Home
>
News
>
Publication
>
Performa NZDUSD Menguat di Tengah Tekanan Politik AS dan Dovish RBNZ
Performa NZDUSD Menguat di Tengah Tekanan Politik AS dan Dovish RBNZ
Thursday, 28 August 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1643

0.06%

GBPUSD

1.3497

0.10%

AUDUSD

0.6505

0.18%

NZDUSD

0.5858

0.09%

USDJPY

147.39

-0.14%

USDCHF

0.8019

-0.19%

USDCAD

1.3789

-0.07%

GOLDUD

3398.4

0.03%

USD/IDR

16350

0.00%

Fokus NZDUSD:

  1. Intervensi politik Trump terhadap The Fed
  2. RBNZ memangkas suku bunga

Kamis, 28 Agustus 2025 - Kiwi dibuka di 0.5858 dan menguat 0.09%. Pergerakan NZDUSD saat ini berada dalam sorotan pasar karena kombinasi faktor fundamental yang kompleks baik dari sisi Amerika Serikat maupun Selandia Baru. Dari Amerika Serikat, isu utama yang paling memengaruhi dinamika pasar adalah meningkatnya campur tangan Presiden Donald Trump terhadap independensi The Federal Reserve (Fed). Keputusan Trump untuk memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook dinilai sebagai langkah politik yang berpotensi melemahkan kredibilitas bank sentral AS. Pasar menilai bahwa dengan semakin banyaknya nominasi Trump di Dewan Gubernur, peluang terjadinya pemangkasan suku bunga yang lebih agresif semakin terbuka. Hal ini jelas berpotensi menekan Dolar AS dalam jangka menengah karena investor khawatir kebijakan moneter AS tidak lagi sepenuhnya didorong oleh data, melainkan intervensi politik. Kendati demikian, sentimen positif terhadap USD masih bertahan berkat data makroekonomi yang lebih baik dari perkiraan, seperti Durable Goods Orders yang turun lebih ringan dari proyeksi serta Consumer Confidence yang relatif solid. Data ini memperkuat persepsi bahwa sektor konsumsi dan industri AS masih cukup tangguh, sehingga mampu menopang Greenback meski menghadapi risiko tekanan politik.

Dari sisi Selandia Baru, outlook kebijakan moneter masih menjadi faktor pembatas bagi pergerakan NZD. Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) pekan lalu kembali memangkas suku bunga acuannya, sekaligus memberi sinyal bahwa jalur pelonggaran moneter masih terbuka bila risiko ekonomi semakin memburuk. Gubernur RBNZ, Christian Hawkesby, menekankan bahwa arah kebijakan tetap akan berbasis pada data, namun jika dunia usaha dan konsumen masih menunjukkan sikap pesimistis serta membutuhkan dukungan tambahan, maka stimulus lanjutan kemungkinan besar akan diberikan. Kondisi ini membuat investor menaruh perhatian besar pada data fundamental domestik mendatang, seperti Business Confidence dan Private Capital Expenditure, yang akan menjadi ukuran penting untuk menilai ketahanan ekonomi Selandia Baru. Meski data penjualan ritel sebelumnya memberi sedikit optimisme, pasar masih menunggu konfirmasi lanjutan apakah momentum positif tersebut cukup kuat untuk mengimbangi risiko dari sisi eksternal dan menahan tekanan dovish dari RBNZ. Tanpa data yang meyakinkan, apresiasi NZD cenderung terbatas karena investor tetap menilai adanya peluang suku bunga lebih rendah di masa depan.

