Home
>
News
>
Publication
>
Performa Euro Terdukung Oleh Pemangkasan Suku Bunga ECB
Performa Euro Terdukung Oleh Pemangkasan Suku Bunga ECB
Friday, 31 January 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0391

-0.34%

GBPUSD

1.2404

-0.10%

AUDUSD

0.6214

-0.21%

NZDUSD

0.5632

-0.14%

USDJPY

154.03

-0.16%

USDCHF

0.9072

0.26%

USDCAD

1.4481

0.19%

GOLDUD

2792.5

0.15%

USD/IDR

16253

0.31%

Fokus EURUSD:

  1. ECB menurunkan suku bunga
  2. Data GDP Zona Euro 

Jumat, 31 Januari 2025 - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0405. Penguatan kinerja mata uang Euro terjadi setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memotong suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 2,75%, sementara suku bunga Main Refinancing Operations turun menjadi 2,9%, sesuai ekspektasi pasar. Pemotongan suku bunga ini dilakukan dengan asumsi bahwa tekanan inflasi di zona Euro sedang menuju target ECB sebesar 2%. Namun, kekhawatiran atas potensi tarif dari Presiden AS Donald Trump dan prospek ekonomi zona Euro yang suram tetap membayangi.

Disisi data yang lain, data flash GDP zona Euro untuk kuartal IV-2024 menunjukkan pertumbuhan yang stagnan setelah sebelumnya tumbuh 0,4% pada kuartal III. Ekonom memperkirakan pertumbuhan hanya sebesar 0,1%, dengan ekonomi Jerman menjadi penyumbang terbesar pelemahan tersebut. Data flash GDP Jerman menunjukkan kontraksi sebesar 0,2% secara year-on-year (YoY) pada kuartal IV-2024, lebih lambat dari penurunan 0,3% pada kuartal sebelumnya. Secara YoY, ekonomi zona Euro tumbuh 0,9%, lebih rendah dari perkiraan 1%. Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan bahwa bank sentral tidak akan mengikuti jalur pemotongan suku bunga yang telah ditentukan sebelumnya dan akan tetap bergantung pada data ekonomi.

Penguatan pasangan mata uang EURUSD juga didukung oleh pelemahan Dolar AS (USD) setelah rilis data GDP AS kuartal IV-2024 yang lebih rendah dari ekspektasi. Pertumbuhan ekonomi AS tercatat sebesar 2,3% YoY, lebih rendah dari perkiraan 2,6% dan pertumbuhan 3,1% pada kuartal sebelumnya. Indeks Dolar AS (DXY) turun ke level 107,80. Sementara itu, klaim pengangguran awal AS untuk minggu yang berakhir pada 24 Januari berada di 207.000, lebih rendah dari perkiraan 220.000. Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 4,25%-4,50% dalam rapat terakhir, dengan Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral akan menunggu perkembangan inflasi dan pasar tenaga kerja sebelum memutuskan pemotongan suku bunga. Inflasi inti AS (CPI) pada Desember tercatat 3,2% YoY, masih di atas target Fed sebesar 2%.

Harga pada pasangan mata uang EURUSD menguat. Support terdekatnya di zona 1.0354 dan resistance terdekatnya di zona 1.0467. Support lanjutan di zona 1.0312 dan dilanjutkan ke zona 1.0287. Resistance lanjutan di zona 1.0499 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.0536.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2424. Poundsterling mengalami pelemahan di tengah ketidakpastian pasar akibat data ekonomi AS yang beragam dan ancaman tarif baru dari Presiden Donald Trump terhadap Kanada, Meksiko, serta potensi bea impor baru untuk produk China dan minyak mentah. Data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal keempat 2024 menunjukkan pertumbuhan 2,3% secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan 2,6%. Namun, klaim pengangguran mingguan lebih rendah dari ekspektasi, menunjukkan pasar tenaga kerja yang tetap kuat, yang bisa membuat Federal Reserve (Fed) menahan suku bunga lebih lama. Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada Jumat, yang dapat mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter ke depan. Sementara itu, di Inggris, Pound Sterling sempat menguat terhadap sebagian besar mata uang utama setelah Kanselir Keuangan Rachel Reeves mengumumkan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk mengurangi regulasi dan memperkuat hubungan ekonomi dengan AS. Meski demikian, dampak kebijakan ini diperkirakan tidak akan segera mengatasi tantangan ekonomi Inggris, yang masih menghadapi tekanan untuk menurunkan suku bunga. Bank of England (BoE) diprediksi akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,5% dalam pertemuan Februari mendatang, menandai pemotongan ketiga sejak Agustus 2024. Support terdekatnya di area 1.2354 dan resistance terdekatnya di zona 1.2475.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6219. Kinerja pasangan mata uang AUDUSD terus melemah untuk hari kelima berturut-turut pada Jumat, tertekan oleh ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap China. Meskipun Trump belum menentukan timeline yang jelas, pernyataan bahwa China akan menghadapi tarif baru telah meningkatkan kekhawatiran pasar. Mengingat hubungan dagang yang erat antara Australia dan China, meningkatnya ketegangan perdagangan dapat semakin menekan nilai Dolar Australia. Selain itu, spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) di Februari semakin kuat, dengan empat bank besar Australia (ANZ, CBA, Westpac, dan NAB) kini memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Inflasi yang mereda di akhir 2024 semakin memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter. Support terdekatnya di zona 0.6199 dan resistance terdekatnya di zona 0.6243

