Home
>
News
>
Publication
>
Performa USDJPY Melemah Tipis di Tengah Antisipasi Keputusan Suku Bunga BoJ dan The Fed
Performa USDJPY Melemah Tipis di Tengah Antisipasi Keputusan Suku Bunga BoJ dan The Fed
Tuesday, 28 October 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1644

0.16%

GBPUSD

1.3334

0.18%

AUDUSD

0.6552

0.15%

NZDUSD

0.5768

0.21%

USDJPY

152.87

-0.40%

USDCHF

0.7953

-0.23%

USDCAD

1.3989

-0.06%

GOLDUD

3990.01

-0.43%

USD/IDR

16623

0.00%

Fokus USDJPY:

  1. BoJ diperkirakan pertahankan suku bunga
  2. Komentar Menteri Ekonomi Jepang

Selasa, 28 Oktober 2025 – Yen Jepang dibuka di 152.87, melemah terhadap Dolar AS sebesar -0.40%. Pasangan mata uang ini mengalami pelemahan tipis pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar level 152,40 setelah sempat menyentuh puncak delapan bulan sebelumnya. Yen Jepang mendapat sedikit dukungan dari meningkatnya spekulasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan meninjau ulang kebijakan moneternya dalam waktu dekat, meski ekspektasi pasar masih kuat bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,5% pada pertemuan Kamis ini. Sentimen pasar cenderung berhati-hati menjelang dua peristiwa penting: keputusan suku bunga The Fed dan BoJ, yang keduanya berpotensi menentukan arah pergerakan mata uang utama dunia. Di sisi lain, melemahnya dolar AS dalam beberapa sesi terakhir menunjukkan pasar mulai mengantisipasi sikap lebih dovish dari Federal Reserve di tengah tanda-tanda moderasi inflasi dan ketidakpastian ekonomi akibat penutupan sebagian pemerintahan AS.

Faktor fundamental utama yang menekan dolar AS berasal dari ekspektasi bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC kali ini, setelah langkah pemangkasan pertama pada September lalu. Pemangkasan suku bunga tersebut dipandang sebagai upaya pencegahan terhadap potensi perlambatan ekonomi dan meningkatnya risiko terhadap pasar tenaga kerja AS. Data inflasi konsumen (CPI) yang lebih lembut dari perkiraan semakin memperkuat pandangan bahwa tekanan harga mulai terkendali, membuka ruang bagi The Fed untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan secara bertahap. Kondisi ini menurunkan imbal hasil obligasi AS dan menekan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset berimbal hasil tinggi. Dengan pasar memperkirakan pemangkasan lanjutan pada Desember, momentum penguatan dolar mulai kehilangan tenaga, sehingga memberikan dorongan bagi Yen untuk sedikit menguat, meski terbatas.

Sementara dari sisi Jepang, sentimen terhadap Yen masih dibayangi oleh dinamika kebijakan fiskal dan politik dalam negeri. Pemerintahan baru di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi berencana meluncurkan paket stimulus besar guna mendukung konsumsi rumah tangga dan mengimbangi dampak inflasi yang menekan daya beli masyarakat. Langkah ini memberi sinyal bahwa BoJ belum akan terburu-buru melakukan pengetatan moneter lebih lanjut karena risiko terhadap pertumbuhan masih tinggi. Pernyataan Menteri Ekonomi Minoru Kiuchi yang menekankan pentingnya stabilitas nilai tukar dan kesesuaian pergerakan pasar dengan fundamental ekonomi juga menunjukkan bahwa otoritas Jepang terus memantau dampak depresiasi Yen terhadap biaya impor dan daya beli domestik. Namun, pada saat yang sama, pelemahan Yen tetap memberikan keuntungan bagi sektor ekspor Jepang, terutama manufaktur otomotif dan elektronik. Kombinasi antara kebijakan fiskal ekspansif, pendekatan moneter hati-hati BoJ, serta ekspektasi pelonggaran lanjutan dari The Fed menjadi alasan utama melemahnya USDJPY dalam jangka pendek, dengan volatilitas pasar yang cenderung meningkat menjelang hasil keputusan kedua bank sentral besar tersebut.