Secara keseluruhan, dinamika NZDUSD mencerminkan tarik-menarik antara pelemahan fundamental Dolar AS akibat isu independensi The Fed dan tekanan terhadap NZD akibat prospek pelonggaran moneter RBNZ. Faktor geopolitik juga ikut berperan, terutama setelah Trump kembali melontarkan ancaman tarif besar terhadap China. Mengingat China merupakan mitra dagang utama Selandia Baru, ketidakpastian di ekonomi China berpotensi langsung memengaruhi outlook ekspor dan pertumbuhan Selandia Baru, sehingga turut membebani NZD. Meski demikian, dengan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan September mendatang yang kini sudah diperkirakan lebih dari 87% peluang terjadi ruang penguatan bagi NZDUSD tetap terbuka, khususnya dalam jangka pendek. Namun demikian, arah pergerakan masih berpotensi fluktuatif, karena setiap perkembangan baru terkait konflik Trump-Fed maupun data makroekonomi penting dari AS dan Selandia Baru bisa dengan cepat mengubah sentimen pasar. Dengan kata lain, tren menguat NZDUSD memang mungkin terjadi, tetapi kenaikan akan berlangsung hati-hati dan cenderung terbatas di tengah banyaknya faktor fundamental yang saling tarik menarik.

Harga pada pasangan mata uang NZDUSD menguat. Support terdekat berada di 0.5830, dan resistance berada di 0.5880. Support lanjutan di zona 0.5800 dan dilanjutkan ke zona 0.5770. Resistance lanjutan di zona 0.5910 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.5950.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1643 dan naik 0.06%. Euro sempat tertekan setelah data kepercayaan konsumen Jerman kembali memburuk. Indeks GfK Consumer Climate turun ke -23,6 untuk September, lebih rendah dari -21,7 sebelumnya dan jauh di bawah ekspektasi -21,5. Angka ini menandakan lemahnya prospek konsumsi rumah tangga di ekonomi terbesar Eropa, dengan meningkatnya kekhawatiran kehilangan pekerjaan serta turunnya daya beli masyarakat. Bersamaan dengan itu, situasi politik di Prancis semakin menambah tekanan pada Euro. Perdana Menteri François Bayrou menautkan paket anggaran €44 miliar ke dalam pemungutan suara percaya diri pada 8 September. Hal ini memunculkan ketidakpastian politik karena kegagalan dalam voting berpotensi menggulingkan pemerintah atau memicu pemilu baru, sesuatu yang dapat menghambat stabilitas fiskal di zona euro. Sentimen investor terhadap Euro pun melemah karena dua katalis negatif ini terjadi dalam waktu bersamaan. Namun, pelemahan Euro relatif terbatas berkat prospek pelemahan Dolar AS yang semakin nyata. Ketegangan politik di AS terkait langkah Presiden Trump memberhentikan Fed Governor Lisa Cook telah menimbulkan keraguan serius atas independensi The Fed. Pasar semakin memandang hal ini sebagai alasan untuk mempercepat pemangkasan suku bunga, terutama setelah pernyataan dovish Jerome Powell di simposium Jackson Hole yang menekankan perlunya fleksibilitas dalam menghadapi pelemahan inflasi dan risiko ketenagakerjaan. Kini, probabilitas penurunan suku bunga 25 bps di September mendekati 90%, yang menambah tekanan pada Greenback. Support terdekat berada di 1.1620, sementara resistance berada di 1.1670.