Home
>
News
>
Publication
>
Performa EURUSD Menguat, Meskipun Sempat Terkoreksi Pasca Data PMI Zona Eropa Berkontraksi
Performa EURUSD Menguat, Meskipun Sempat Terkoreksi Pasca Data PMI Zona Eropa Berkontraksi
Thursday, 24 April 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1313

0.32%

GBPUSD

1.3249

0.24%

AUDUSD

0.6358

0.20%

NZDUSD

0.5943

0.03%

USDJPY

143.39

-0.47%

USDCHF

0.8306

-0.34%

USDCAD

1.3876

-0.04%

GOLDUD

3306.1

1.51%

USD/IDR

16859

0.09%

Fokus EURUSD:

  1. PMI Euro zone mengecewakan
  2. DXY melemah ke zona 99.61

Kamis, 24 April 2025 - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1351. Performa pasangan mata uang Euro mengalami penguatan setelah sempat terkoreksi akibat rilis data PMI zona euro yang mengecewakan. Indeks PMI jasa di kawasan euro turun ke 48.8 dari sebelumnya 50.9, menandai kontraksi pertama sejak November 2024, sementara PMI manufaktur tetap berada di bawah ambang 50 meskipun mencatat kenaikan tipis ke 48.7. Di Jerman, sebagai motor ekonomi Eropa, kondisi serupa terjadi: sektor jasa menyusut ke 49.7, sementara manufaktur melemah ke 48.0. Data ini memperkuat pandangan bahwa pemulihan ekonomi di kawasan euro masih rapuh, dan meningkatkan ekspektasi pasar bahwa European Central Bank (ECB) akan kembali memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Meski begitu, nilai tukar Euro berhasil mempertahankan momentumnya terhadap Dolar AS (USD), didorong oleh berkurangnya tekanan terhadap independensi The Fed. Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan memecat Ketua The Fed Jerome Powell, langkah yang membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kebijakan moneter AS. Selain itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberikan komentar positif bahwa ketegangan dagang antara AS dan China akan mereda dalam waktu dekat, menciptakan suasana pasar yang lebih kondusif dan mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti Dolar.

Dari sisi fundamental, dinamika ekonomi China juga memberikan dampak tidak langsung terhadap pergerakan Euro, karena potensi stabilisasi global memberi harapan pemulihan ekspor zona euro. Di sisi lain, risiko tetap membayangi seiring ekspektasi inflasi yang belum sepenuhnya terkendali dan ketidakpastian seputar tarif AS. ECB diperkirakan masih akan melonggarkan kebijakan moneternya, terutama jika tekanan terhadap sektor jasa terus berlanjut. Presiden ECB Christine Lagarde menyampaikan bahwa jalur disinflasi sudah terlihat jelas dan inflasi bisa kembali mendekati target 2% pada akhir tahun. Namun, pasar tetap mencermati dengan hati-hati apakah data ke depan akan mendukung sikap dovish tersebut, atau justru memicu perubahan arah kebijakan. Dengan kondisi saat ini, EURUSD menunjukkan bias positif jangka pendek, meskipun ruang kenaikan masih ditentukan oleh perkembangan data ekonomi dan geopolitik selanjutnya.