Harga pada pasangan mata uang USDJPY melemah tipis pada perdagangan Selasa, bergerak di kisaran 152.40 setelah sempat dibuka pada level 152.87. Sentimen pasar cenderung berhati-hati menjelang keputusan suku bunga dari Bank of Japan (BoJ) dan Federal Reserve (The Fed), yang menjadi fokus utama pekan ini. Support terdekat bagi pasangan ini berada di 152.20, sementara resistance terdekat di sekitar 153.10. Jika tekanan jual berlanjut, support lanjutan berada di zona 151.80 dan kemudian di area 151.30. Namun apabila terjadi penguatan dolar AS setelah hasil rapat The Fed, resistance lanjutan berada di zona 153.40 dan dilanjutkan ke area 153.85.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1644 dan menguat 0.16%. Euro menguat terhadap dolar AS didorong oleh meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Xi Jinping di Korea Selatan. Sentimen pasar yang lebih positif mengangkat minat risiko dan menopang mata uang tunggal Eropa, sementara dolar AS terkoreksi setelah mencapai level tertinggi pekan lalu. Data survei bisnis IFO Jerman juga menunjukkan peningkatan signifikan pada ekspektasi ekonomi, menandakan optimisme bahwa perekonomian kawasan Euro dapat mulai pulih tahun depan. Meskipun kondisi saat ini masih dinilai lemah, kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi memberikan dorongan tambahan bagi euro. Dari sisi kebijakan moneter, pelaku pasar menantikan keputusan The Federal Reserve dan European Central Bank pekan ini. Ekspektasi kuat bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin telah menekan dolar AS, sebaliknya, ECB diperkirakan akan menahan suku bunga di level saat ini untuk menilai stabilitas inflasi di sekitar target 2 persen. Kombinasi dari pelemahan dolar AS dan sentimen positif di kawasan Euro membuat EURUSD berpotensi melanjutkan penguatan dalam jangka pendek, meski pergerakannya masih terbatas oleh kehati-hatian menjelang keputusan kebijakan moneter utama. Support terdekat berada di 1.1615, sementara resistance di 1.1670.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3334, naik 0.18%. Poundsterling juga menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya selera risiko global dan ekspektasi bahwa ketegangan dagang AS–China akan mereda. Optimisme terhadap pertemuan Trump–Xi memberi dukungan bagi mata uang berisiko seperti sterling. Selain itu, data inflasi AS yang lebih lemah memperkuat keyakinan bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga, sehingga menekan dolar. Di sisi domestik, ekspektasi bahwa Bank of England dapat menurunkan suku bunga pada Desember turut menimbulkan volatilitas, namun fokus pasar tetap tertuju pada prospek fiskal Inggris yang dinilai mampu menopang perekonomian dalam jangka menengah. Meningkatnya ekspektasi terhadap langkah-langkah fiskal ekspansif dari pemerintah Inggris menjelang pengumuman anggaran akhir November juga membantu memperkuat sterling. Para analis menilai bahwa potensi stimulus fiskal dapat menjadi faktor penyeimbang terhadap pelemahan ekonomi akibat inflasi yang menurun. Dengan kombinasi sentimen global yang membaik dan spekulasi kebijakan moneter yang lebih longgar dari The Fed, GBPUSD memiliki peluang untuk bertahan di area penguatan, meskipun ruang kenaikan masih terbatas oleh ketidakpastian politik dan arah kebijakan BoE. Support terdekat berada di 1.3300, dan resistance di 1.3360.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6552 dan menguat 0.15%. Dolar Australia menguat terhadap dolar AS seiring meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan China, yang merupakan mitra dagang utama Australia. Pernyataan dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahwa ancaman tarif 100 persen terhadap barang impor China telah dibatalkan menjadi katalis positif bagi mata uang komoditas seperti Aussie. Situasi ini memperkuat ekspektasi bahwa ketegangan perdagangan global akan berkurang, sehingga meningkatkan prospek ekspor Australia. Sementara itu, dolar AS kehilangan momentumnya setelah data inflasi yang lemah memperbesar peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Dari sisi domestik, investor menantikan rilis data inflasi kuartal III yang akan memberikan arahan bagi kebijakan suku bunga Reserve Bank of Australia. Gubernur RBA Michelle Bullock menyatakan optimisme terhadap kondisi pasar tenaga kerja yang masih solid, dan menekankan komitmen untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Jika inflasi menunjukkan stabilitas, peluang pemangkasan suku bunga lebih lanjut akan berkurang, yang pada gilirannya mendukung nilai tukar AUD. Dengan kombinasi optimisme perdagangan dan ekspektasi kebijakan moneter yang stabil, AUDUSD berpotensi mempertahankan tren penguatan jangka pendeknya. Support terdekat berada di 0.6525, sedangkan resistance di 0.6575.