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3497 dan menguat 0.10%. Pound Sterling mendapatkan dukungan dari faktor fundamental domestik yang lebih konstruktif. Bank of England (BoE) diperkirakan akan tetap mempertahankan kebijakan ketat lebih lama mengingat inflasi di sektor jasa masih bertahan tinggi. Anggota MPC, Catherine Mann, menegaskan bahwa “penahanan suku bunga yang lebih persisten” masih diperlukan untuk mengatasi tekanan inflasi. Data terakhir menunjukkan bahwa inflasi harga produsen dan biaya upah masih memberikan tekanan terhadap biaya produksi di Inggris, sehingga ruang bagi BoE untuk memangkas suku bunga menjadi sangat terbatas. Dengan kondisi ini, Pound mendapatkan pondasi yang lebih solid, karena investor menilai Inggris akan lebih lambat melakukan pelonggaran dibandingkan The Fed. Hal ini menciptakan diferensial kebijakan moneter yang mendukung penguatan GBPUSD. Di sisi lain, fundamental Dolar AS semakin melemah seiring meningkatnya ketidakpastian politik di Washington. Pemberhentian Fed Governor Lisa Cook oleh Presiden Trump tidak hanya menimbulkan keraguan soal independensi bank sentral, namun juga menambah persepsi risiko bagi investor global. Pasar kini semakin yakin bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps di pertemuan September, dengan probabilitas hampir 90%. Selain itu, data ekonomi AS seperti Durable Goods Orders dan Consumer Confidence yang kuat hanya memberikan dukungan sesaat, karena fokus utama tetap pada Core PCE dan kondisi pasar tenaga kerja yang cenderung melunak. Dengan latar belakang ini, Sterling berpotensi melanjutkan penguatannya terhadap Dolar, terutama bila BoE tetap bersikap hawkish sementara Fed justru dipaksa untuk lebih dovish. Support terdekat berada di 1.3470, sedangkan resistance berada di 1.3520.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6505 dengan kenaikan 0.18%. Dari Australia, data inflasi terbaru menjadi faktor penentu bagi arah AUDUSD. CPI bulanan untuk Juli melonjak ke 2,8% YoY dari 1,9% di bulan Juni, jauh melampaui ekspektasi pasar 2,3%. Lonjakan ini terutama dipicu oleh kenaikan tajam biaya listrik akibat berakhirnya subsidi pemerintah, serta kenaikan harga makanan dan perumahan. Hasil tersebut membuat pasar menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) di bulan September. Sebaliknya, peluang pelonggaran baru diperkirakan akan lebih realistis pada November, setelah data kuartal ketiga dirilis pada akhir Oktober. Dengan demikian, inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan ini memberikan dorongan bagi AUD untuk tetap resilient terhadap tekanan eksternal, karena investor menilai RBA tidak memiliki urgensi untuk segera menurunkan suku bunga. Di sisi lain, Dolar AS tengah berada dalam posisi defensif. Ketidakpastian atas independensi The Fed akibat konflik antara Presiden Trump dan Gubernur Lisa Cook telah menimbulkan keraguan terhadap kredibilitas kebijakan moneter AS. Pernyataan dovish Jerome Powell di Jackson Hole semakin memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Sementara itu, data ekonomi AS mendatang, khususnya Core PCE Price Index, akan menjadi penentu arah Dolar, namun pasar tampaknya sudah lebih dahulu mendiskon kemungkinan pelonggaran kebijakan. Dengan latar belakang fundamental ini, AUDUSD mendapatkan kombinasi dukungan: data domestik yang lebih kuat dari perkiraan dan pelemahan USD akibat faktor politik dan moneter. Hal ini membuka ruang bagi AUD untuk melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek, setidaknya hingga rilis data AS berikutnya memberikan kejutan yang lebih besar. Support terdekat berada di 0.6480, dan resistance berada di 0.6530.