Harga pada pasangan mata uang EURUSD naik. Support terdekatnya di zona 1.1265 dan resistance terdekatnya di zona 1.1420. Support lanjutan di zona 1.1215 dan dilanjutkan ke zona 1.1160. Resistance lanjutan di zona 1.1477 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1510.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3282. Pasangan GBPUSD kembali menguat membalikkan pelemahan dua hari berturut-turut. Sentimen pasar membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan memecat Ketua The Fed Jerome Powell, meskipun tetap menyuarakan ketidakpuasan terhadap sikap Powell yang enggan menurunkan suku bunga lebih cepat. Kejelasan ini meredakan ketegangan mengenai independensi The Fed dan mendorong minat risiko pasar, yang berdampak negatif terhadap Dolar AS (USD). Selain itu, pernyataan Trump yang menyiratkan potensi penurunan tarif terhadap China semakin memperkuat harapan akan meredanya perang dagang, mendorong arus modal keluar dari aset safe haven seperti USD dan memberi ruang apresiasi bagi mata uang utama lainnya, termasuk Pound Sterling (GBP). Di sisi lain, dari Inggris, data ekonomi domestik yang lemah tetap menjadi tekanan tersendiri bagi Sterling. PMI sektor jasa dan manufaktur Inggris untuk April turun ke zona kontraksi, masing-masing di 48.9 dan 44.0, mencerminkan perlambatan aktivitas bisnis dan kekhawatiran resesi. Inflasi yang melandai dan pasar tenaga kerja yang melemah membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank of England (BoE) di bulan Mei semakin menguat, dengan pasar memproyeksikan penurunan sebesar 25 basis poin dan total easing hingga 85 bps sepanjang 2025. Namun untuk saat ini, penguatan GBP terhadap USD lebih dipengaruhi oleh melemahnya Dolar AS akibat ketidakpastian kebijakan tarif dan moneter AS, bukan kekuatan fundamental ekonomi Inggris itu sendiri. Support terdekatnya di area 1.3191 dan resistance terdekatnya di zona 1.3331.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6367. Kenaikan kinerja mata uang Aussie mencerminkan stabilitas pasca data awal PMI Australia dari Judo Bank menunjukkan ekspansi sektor manufaktur dan jasa untuk bulan ketujuh berturut-turut, memberikan dukungan bagi Aussie. Meskipun PMI manufaktur dan jasa mengalami sedikit penurunan menjadi masing-masing 51.7 dan 51.4, keduanya tetap berada di atas level 50, yang menandakan pertumbuhan. Dukungan tambahan datang dari pernyataan optimistis Presiden AS Donald Trump terkait perkembangan positif negosiasi dagang dengan China, yang menjadi katalis bagi permintaan risiko dan mendukung mata uang komoditas seperti AUD. Dari sisi eksternal, Dolar AS sempat menguat setelah Indeks Dolar (DXY) menyentuh 100.00, namun berbalik melemah dan kini bertengger di kisaran 99.50 akibat rilis PMI AS yang mengecewakan. PMI komposit S&P Global untuk April turun menjadi 51.2 dari 53.5, sementara sektor jasa mencatat penurunan tajam dari 54.4 ke 51.4, menandakan perlambatan aktivitas ekonomi. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut tarif terhadap China "tidak berkelanjutan" dan membuka peluang penurunan secara bertahap. Kombinasi sentimen risiko global yang membaik, ketidakpastian arah suku bunga The Fed, dan prospek ekspor Australia ke China yang tetap kuat menjadi faktor utama di balik penguatan AUDUSD saat ini. Support terdekatnya di zona 0.6329 dan resistance terdekatnya di zona 0.6419.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5956. Naiknya kinerja mata uang ini didukung oleh pelemahan Dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian terhadap arah kebijakan perdagangan Washington. Pernyataan dari Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang menyebut bahwa perang tarif dengan China "tidak berkelanjutan" dan akan segera mengalami de-eskalasi, memberikan dorongan positif pada sentimen pasar. Selain itu, Gedung Putih mengungkapkan bahwa mereka telah berdiskusi dengan 90 negara terkait tarif, dengan rencana penetapan tarif untuk China dalam 2–3 minggu ke depan. Ketidakpastian ini memperkuat kekhawatiran terhadap prospek perlambatan ekonomi AS dan menekan Greenback. Sementara itu, dari sisi domestik, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) pada pertemuan Mei mendatang menjadi faktor penahan bagi laju penguatan Kiwi. Meski inflasi masih tinggi, pasar telah sepenuhnya memproyeksikan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin dari level 3.5%, dengan potensi penurunan lebih lanjut hingga 2.75% di akhir tahun. Namun, kuatnya hubungan perdagangan Selandia Baru dengan China membuat NZD tetap menarik di tengah sinyal meredanya tensi perang dagang, memberi dukungan bagi tren kenaikan NZDUSD saat ini. Support terdekatnya di area 0.5915 dan resistance terdekatnya di zona 0.6005.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 142.68. Pasangan USD/JPY melemah seiring penguatan Yen Jepang (JPY) yang mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah meredanya ekspektasi terhadap resolusi cepat perang dagang AS–China, setelah pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang menepis spekulasi pemangkasan sepihak tarif oleh Gedung Putih dan menyiratkan bahwa pihak China harus melakukan langkah awal; sementara itu, ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan tetap berada pada jalur pengetatan kebijakan moneter di tahun 2025 menjadi katalis tambahan bagi penguatan JPY, meskipun investor memperkirakan potensi keterlambatan kenaikan suku bunga akibat risiko ekonomi dari tarif Trump; kontras dengan sikap dovish The Fed yang diperkirakan akan memangkas suku bunga hingga tiga kali tahun ini, perbedaan arah kebijakan ini memperlebar divergensi kebijakan moneter antara BoJ dan The Fed, menekan Dolar AS dan menopang Yen, apalagi dengan sentimen geopolitik yang belum mereda serta kekhawatiran pasar terhadap dampak tarif terhadap ekonomi Jepang yang turut menjaga daya tarik JPY di tengah lemahnya minat beli lanjutan terhadap USD. Support terdekatnya di area 142.05 dan resistance terdekatnya di zona 144.08.

