| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1585 | -0.09% |
GBPUSD | 1.3148 | -0.13% |
AUDUSD | 0.6511 | -0.32% |
NZDUSD | 0.5661 | -0.44% |
USDJPY | 155.36 | 0.15% |
USDCHF | 0.7979 | 0.31% |
USDCAD | 1.3998 | -0.13% |
GOLDUD | 4056.39 | 0.55% |
USD/IDR | 16,755 | 0.00% |
Fokus USDJPY
Rabu, 19 November 2025 – Yen Jepang dibuka di 155.36, menguat terhadap dolar AS sebesar 0.15%. USD/JPY mulai kehilangan momentum kenaikannya karena pelaku pasar melihat ketidakpastian yang semakin besar mengenai arah kebijakan Jepang. Perdana Menteri Sanae Takaichi mendorong stimulus fiskal besar, termasuk usulan anggaran tambahan lebih dari ¥25 triliun, yang menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan utang pemerintah. Walaupun Takaichi menekan BoJ agar mempertahankan suku bunga rendah, meningkatnya tekanan inflasi dan risiko deflasi yang berulang membuat pasar mempertimbangkan kemungkinan bahwa BoJ pada akhirnya tetap harus memperketat kebijakan. Dalam situasi ini, pelaku pasar menjadi lebih hati-hati karena penurunan Yen yang terlalu cepat akan meningkatkan peluang intervensi pemerintah. Kombinasi ketidakpastian ini mulai memperlambat laju pelemahan Yen dan memberikan ruang bagi penguatan tipis mata uang Jepang secara bertahap.
Dari sisi AS, Dolar kehilangan sebagian daya dorongnya karena pasar harus menghadapi dampak penutupan pemerintahan yang berkepanjangan, yang menghambat rilis data ekonomi resmi. Investor kesulitan mengukur kekuatan ekonomi AS karena backlog data menumpuk, terutama menjelang NFP yang tertunda dan akan menjadi rujukan penting bagi arah kebijakan The Fed. Di tengah data tenaga kerja yang menunjukkan perlambatan, sejumlah pejabat The Fed mengirimkan sinyal lebih hati-hati, menegaskan bahwa ekonomi berada pada fase moderasi dan kebijakan harus dijalankan secara bertahap. Sikap ini menekan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga agresif, sekaligus mengurangi permintaan terhadap USD. Ketika ketidakpastian fundamental meningkat, USD kehilangan daya tariknya terhadap aset safe haven seperti Yen.
Dari sisi internal Jepang, meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap kemungkinan intervensi juga memberikan dukungan bagi Yen. Pernyataan terbaru dari pejabat keuangan Jepang yang mengecam pelemahan Yen yang cepat memperkuat persepsi bahwa pemerintah siap bertindak jika volatilitas meningkat. Selain itu, atmosfer risk-off yang muncul dari prospek ekonomi global yang melambat dan gejolak terkait kebijakan AS meningkatkan minat terhadap mata uang safe haven, termasuk Yen. Dengan kondisi AS yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan, kebijakan fiskal Jepang yang agresif, dan peluang intervensi yang semakin nyata, USD/JPY kini menghadapi tekanan fundamental yang membuat pasangan ini lebih rentan terhadap pelemahan Dolar dan stabilisasi Yen.