USDJPY – Yen Jepang dibuka di 147.39 dengan pelemahan -0.14%. Pasangan USDJPY melemah menuju area 147.20 di sesi Asia akibat tekanan terhadap Dolar AS setelah muncul kekhawatiran mengenai independensi The Fed. Presiden AS Donald Trump berupaya memecat Gubernur Fed Lisa Cook dan mengklaim akan segera memiliki mayoritas nominasi di dewan gubernur untuk mendukung agenda pemotongan suku bunga. Aksi ini menimbulkan keresahan pasar mengenai independensi kebijakan moneter AS, meski data GDP AS kuartal II serta klaim pengangguran mingguan menjadi fokus berikutnya. Jika data GDP lebih kuat dari perkiraan, Dolar AS bisa mendapat dukungan jangka pendek, namun ekspektasi pemangkasan suku bunga September yang sudah mencapai 87% tetap menekan prospek USD. Sementara itu, dari Jepang, komentar Gubernur BoJ Kazuo Ueda memberi dukungan tambahan bagi Yen. Ia menegaskan bahwa kenaikan upah tidak hanya terjadi di perusahaan besar, namun juga meluas ke sektor lain, sehingga berpotensi menjaga tekanan inflasi dan membuka ruang kenaikan suku bunga lanjutan. Dengan latar belakang ini, pelemahan USD akibat isu politik domestik AS dan spekulasi pemangkasan suku bunga semakin mengurangi diferensial suku bunga yang selama tiga tahun terakhir membebani Yen. Maka, outlook USDJPY tetap cenderung melemah dalam jangka menengah, meski data AS jangka pendek bisa menimbulkan volatilitas. Support terdekat ada di 147.00, dan resistance di 147.70.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8019 dan melemah -0.19%. USDCHF sempat menguat ke 0.8070, namun tekanan terhadap Dolar AS mulai kembali terasa akibat meningkatnya keraguan pasar atas independensi The Fed. Meskipun data AS seperti Durable Goods Orders dan indeks sentimen konsumen berhasil mengalahkan ekspektasi, memberikan dukungan bagi USD, faktor politik yang melibatkan Trump dan Gubernur Fed Lisa Cook tetap menjadi penahan utama bagi reli Dolar. Ketidakpastian arah kebijakan moneter AS, terutama terkait timing dan besaran pemotongan suku bunga, membuat investor lebih berhati-hati dan menekan outlook jangka menengah USDCHF. Dari sisi Swiss, perhatian pasar tertuju pada rilis GDP kuartal II. Jika data menunjukkan perlambatan lebih tajam, hal ini dapat memicu ekspektasi bahwa Swiss National Bank (SNB) akan mengambil sikap lebih longgar. Namun, jika data masih relatif stabil, CHF bisa tetap mendapat dukungan dari posisinya sebagai safe haven di tengah ketidakpastian politik AS. Dengan kondisi saat ini, USDCHF memiliki kecenderungan melemah karena dominasi faktor politik AS, meski volatilitas tetap tinggi menjelang rilis data ekonomi penting dari kedua negara. Support terdekat berada di 0.7990, sedangkan resistance berada di 0.8050.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3789 dengan pelemahan -0.07%. USDCAD juga menunjukkan pelemahan meski sempat menguat tipis ke area 1.3850. Fundamental utama masih didorong oleh isu ketidakpastian kredibilitas institusi AS menyusul upaya Trump memberhentikan Lisa Cook. Konflik hukum ini menimbulkan keraguan apakah kebijakan moneter The Fed bisa tetap independen, sehingga membebani outlook Dolar AS. Selain itu, investor tengah menantikan data GDP Kanada kuartal II yang akan dirilis Jumat ini, yang bisa menjadi katalis penting bagi arah CAD. Jika GDP Kanada menunjukkan ekspansi lebih baik dari perkiraan, hal ini akan menambah daya tarik CAD di tengah pelemahan USD global. Dari sisi eksternal, harga minyak mentah WTI yang kembali tertekan di bawah $63 juga memberi tekanan bagi CAD, mengingat minyak adalah komoditas ekspor utama Kanada. Namun demikian, pernyataan positif dari Menteri Kanada Dominic LeBlanc terkait kemungkinan kesepakatan dagang baru dengan AS turut memberikan sentimen stabil bagi CAD. Kombinasi sentimen negatif terhadap USD akibat ketidakpastian politik AS serta potensi dukungan dari data ekonomi domestik Kanada memperkuat pandangan bahwa USDCAD berisiko tetap bergerak melemah atau sideways dalam waktu dekat. Support terdekat berada di 1.3760, dan resistance berada di 1.3810.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

8:00am

NZD

ANZ Business Confidence

49.7

-

47.8

8:30am

AUD

Private Capital Expenditure q/q

0.2%

0.8%

-0.2%

2:00pm

CHF

GDP q/q

-

0.1%

0.5%

3:00pm

EUR

M3 Money Supply y/y

-

3.5%

3.3%

3:00pm

EUR

Private Loans y/y

-

2.4%

2.2%

Tentative

EUR

Italian 10-y Bond Auction

-

-

3.52|1.6

6:30pm

EUR

ECB Monetary Policy Meeting Accounts

-

-

-

7:30pm

CAD

Current Account

-

-18.8B

-2.1B

7:30pm

USD

Prelim GDP q/q

-

3.1%

3.0%

7:30pm

USD

Unemployment Claims

-

231K

235K

7:30pm

USD

Prelim GDP Price Index q/q

-

2.0%

2.0%

9:00pm

USD

Pending Home Sales m/m

-

-0.4%

-0.8%

9:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

27B

13B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788