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5768 dan naik 0.21%. Dolar Selandia Baru menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya optimisme pasar terkait perkembangan positif dalam hubungan dagang AS–China. Kesepakatan awal yang dicapai antara kedua negara, termasuk rencana pembelian besar komoditas pertanian AS oleh China dan penundaan pembatasan ekspor logam tanah jarang, menurunkan ketegangan global dan memperkuat mata uang yang sensitif terhadap prospek ekonomi Asia seperti Kiwi. Kondisi ini menjadi sentimen positif bagi Selandia Baru yang sangat bergantung pada ekspor ke China sebagai mitra dagang utama. Sementara itu, dolar AS cenderung tertekan oleh ekspektasi kuat bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan minggu ini. Data inflasi AS yang melambat memperkuat pandangan bahwa bank sentral akan mempertahankan pendekatan dovish dalam waktu dekat. Dengan dukungan dari prospek perdagangan global yang membaik dan potensi pelonggaran kebijakan moneter AS, NZDUSD memiliki ruang penguatan lebih lanjut, meskipun investor tetap waspada terhadap arah kebijakan Fed dan stabilitas ekonomi global. Support terdekat berada di 0.5740, dan resistance di 0.5790.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7953 dan turun -0.23%. Pasangan USDCHF juga menunjukkan pelemahan dolar AS seiring meningkatnya sentimen positif pasar terhadap potensi perbaikan hubungan perdagangan AS–Tiongkok. Optimisme investor terhadap kesepakatan yang mungkin disepakati antara Presiden Donald Trump dan Xi Jinping di Korea Selatan telah mendorong permintaan terhadap aset berisiko, menekan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven. Data inflasi AS yang melemah memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed, yang kini diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan minggu ini, serta kemungkinan tambahan penurunan pada Desember mendatang. Hal ini memperlemah prospek imbal hasil dolar AS dan menjaga USDCHF dalam tren turun terbatas. Sementara itu, franc Swiss cenderung stabil dengan dukungan dari kebijakan Swiss National Bank (SNB) yang mempertahankan sikap hati-hati namun tidak menunjukkan sinyal pelonggaran tambahan. Risalah rapat SNB terakhir menegaskan bahwa risiko deflasi mulai menurun dan kebijakan moneter saat ini masih cukup akomodatif. Sikap ini menahan pelemahan franc dan memperkuat persepsi bahwa SNB tidak terburu-buru menambah stimulus baru. Dengan kondisi tersebut, kombinasi dari ekspektasi pelonggaran Fed dan stabilitas kebijakan SNB membuat arah jangka pendek USDCHF cenderung tetap melemah, dengan potensi koreksi jika hasil pertemuan The Fed nanti lebih dovish dari perkiraan pasar. Support terdekat berada di 0.7925, dan resistance di 0.7975.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3989, sedikit melemah -0.06%. Dolar Kanada bergerak menguat terhadap dolar AS di awal pekan ini, didorong oleh kombinasi faktor fundamental yang mendukung, seperti sentimen positif terhadap harga minyak mentah serta meningkatnya harapan atas kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Optimisme pasar terhadap pertemuan kedua negara tersebut memicu peningkatan permintaan terhadap aset berisiko, termasuk mata uang komoditas seperti dolar Kanada. Di sisi lain, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pekan ini turut menekan dolar AS, terutama setelah rilis data inflasi AS (CPI) September yang lebih rendah dari perkiraan, menunjukkan tekanan harga yang mulai mereda dan memperkuat prospek pelonggaran kebijakan moneter. Meski demikian, potensi penguatan USDCAD masih akan terbatas mengingat pelaku pasar menantikan keputusan suku bunga dari Bank of Canada (BoC) dan The Fed secara bersamaan. Perbedaan kebijakan suku bunga antara keduanya akan menjadi katalis utama arah berikutnya. Jika BoC mempertahankan suku bunga sementara Fed menurunkan, maka CAD berpotensi melanjutkan penguatan. Namun, ketegangan dagang antara AS dan Kanada yang kembali muncul termasuk pernyataan Presiden Trump mengenai kenaikan tarif baru terhadap produk Kanada berpotensi menahan laju apresiasi CAD dalam jangka pendek. Secara keseluruhan, USDCAD diperkirakan bergerak dalam tekanan turun moderat dengan kecenderungan bearish jika data BoC nanti menunjukkan keyakinan terhadap prospek ekonomi domestik Kanada.  Support terdekat berada di 1.3965, dan resistance di 1.4005.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

7:01am

GBP

BRC Shop Price Index y/y

1.0%

1.6%

1.4%

12:00pm

JPY

BOJ Core CPI y/y

-

2.1%

2.0%

2:00pm

EUR

German GfK Consumer Climate

-

-22

-22.3

8:00pm

USD

S&P/CS Composite-20 HPI y/y

-

1.4%

1.8%

Tentative

USD

HPI m/m

-

-0.1%

-0.1%

9:00pm

USD

Richmond Manufacturing Index

-

-11

-17

Tentative

USD

CB Consumer Confidence

-

93.4

94.2

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788