| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1585 | -0.09% |
GBPUSD | 1.3148 | -0.13% |
AUDUSD | 0.6511 | -0.32% |
NZDUSD | 0.5661 | -0.44% |
USDJPY | 155.36 | 0.15% |
USDCHF | 0.7979 | 0.31% |
USDCAD | 1.3998 | -0.13% |
GOLDUD | 4,056.39 | 0.55% |
COFU | 60.51 | -0.26% |
USD/IDR | 16,755 | 0.00% |
Rabu, 19 November 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau kembali bergerak terkoreksi bearish pasca rilisnya laporan stok terbaru API dan ekspektasi berakhirnya perang Ukraina. Meski demikian, gangguan ekspor di pelabuhan Novorossiysk, dan sinyal kembali memanasnya situasi di Gaza berpotensi mendukung harga kembali menguat.
Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah melonjak naik sebesar 4,45 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 18 November. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis EIA pada Rabu malam.
Turut membebani harga, tim pemerintahan Trump yang dipimpin oleh utusan khusus AS, Steve Witkoff, bersama dengan utusan khusus Rusia, Kirill Dmitriev, tengah menyusun rencana baru untuk mengakhiri perang di Ukraina, ungkap para pejabat AS dan Rusia, yang dikutip oleh media Axios pada hari Selasa. Dalam rencana tersebut akan mencakup perdamaian di Ukraina, jaminan keamanan, keamanan di Eropa, dan hubungan AS di masa mendatang dengan Rusia dan Ukraina, kata Axios, mengutip beberapa sumber.
Sementara itu, aktivitas pemuatan minyak mentah di pelabuhan Novorossiysk Rusia menghadapi penundaan sekitar dua hingga tiga hari dari jadwal akibat kerusakan pasca serangan Ukraina pada 14 November, yang membatasi kapasitas dermaga utama di terminal 1 dan 1A, ungkap tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut. Dermaga yang rusak itu digunakan untuk pemuatan kapal tanker Suezmax berukuran besar, ditambah dengan potensi gangguan cuaca, memicu kekhawatiran akan berdampak pada pasar minyak global.
Dukungan lainnya datang dari isyarat kembali memanasnya situasi di Gaza yang berpotensi mengancam kelanjutan gencatan senjata yang disepakati bulan lalu. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Selasa menyerukan pengusiran Hamas dari wilayah Gaza, sehari setelah Dewan Keamanan PBB menyepakati resolusi untuk mengirimkan pasukan multinasional sementara ke Gaza guna menstabilkan wilayah tersebut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $63 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $58 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Trade Balance |
| $-61B | $-78.3B |
20:30 | USA - Building Permits |
| 1.34M | 1.33M |
20:30 | USA - Housing Starts |
| 1.32M | 1.307M |
22:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
|
| 6.413M |
22:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
|
| -0.945M |