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.3869. Turunnya kinerja mata uang ini tertekan oleh pelemahan Dolar AS (USD) yang dipicu oleh laporan Beige Book The Fed edisi April, yang mengindikasikan memburuknya kondisi ekonomi di berbagai wilayah AS akibat tekanan tarif, konsumsi konsumen yang tidak merata, serta pelemahan pasar tenaga kerja; sentimen negatif terhadap Greenback semakin diperkuat oleh data PMI S&P Global yang menunjukkan penurunan aktivitas bisnis, di mana PMI Komposit April turun tajam ke 51.2 dari 53.5, terutama disebabkan penurunan signifikan pada sektor jasa, sementara dari sisi Kanada, meskipun CAD sempat melemah sehari sebelumnya setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan kenaikan tarif impor mobil Kanada ke AS, CAD tetap dibayangi oleh prospek pertumbuhan yang lemah setelah IMF memangkas proyeksi PDB Kanada 2025 menjadi 1.4% serta sikap hati-hati Bank of Canada (BoC) yang mempertahankan suku bunga acuan di 2.75% di tengah ketidakpastian lanjutan mengenai kebijakan perdagangan AS, sehingga membuat tekanan terhadap USDCAD menjadi terbatas. Support terdekatnya di zona 1.3827 dan resistance terdekatnya di zona 1.3932.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8276. Franc Swiss (CHF) menjadi salah satu mata uang G10 yang paling menarik saat ini, setelah mencatat penguatan lebih dari 7% terhadap Dolar AS (USD) sepanjang bulan ini dan hampir 4% terhadap rata-rata G10, menurut analis FX Commerzbank Michael Pfister; meskipun pasangan EUR/CHF naik tipis dalam beberapa hari terakhir, CHF tetap menjadi pemenang utama sejak ‘Liberation Day’, namun di balik performa cemerlang ini, Swiss National Bank (SNB) menghadapi dilema intervensi valuta asing yang kompleks pasalnya, meski SNB memiliki keinginan untuk menstabilkan mata uang, mereka hanya membeli sekitar 1 miliar CHF sepanjang tahun lalu, jauh lebih sedikit dibanding penjualan 20 miliar CHF di kuartal terakhir 2023, karena khawatir memperbesar neraca dan menarik perhatian Presiden AS Donald Trump jika melakukan intervensi lebih agresif; di sisi suku bunga, ruang pelonggaran semakin sempit dengan tingkat kebijakan saat ini di 0.25%, bahkan kemungkinan suku bunga negatif kembali dibuka, tetapi kebijakan ini pun berisiko tinggi terutama jika resesi global benar-benar terjadi, mengingat bank sentral lain seperti ECB masih memiliki ruang pelonggaran lebih luas, yang bisa mendorong CHF menguat tajam terhadap euro; oleh karena itu, dengan terbatasnya opsi moneter dan risiko geopolitik yang meningkat, tren pelemahan USDCHF kemungkinan akan berlanjut dalam waktu dekat, kecuali SNB terpaksa bereaksi jika penguatan franc kembali melonjak secara drastis. Support terdekatnya di area 0.8225 dan resistance terdekatnya di zona 0.8367.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:15am

GBP

BOE Gov Bailey Speaks

-

-

-

1:00am

GBP

MPC Member Breeden Speaks

-

-

-

1:00am

USD

Beige Book

-

-

-

5:30am

USD

FOMC Member Hammack Speaks

-

-

-

6:50am

JPY

SPPI y/y

3.1%

3.0%

3.2%

8:30am

AUD

RBA Bulletin

-

-

-

3:00pm

EUR

German ifo Business Climate

-

85.1

86.7

5:00pm

EUR

German Buba Monthly Report

-

-

-

5:00pm

GBP

CBI Industrial Order Expectations

-

-36

-29

7:00pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

7:30pm

USD

Unemployment Claims

-

222K

215K

7:30pm

USD

Core Durable Goods Orders m/m

-

0.3%

0.7%

7:30pm

USD

Durable Goods Orders m/m

-

2.1%

0.9%

8:00pm

CNY

CB Leading Index m/m

-

 

-0.3%

8:00pm

EUR

Belgian NBB Business Climate

-

-15.9

-15.1

8:25pm

GBP

MPC Member Lombardelli Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

Existing Home Sales

-

4.14M

4.26M

Day 4

All

IMF Meetings

-

-

-

9:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

69B

16B

5:30pm

GBP

MPC Member Pill Speaks

-

-

-

7:30pm

CAD

NHPI m/m

-

0.0%

0.1%

8:00pm

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

8:35pm

USD

FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

8:45pm

USD

Flash Manufacturing PMI

-

49

50.2

8:45pm

USD

Flash Services PMI

-

52.8

54.4

9:00pm

USD

New Home Sales

-

684K

676K

Day 3

All

IMF Meetings

-

-

-

9:30pm

USD

Crude Oil Inventories

-

1.6M

0.5M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788