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5638. Melemahnya kinerja mata uang Kiwi terdorong oleh ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump terhadap China. Pasar menunggu kejelasan lebih lanjut terkait kebijakan tarif Trump, terutama setelah ia menegaskan rencana untuk memberlakukan tarif 25% pada Kanada dan Meksiko mulai 1 Februari, meski belum menetapkan tanggal pasti untuk China. Kebijakan tarif ini berpotensi memicu ketegangan perdagangan baru antara AS dan China, yang dapat membebani NZD mengingat China adalah mitra dagang utama Selandia Baru. Selain itu, pasar juga memantau rilis data ekonomi AS, termasuk Personal Consumption Expenditures (PCE), Personal Income/Spending, dan Chicago Purchasing Managers' Index (PMI), yang akan dirilis pada Jumat ini. Support terdekatnya di area 0.5617 dan resistance terdekatnya di zona 0.5658.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 153.99. Terjatuhnya asset mata uang ini mendekati level terendah satu bulan, didorong oleh penguatan Yen Jepang (JPY) yang menarik minat pembeli untuk hari ketiga berturut-turut. Data terbaru menunjukkan inflasi di Tokyo naik menjadi 3,4% year-on-year (YoY) pada Januari, level tertinggi sejak April 2023, sementara inflasi inti (tidak termasuk makanan segar) mencapai 2,5% YoY, tertinggi dalam 11 bulan. Selain itu, Produksi Industri Jepang pada Desember mencatat pertumbuhan tak terduga, dan penjualan ritel melampaui perkiraan pasar. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) mungkin akan menaikkan suku bunga lebih lanjut, mendukung penguatan JPY. Faktor risiko geopolitik juga turut mendorong permintaan terhadap JPY sebagai aset safe-haven. Support terdekatnya di area 153.60 dan resistance terdekatnya di zona 154.73

USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4475. Performa pasangan mata uang ini menguat didukung oleh pelemahan Dolar Kanada (CAD) akibat ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap barang impor dari Kanada dan Meksiko. Trump mengumumkan rencana penerapan tarif impor sebesar 25% dengan alasan krisis fentanyl, yang diperkirakan akan diberlakukan mulai Sabtu. Ketegangan perdagangan ini berpotensi semakin menekan ekonomi Kanada, yang sudah menghadapi pemangkasan suku bunga oleh Bank of Canada (BoC) sebesar 25 basis poin ke 3% pada pertemuan terbaru. Gubernur BoC, Tiff Macklem, juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa konflik perdagangan berkepanjangan dapat berdampak buruk pada aktivitas ekonomi Kanada. Support terdekatnya di zona 1.4440 dan resistance terdekatnya di zona 1.4530.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.9094. Pasangan mata uang Swiss didukung oleh penguatan Dolar AS pasca kebijakan suku bunga stabil The Fed. Di sisi lain, Swiss Franc (CHF) menghadapi tekanan setelah data ekspektasi survei ZEW untuk Januari naik ke 17,7 dari -20 pada bulan sebelumnya, menunjukkan peningkatan sentimen ekonomi. Namun, dengan pasar menantikan rilis Neraca Perdagangan Swiss untuk Desember dan Indikator KOF untuk Januari, CHF masih menghadapi ketidakpastian lebih lanjut. Penguatan USD, didukung oleh ekspektasi kebijakan Fed yang lebih ketat dan potensi kenaikan inflasi di AS, terus memberikan momentum bullish bagi USDCHF dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 0.9065 dan resistance terdekatnya di zona 0.9138.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:30am

JPY

Tokyo Core CPI y/y

2.5%

2.5%

2.4%

6:30am

JPY

Unemployment Rate

2.4%

2.5%

2.5%

6:50am

JPY

Prelim Industrial Production m/m

0.3%

-0.1%

-2.2%

6:50am

JPY

Retail Sales y/y

3.7%

3.4%

2.8%

7:30am

AUD

PPI q/q

0.8%

1.0%

0.9%

7:30am

AUD

Private Sector Credit m/m

0.6%

0.5%

0.6%

All Day

CNY

Bank Holiday

-

-

-

12:00pm

JPY

Housing Starts y/y

-

-3.7%

-1.8%

2:00pm

EUR

German Retail Sales m/m

-

0.0%

-0.6%

2:00pm

GBP

Nationwide HPI m/m

-

0.3%

0.7%

All Day

EUR

German Prelim CPI m/m

-

0.1%

0.5%

2:30pm

CHF

Retail Sales y/y

-

0.6%

0.8%

2:45pm

EUR

French Prelim CPI m/m

-

0.0%

0.2%

3:55pm

EUR

German Unemployment Change

-

14K

10K

8:30pm

CAD

GDP m/m

-

-0.1%

0.3%

8:30pm

USD

Core PCE Price Index m/m

-

0.2%

0.1%

8:30pm

USD

Employment Cost Index q/q

-

0.9%

0.8%

8:30pm

USD

FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

8:30pm

USD

Personal Income m/m

-

0.4%

0.3%

8:30pm

USD

Personal Spending m/m

-

0.5%

0.4%

9:45pm

USD

Chicago PMI

-

40.3

36.9

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788