Home
>
News
>
Publication
>
Performa EURUSD Tergelincir Imbas Ketidakpastian Kebijakan ECB dan CPI AS
Performa EURUSD Tergelincir Imbas Ketidakpastian Kebijakan ECB dan CPI AS
Wednesday, 11 June 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1420

-0.07%

GBPUSD

1.3492

-0.08%

AUDUSD

0.6521

-0.28%

NZDUSD

0.6050

-0.25%

USDJPY

144.87

0.20%

USDCHF

0.8225

0.04%

USDCAD

1.3669

0.06%

GOLDUD

3322.4

0.46%

USD/IDR

16271

0.00%

Fokus EURUSD:

  1. DXYmelemah ke zona 99.10
  2. Indeks Sentix Investor Confidence naik

Rabu, 11 Juni 2025 - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1420. Pasangan mata uang EURUSD mencatat pelemahan moderat meskipun data fundamental dari Zona Euro menunjukkan perbaikan. Indeks Sentix Investor Confidence meningkat signifikan menjadi 0.2 pada Juni, naik dari -8.1 di Mei dan mencerminkan optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi di kawasan tersebut. Namun, pelaku pasar tetap berhati-hati karena komentar dari pejabat ECB seperti Boris Vujcic dan Olli Rehn menunjukkan bahwa bank sentral belum siap mengambil langkah agresif lebih lanjut. Presiden ECB Christine Lagarde juga menegaskan bahwa siklus pelonggaran kemungkinan telah mendekati akhir, namun tanpa komitmen tegas soal waktu.

Sementara itu, penguatan Dolar AS didorong oleh ekspektasi kenaikan inflasi jelang rilis data CPI hari Rabu. Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa indeks harga konsumen inti (Core CPI) diperkirakan naik menjadi 2.9% YoY dari sebelumnya 2.8%, menandakan tekanan inflasi yang masih bertahan. Selain itu, indeks optimisme bisnis kecil NFIB juga naik ke 98.8 pada Mei, mengakhiri tren penurunan empat bulan terakhir dan memberikan angin segar bagi Greenback. Dalam konteks ini, pasar mulai mempertimbangkan bahwa The Fed bisa mempertahankan suku bunga lebih lama dari perkiraan sebelumnya, terutama jika data inflasi hari Rabu memperkuat narasi tersebut.

Di sisi geopolitik, kelanjutan pembicaraan dagang antara AS dan Tiongkok di London menjadi fokus perhatian pasar. Meski Presiden AS Donald Trump menggambarkan pembicaraan sebagai “baik,” pasar tetap skeptis karena belum ada terobosan nyata. Optimisme bahwa kedua negara akan mencapai konsensus soal ekspor teknologi dan komoditas strategis seperti rare earth sempat menekan permintaan aset safe haven dan mendukung USD. Namun demikian, ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dari kedua bank sentral, ECB dan The Fed, tetap menjadi penentu utama pergerakan EUR/USD dalam jangka pendek.

Harga pada pasangan mata uang EURUSD2 turun. Support terdekatnya di zona 1.1380 dan resistance terdekatnya di zona 1.1470. Support lanjutan di zona 1.1350 dan dilanjutkan ke zona 1.1310. Resistance lanjutan di zona 1.1490 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.520.