Secara teknikal kinerja mata uang USD/JPY melemah. Support terdekat berada di 155.00, dan resistance di 155.70. Support selanjutnya berada pada level 154.75 dan dilanjutkan ke level 154.40. Sedangkan resistance lanjutan di area 155.95 hingga 156.20.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1585 dan melemah -0.09%. EUR/USD kembali melemah di bawah 1.1600 seiring meningkatnya minat pasar terhadap aset aman dan penguatan Dolar AS menjelang rilis data ekonomi yang tertunda. Sentimen risk-off meningkat akibat kekhawatiran terhadap kinerja teknologi AS sebelum laporan pendapatan NVIDIA, sementara data tenaga kerja dan pesanan pabrik AS memberikan sinyal campuran mengenai kondisi ekonomi. Pelaku pasar masih menunggu laporan Nonfarm Payrolls serta klarifikasi jalur kebijakan The Fed, khususnya setelah beberapa pejabat menyampaikan pandangan berbeda terkait peluang pemangkasan suku bunga Desember. Ketidakpastian ini memperkuat Dolar dan menekan Euro lebih jauh. Di sisi Eropa, minimnya rilis data tingkat tinggi membuat Euro tidak memiliki katalis fundamental untuk menahan pelemahan. Inflasi Zona Euro diperkirakan stagnan di sekitar target 2% ECB, namun pasar masih melihat ruang pelemahan tambahan jika data HICP dan PMI akhir pekan ini menunjukkan momentum ekonomi yang melemah. Kombinasi nada hawkish sebagian pejabat The Fed dan lemahnya dukungan makro di Eropa menyebabkan EUR/USD terus berada dalam tekanan, dengan Dolar AS mendapatkan keuntungan dari ekspektasi pelonggaran The Fed yang semakin berkurang. Support terdekat berada di 1.1560, sementara resistance berada di 1.1605.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3148, turun -0.13%. GBP/USD turut tertekan setelah Pound menghadapi ketidakpastian fiskal Inggris serta meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga Bank of England. Rencana pemerintah yang mundur dari kenaikan pajak menimbulkan pertanyaan baru mengenai stabilitas anggaran, sementara data domestik yang melambat termasuk pertumbuhan GDP yang lemah dan tekanan sektor jasa menambah sentimen negatif terhadap Pound. Pada saat yang sama, pasar menunggu data inflasi Inggris yang diperkirakan melunak, memberikan ruang lebih luas bagi BoE untuk mulai melonggarkan kebijakan. Dari sisi AS, Dolar tetap kokoh didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga Desember yang semakin rendah seiring komentar pejabat The Fed yang menekankan risiko pasar tenaga kerja namun tetap waspada terhadap inflasi. Pasar kini lebih berhati-hati menjelang serangkaian data tertunda termasuk NFP, yang akan menjadi parameter utama penentuan arah kebijakan Fed selanjutnya. Kombinasi melemahnya prospek ekonomi Inggris dan penguatan Dolar membuat GBP/USD kesulitan menjaga momentum pemulihannya. Support terdekat berada di 1.3120, dan resistance di 1.3175.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6511 dan melemah cukup signifikan -0.32%. AUD/USD melanjutkan pelemahan setelah data upah Australia menunjukkan pertumbuhan yang stabil namun tidak cukup kuat untuk menggeser ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan RBA di masa depan. Risalah rapat RBA terbaru memang menunjukkan bahwa bank sentral belum melihat urgensi untuk menurunkan suku bunga, tetapi tetap membuka opsi pelonggaran jika pertumbuhan atau pasar tenaga kerja melemah. Minimnya katalis penguatan domestik membuat Aussie lebih sensitif terhadap perubahan sentimen global dan arah Dolar AS. Dari sisi Amerika, Dolar mempertahankan momentumnya setelah beberapa data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan yang bertahap namun tidak cukup dramatik untuk memicu ekspektasi pemangkasan besar-besaran. Dengan probabilitas pemotongan suku bunga Desember terus turun, investor cenderung meningkatkan alokasi ke aset berdenominasi Dolar. Sentimen ini menekan AUD/USD, terutama karena pasar global masih berada dalam fase risk-off dan komoditas seperti minyak juga mengalami pelemahan, memperburuk posisi mata uang komoditas seperti AUD. Support terdekat berada di 0.6485, dan resistance di 0.6535.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5661 dan melemah -0.44%. NZD/USD melemah tajam karena pasar menilai RBNZ semakin dekat pada siklus pemangkasan suku bunga berikutnya. Setelah pemotongan agresif 50 bps pada pertemuan Oktober, ekspektasi pasar kini mengarah pada penurunan tambahan 25 bps pada pertemuan mendatang, mencerminkan pelemahan ekonomi Selandia Baru dan penurunan tekanan inflasi. Data GDP yang kontraktif dan prospek perlambatan aktivitas domestik semakin menekan Kiwi, membuatnya kurang menarik dibandingkan USD. Meski keputusan AS untuk menghapus tarif terhadap sejumlah komoditas ekspor Selandia Baru memberi sedikit dukungan, dampaknya belum cukup untuk menahan pelemahan NZD di tengah penguatan Dolar AS. Pasar global kini menunggu rilis NFP yang tertunda untuk menilai apakah Fed akan tetap hawkish atau lebih dovish, dan selama ketidakpastian ini berlangsung, USD cenderung mempertahankan keunggulannya. Akibatnya, NZD/USD tetap berada dalam tekanan dengan ruang downside yang masih terbuka selama ekspektasi pelonggaran RBNZ mendominasi. Support terdekat berada di 0.5635, dan resistance di 0.5685.
USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7979 dan menguat 0.31%. Dolar AS melemah terhadap Franc Swiss karena pasar menilai data ekonomi AS menunjukkan pelemahan tenaga kerja yang semakin jelas. Rilis ADP menegaskan bahwa perekrutan di sektor swasta melambat, sementara laporan pesanan pabrik hanya menunjukkan pemulihan ringan. Selain itu, ketidakpastian terkait penundaan rilis data resmi ketenagakerjaan membuat investor semakin berhati-hati terhadap prospek pertumbuhan AS ke depan. Pernyataan dovish dari beberapa pejabat The Fed semakin menekan Dolar AS, terutama setelah muncul indikasi bahwa kebijakan moneter yang ketat mulai membebani ekonomi. Dari sisi Swiss, Franc masih mendapat dukungan dari stabilitas inflasi domestik dan sikap Swiss National Bank yang menilai kebijakan saat ini sudah berada pada level yang tepat. Meski SNB tidak memberikan sinyal pemangkasan suku bunga, mereka juga tidak melihat urgensi untuk melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat. Dengan AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan ekonomi dan Swiss tetap stabil, perbedaan fundamental ini menekan USD/CHF dan mendorong pelemahan Dolar AS terhadap Franc. Support terdekat berada di 0.7955, dan resistance di 0.8005.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3998, melemah tipis -0.13%. Dolar Kanada menguat terhadap Dolar AS seiring pasar mendapat dorongan dari kenaikan harga minyak yang kembali memberikan support bagi CAD. Meski fundamental domestik Kanada masih lemah mulai dari inflasi yang melandai hingga prospek ekonomi yang cenderung menurun sentimen pasar membaik karena harga minyak mentah kembali naik setelah beberapa sesi penguatan beruntun. Kondisi ini membantu CAD membalikkan tekanan yang sebelumnya membuatnya terpuruk dalam dua bulan terakhir. Di sisi lain, Dolar AS melemah karena investor masih mencerna data ekonomi yang terganggu oleh penutupan pemerintahan AS yang berkepanjangan. Data tenaga kerja AS menunjukkan stabilisasi kecil, namun pasar tetap berhati-hati menjelang rilis NFP yang tertunda. Komentar pejabat The Fed juga bernuansa lebih berhati-hati, menandakan bahwa bank sentral tidak terburu-buru mengambil langkah agresif terkait pemangkasan suku bunga. Kombinasi pelemahan USD dan dukungan harga minyak membuat USD/CAD cenderung bergerak menurun. Support terdekat berada di 1.3970, dan resistance di 1.4025.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:00am | GBP | MPC Member Dhingra Speaks | - | - | - |
Aug Data | USD | TIC Long-Term Purchases | 134.2B | - | 39.0B |
4:00am | USD | TIC Long-Term Purchases | 179.8B | - | 134.2B |
4:30am | USD | API Weekly Statistical Bulletin | - | - | - |
4:45am | NZD | PPI Input q/q | 0.2% | 0.9% | 0.6% |
4:45am | NZD | PPI Output q/q | 0.6% | 0.7% | 0.6% |
6:30am | AUD | MI Leading Index m/m | 0.1% |
| 0.0% |
6:50am | JPY | Core Machinery Orders m/m | 4.2% | 2.2% | -0.9% |
7:30am | AUD | Wage Price Index q/q | 0.8% | 0.8% | 0.8% |
7:55am | USD | FOMC Member Logan Speaks | - | - | - |
19th-24th | CNY | Foreign Direct Investment ytd/y | - | - | -10.4% |
2:00pm | GBP | CPI y/y | - | 3.5% | 3.8% |
2:00pm | GBP | Core CPI y/y | - | 3.4% | 3.5% |
2:00pm | GBP | PPI Input m/m | - | 0.0% | -0.1% |
2:00pm | GBP | PPI Output m/m | - | 0.1% | 0.0% |
2:00pm | GBP | RPI y/y | - | 4.3% | 4.5% |
4:00pm | EUR | Current Account | - | 15.9B | 11.9B |
4:30pm | GBP | HPI y/y | - | 3.0% | 3.0% |
5:00pm | EUR | Final Core CPI y/y | - | 2.4% | 2.4% |
5:00pm | EUR | Final CPI y/y | - | 2.1% | 2.1% |
Tentative | GBP | 10-y Bond Auction | - | - | 4.52|3.3 |
8:30pm | USD | Trade Balance | - | -61.3B | -78.3B |
10:00pm | USD | FOMC Member Miran Speaks | - | - | - |
10:30pm | USD | Crude Oil Inventories | - | -1.9M | 6.4M |