| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1417 | -0.18% |
GBPUSD | 1.3548 | -0.13% |
AUDUSD | 0.6512 | 0.18% |
NZDUSD | 0.6045 | 0.20% |
USDJPY | 144.59 | 0.28% |
USDCHF | 0.8215 | 0.22% |
USDCAD | 1.3699 | 0.09% |
GOLDUD | 3,324.30 | -0.64% |
COFU | 65.46 | 0.17% |
USD/IDR | 16,272 | 0.01% |
Selasa, 10 Juni 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak pada tren bullish didukung oleh sinyal positif hasil pertemuan AS - China yang memicu harapan akan meredakan ketegangan dagang antara kedua ekonomi terbesar dunia itu. Meski demikian, peningkatan produksi OPEC dan isyarat kemajuan dalam negosiasi nuklir antara AS - Iran membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Pertemuan antara negosiator AS dan China yang berlangsung pada hari Senin di London untuk membahas terkait masalah tarif dagang hingga pembatasan atas tanah jarang, akan dilanjutkan kembali pada pukul 10 pagi BST hari Selasa, kata sumber AS yang mengetahui negosisasi tersebut. Presiden AS Donald Trump pada hari Senin memberikan pandangan positif terhadap pertemuan tersebut, dan mengatakan bahwa negosiasi berjalan dengan baik. Sinyal positif pertemuan tersebut memicu harapan akan meredakan ketegangan perdagangan antara kedua ekonomi terbesar dunia itu dan sekaligus menenangkan kondisi pasar global.
Dukungan lainnya datang dari masih memanasnya situasi konflik Ukraina. Pasukan Rusia melancarkan serangan drone terbesar yang menyebabkan beberapa kerusakan di lapangan udara militer di bagian barat negara itu yang merupakan salah satu target utamanya, kata angkatan udara Ukraina pada hari Senin. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan itu merupakan tanggapan atas serangan Kyiv terhadap pangkalan-pangkalan Rusia bulan ini.
Sementara itu, OPEC memproduksi 26,75 juta bph pada bulan Mei, atau naik 150.000 bph dari output April, dengan peningkatan terbesar berasal dari Arab Saudi, ungkap survei terbaru Reuters yang dirilis hari Senin. Meski demikian, Reuters melihat peningkatan tersebut dibatasi oleh produksi Irak yang memompa di bawah target untuk mengompensasi kelebihan produksi sebelumnya dan Saudi serta UEA yang melakukan kenaikan yang lebih kecil dari yang diizinkan.
Turut membebani harga, ketegangan antara AS - Iran menunjukkan sinyal mereda pasca juru bicara kementerian luar negeri Iran Esmaeil Baghaei pada hari Senin mengatakan bahwa Teheran sedang mempersiapkan tawaran balasan atas proposal kesepakatan nuklir yang diajukan AS pada akhir Mei. Baghaei juga menambahkan bahwa putaran negosiasi tidak langsung Iran-AS berikutnya direncanakan pada Minggu depan di Muscat. Menanggapi pernyataan tersebut, Trump menegaskan bahwa kedua belah pihak masih berselisih pendapat mengenai apakah negara itu akan diizinkan untuk terus memperkaya uranium di tanah Iran.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $68 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $63 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
17:00 | USA - NFIB Business Optimism Index |
| 95.9 | 95.8 |