GBPUSD - Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3492. Kinerja mata uang GBPUSD tertekan oleh data tenaga kerja Inggris yang mengecewakan, di mana pertumbuhan upah dan angka pengangguran meleset dari ekspektasi pasar. Ketidakpastian ekonomi Inggris ditambah dengan ekspektasi inflasi AS yang akan naik dalam laporan CPI Rabu ini semakin menekan Sterling. Di sisi lain, meskipun indeks Dolar AS (DXY) mengalami pelemahan, Pound gagal memanfaatkan momentum tersebut karena tekanan fundamental domestik lebih dominan. Sementara itu, pasar global tetap waspada menanti hasil final dari negosiasi dagang AS-Tiongkok yang tengah berlangsung di London, meski belum ada konfirmasi mengenai konsesi besar dari kedua pihak. Ketidakpastian kebijakan perdagangan dan proyeksi inflasi AS yang lebih tinggi (CPI diperkirakan naik ke 2.5% YoY dan Core CPI ke 2.9%) turut memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga lebih lama, menambah beban bagi GBP/USD yang kini sulit menemukan arah penguatan. Support terdekatnya di area 1.3430 dan resistance terdekatnya di zona 1.3510.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6521. Dolar Australia (AUD) melemah terhadap Dolar AS (USD), meskipun sentimen pasar menunjukkan perbaikan seiring meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. AUDUSD turun setelah sempat mencatat penguatan, tertekan oleh penguatan indeks Dolar AS (DXY) yang kini berada di atas level 99.10. Meski Menteri Perdagangan AS menyebut telah tercapai kerangka kesepakatan dagang dengan Tiongkok, dan kedua pihak menyatakan komunikasi berlangsung terbuka dan rasional, pasar tetap berhati-hati. China merupakan mitra dagang utama Australia, sehingga perkembangan hubungan dagang AS-Tiongkok berdampak langsung terhadap AUD. Namun, data inflasi Tiongkok yang lemah dan surplus perdagangan yang tidak diiringi oleh lonjakan impor membuat prospek permintaan terhadap ekspor Australia tetap tertahan. Dari sisi data, AUD juga dibebani oleh laporan neraca dagang Australia untuk April yang lebih rendah dari perkiraan, dengan penurunan ekspor 2.4% secara bulanan. Ini menambah tekanan terhadap AUD di tengah meningkatnya ekspektasi inflasi AS. Data Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk Mei menunjukkan penciptaan lapangan kerja yang solid, sementara tingkat pengangguran dan pertumbuhan upah tetap stabil. Selanjutnya, pasar menanti rilis data CPI AS yang diperkirakan naik menjadi 2.5% secara tahunan dan 0.3% bulanan. Jika data inflasi tersebut mengonfirmasi tekanan harga yang masih tinggi, The Fed kemungkinan menunda pemangkasan suku bunga, memberikan dukungan lebih lanjut bagi USD. Dengan demikian, meski AUD mendapat dukungan sentimen risiko dari perkembangan global, tekanan fundamental dari domestik dan eksternal tetap membatasi ruang penguatannya. Support terdekatnya di zona 0.6490 dan resistance terdekatnya di zona 0.6550.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.6050. Pasangan NZDUSD diperdagangkan mendekati level 0.6055 pada sesi Asia Rabu pagi, namun mulai menunjukkan pelemahan meskipun sempat menguat di tengah optimisme atas pembicaraan dagang AS-Tiongkok. Dolar Selandia Baru (NZD), yang sensitif terhadap perkembangan ekonomi Tiongkok, mendapat tekanan setelah data inflasi Tiongkok menunjukkan perlambatan lebih lanjut, dengan CPI tahunan turun 0.1% dan PPI anjlok 3.3% kelevel terlemah dalam 22 bulan terakhir. Sementara itu, meski Menteri Perdagangan AS mengonfirmasi bahwa kerangka kesepakatan dagang dengan Tiongkok telah tercapai dan menunggu persetujuan Presiden Trump, pernyataan Trump yang menyebut Tiongkok "tidak mudah" menciptakan ketidakpastian tambahan di pasar. Di sisi lain, fokus pasar tertuju pada rilis data inflasi CPI AS yang diperkirakan naik menjadi 2.5% YoY, yang berpotensi mengarahkan ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed. Namun, pandangan umum analis menilai data tersebut tidak akan mengubah pendekatan hati-hati bank sentral AS, yang saat ini masih bersikap wait and see. Kombinasi tekanan dari pelemahan fundamental Tiongkok dan ketidakpastian global membuat NZDUSD tetap rentan, meskipun Dolar AS (DXY) saat ini sedang mengalami pelemahan secara luas. Support terdekatnya di area 0.5990 dan resistance terdekatnya di zona 0.6060.

