| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1366 | -0.21% |
GBPUSD | 1.3362 | -0.07% |
AUDUSD | 0.6493 | 0.32% |
NZDUSD | 0.6006 | 0.25% |
USDJPY | 142.41 | 0.63% |
USDCHF | 0.8217 | 0.55% |
USDCAD | 1.3774 | 0.12% |
GOLDUD | 3,416.90 | -1.66% |
COFU | 58.98 | 0.81% |
USD/IDR | 16,449 | 0.24% |
Rabu, 07 Mei 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari sinyal membaiknya permintaan di China, proyeksi penurunan produksi AS, dan laporan API. Meski demikian, potensi meredanya gangguan keamanan di jalur pelayaran Laut Merah membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Permintaan di China menunjukkan sinyal membaik dilihat dari data sektor pariwisata selama liburan May day, yang biasa dijadikan barometer kepercayaan konsumen China. Kementerian pariwisata mencatat 314 juta perjalanan domestik selama liburan lima hari itu, meningkat 6,5%, dan 10,9 juta orang masuk dan keluar negara itu, meningkat 28,7% dibandingkan dengan tahun 2024. Pengeluaran wisatawan China dilaporkan naik 8% secara tahunan menjadi 180,27 miliar yuan ($24,92 miliar).
Dukungan lainnya datang dari produksi minyak AS yang diproyeksikan akan mencatat rekor yang lebih kecil tahun ini di angka 13,42 juta bph, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 13,51 juta bph, dan untuk tahun depan akan naik menjadi 13,49 juta bph, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 13,56 juta bph, ungkap EIA dalam laporan prospek energi jangka pendek yang dirilis pada hari Selasa. Selain itu, EIA juga melihat volatilitas harga minyak meningkat dalam jangka pendek akibat peningkatan produksi OPEC+ dan ketidakpastian dampak ekonomi akibat tarif Trump.
Masih dari AS, dalam laporan mingguan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin mengalami penurunan masing-masing sebesar 4,49 juta barel dan 1,97 juta barel. Laporan API untuk pekan yang berakhir 2 Mei itu mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh EIA.
Sementara itu, Presiden Donald Trump pada hari Selasa mengumumkan bahwa AS akan berhenti membom Houthi di Yaman efektif segera, dan mengatakan bahwa kelompok itu telah setuju untuk berhenti mengganggu jalur pelayaran penting di Timur Tengah. Pasca pengumuman Trump tersebut, Oman mengatakan telah memediasi kesepakatan gencatan senjata, yang memuat bahwa baik AS maupun Houthi tidak akan saling menyerang, termasuk kapal-kapal AS di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $62 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $57 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -2.5M | -2.696M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
|
| -4.002M |