sinyal penahan terhadap ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih agresif. Support terdekat berada di 0.7990, dan resistance berada di 0.8040.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3843 dan melemah tipis -0.19%. USDCAD mulai kehilangan traksi setelah sebelumnya menguat level tertinggi sejak Mei. Pelemahan dolar AS terjadi setelah komentar Powell yang lebih dovish di Jackson Hole meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed, sehingga menekan DXY dan mendorong investor melepas posisi beli dolar. Selain itu, data ritel Kanada yang lebih kuat dari perkiraan untuk Juni (1,5% MoM, dengan ritel inti naik 1,9%) memberikan dorongan positif bagi CAD, sekalipun proyeksi untuk Juli menunjukkan potensi kontraksi sebesar -0,8%. Respon pasar cenderung lebih fokus pada data riil Juni yang mencerminkan perbaikan konsumsi domestik, sehingga menopang CAD. Faktor fundamental lainnya yang mendukung CAD adalah ekspektasi bahwa Bank of Canada mungkin menunda atau mengurangi agresivitas pemangkasan suku bunga setelah data konsumsi menunjukkan ketahanan. Meskipun harga minyak mentah belum sepenuhnya pulih, sentimen terhadap CAD lebih positif dibandingkan USD yang tertekan oleh spekulasi pemangkasan Fed hingga 50 bps di akhir tahun. Kombinasi penguatan data domestik Kanada dan pelemahan dolar AS global membuat USDCAD terkoreksi, dengan risiko penurunan lebih lanjut jika BoC mempertahankan sikap hati-hati dan harga minyak kembali stabil. Support terdekat berada di 1.3810, dan resistance di 1.3865.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
5:45am | NZD | Retail Sales q/q | 0.5% | 0.1% | 0.8% |
5:45am | NZD | Core Retail Sales q/q | 0.7% | -0.3% | 0.4% |
All Day | GBP | Bank Holiday | - | - | - |
3:00pm | EUR | German ifo Business Climate | - | 88.7 | 88.6 |
7:30pm | CAD | Corporate Profits q/q | - | - | 2.7% |
8:00pm | EUR | Belgian NBB Business Climate | - | -9.8 | -10.8 |
9:00pm | USD | New Home Sales | - | 635K | 627K |