USDJPY - Pasangan mata uang Yen turun ke zona 144.87. Kinerja mata uang pasangan USDJPY kembali menguat didorong oleh optimisme pasar terhadap hasil positif dari pembicaraan dagang AS-Tiongkok di London. Sinyal bahwa kedua negara telah menyepakati kerangka kerja untuk mengimplementasikan Konsensus Jenewa mendorong sentimen risiko global, sehingga menekan permintaan terhadap aset safe haven seperti Yen Jepang (JPY). Namun, pelemahan JPY relatif terbatas karena ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan melanjutkan normalisasi kebijakan suku bunga, didukung oleh data PDB Jepang kuartal I yang direvisi membaik dan indikasi inflasi yang semakin meluas. Di sisi lain, meskipun indeks Dolar AS (DXY) melemah karena ketidakpastian fiskal dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjelang rilis data CPI AS, Greenback tetap mendapat dukungan dari reli pasar ekuitas dan hasil NFP yang menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja. Dengan perbedaan ekspektasi kebijakan antara BoJ yang cenderung hawkish dan Fed yang masih wait and see, pergerakan USDJPY tetap dalam tren naik dalam jangka pendek, sambil menantikan katalis berikutnya dari data inflasi AS dan sinyal kebijakan terbaru dari BoJ. Support terdekatnya di area 144.20 dan resistance terdekatnya di zona 145.20

USDCAD - Mata uang Loonie turun ke zona 1.3669. Penguatan kinerja mata uang Loonie didukungan terhadap Greenback datang dari prospek positif pembicaraan dagang AS-Tiongkok, di mana Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyatakan bahwa kedua negara telah mencapai kerangka kerja untuk mengimplementasikan Konsensus Jenewa meski masih menunggu persetujuan dari Presiden Trump. Harapan bahwa perundingan ini dapat meredakan ketegangan perdagangan global turut mendongkrak sentimen risiko. Di sisi lain, Dolar Kanada (CAD) terbebani oleh prospek pelonggaran moneter lanjutan dari Bank of Canada (BoC), yang mempertahankan suku bunga di 2,75% pekan lalu namun membuka peluang pemangkasan tambahan jika tekanan eksternal seperti tarif AS terus membebani ekonomi. Meski reli harga minyak memberikan penyangga terhadap pelemahan CAD mengingat peran Kanada sebagai eksportir minyak utama ke AS minimnya data domestik Kanada dalam waktu dekat membuat pergerakan pasangan ini lebih sensitif terhadap arah kebijakan The Fed dan hasil data inflasi CPI AS yang akan dirilis malam ini. Support terdekatnya di zona 1.3660 dan resistance terdekatnya di zona 1.3715.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8225. Naiknya kinerja mata uang Swiss didukung oleh optimisme pasar terhadap kelanjutan pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi berjalan baik dan hanya menerima “laporan positif,” yang memicu harapan pasar akan potensi deeskalasi ketegangan tarif. Fokus utama investor kini tertuju pada rilis data inflasi AS (CPI) bulan Mei yang dijadwalkan Rabu malam, di mana proyeksi pasar mengarah pada kenaikan inflasi tahunan menjadi 2.5% (dari 2.3%) untuk headline CPI dan 2.9% (dari 2.8%) untuk core CPI. Jika data aktual lebih tinggi dari ekspektasi, maka bisa memperkuat Dolar AS dan mendorong USDCHF lebih tinggi, seiring ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga lebih lama. Namun, di tengah harapan positif tersebut, ketegangan geopolitik global tetap menjadi faktor fundamental yang mendukung permintaan terhadap aset safe haven seperti Franc Swiss (CHF). Serangan rudal dan drone besar-besaran yang kembali menghantam Kyiv dan Odesa pada Selasa pagi menambah tekanan geopolitik, bersamaan dengan konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah. Meskipun kalender ekonomi AS dan Swiss hari ini relatif sepi, investor tetap berhati-hati menanti hasil akhir dari negosiasi AS-Tiongkok serta potensi kejutan dari laporan CPI, yang dapat menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed dan arah jangka pendek USDCHF. Support terdekatnya di area 0.8180 dan resistance terdekatnya di zona 0.8250.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

3:00am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

3:30am

USD

API Weekly Statistical Bulletin

-

-

-

5:45am

NZD

Visitor Arrivals m/m

2.3%

-

-1.9%

6:50am

JPY

PPI y/y

3.2%

3.5%

4.1%

Tentative

GBP

10-y Bond Auction

-

-

4.67|3.1

Tentative

EUR

German 10-y Bond Auction

-

-

2.66|2.4

7:30pm

CAD

Building Permits m/m

-

1.9%

-4.1%

7:30pm

USD

Core CPI m/m

-

0.3%

0.2%

7:30pm

USD

CPI m/m

-

0.2%

0.2%

7:30pm

USD

CPI y/y

-

2.5%

2.3%

9:30pm

USD

Crude Oil Inventories

-

-2.4M

-4.3M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788