Home
>
News
>
Publication
>
Performa Euro Menguat, Ditopang Stabilitas Inflasi Zona Euro dan Tekanan Baru terhadap Dolar AS
Performa Euro Menguat, Ditopang Stabilitas Inflasi Zona Euro dan Tekanan Baru terhadap Dolar AS
Tuesday, 20 May 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1217

0.17%

GBPUSD

1.3344

0.11%

AUDUSD

0.6443

0.23%

NZDUSD

0.5918

0.22%

USDJPY

145.51

-0.42%

USDCHF

0.8343

-0.18%

USDCAD

1.3950

-0.11%

GOLDUD

3228.0

-0.43%

USD/IDR

16424

0.16%

Fokus EURUSD:

  1. Data CPI Zona Euro
  2. Katalis Moody’s

Selasa, 20 Mei 2025 - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.1238. Pasangan mata uang Euro menunjukkan penguatan signifikan pada awal pekan seiring melemahnya Dolar AS dan menguatnya fundamental Euro. Data final inflasi zona euro untuk April menunjukkan tidak ada revisi dari angka awal: headline CPI tetap di 2,2% YoY dan 0,6% MoM, sementara core CPI juga stabil di 2,7% YoY dan 1% MoM. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah lonjakan inflasi jasa ke 3,9% dari 3,5%, yang menandakan tekanan harga di sektor ini masih tinggi. Meskipun demikian, stabilnya inflasi secara keseluruhan membuka ruang bagi European Central Bank (ECB) untuk melanjutkan pelonggaran moneter, setelah sebelumnya memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke 2,25% pada bulan lalu. Pasar kini menanti langkah lanjutan dari ECB dalam pertemuan 5 Juni mendatang, dengan proyeksi penurunan suku bunga tambahan sebagai bagian dari strategi mendukung pemulihan ekonomi.

Di sisi lain, Dolar AS terus berada di bawah tekanan setelah Moody’s resmi menurunkan peringkat kredit jangka panjang AS menjadi Aa1 dari Aaa, memperkuat kekhawatiran pasar terkait akumulasi utang yang tidak terkendali dan defisit anggaran yang membesar. Penurunan peringkat ini mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi, namun tidak cukup menarik minat beli terhadap Dolar karena sentimen pasar secara umum masih berhati-hati terhadap arah kebijakan fiskal dan moneter AS. Data ekonomi terbaru AS pun kurang menggembirakan. Indeks sentimen konsumen University of Michigan untuk Mei anjlok ke level 50,8 terendah sejak Juli 2022, sementara ekspektasi inflasi satu tahun melonjak ke 7,3%, tertinggi sejak 1981. Kenaikan tajam dalam ekspektasi inflasi ini memperumit ruang gerak The Fed, yang sudah berada dalam posisi wait-and-see akibat ketidakpastian arah kebijakan tarif dari pemerintahan Trump.

Sementara itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter ECB dan The Fed tetap kontras. ECB dinilai punya ruang lebih besar untuk pelonggaran seiring perlambatan inflasi dan tekanan pertumbuhan yang masih membayangi kawasan euro, terlebih dengan berbagai risiko eksternal seperti dampak lanjutan dari kebijakan tarif AS. Sebaliknya, The Fed cenderung bersikap hati-hati di tengah ekspektasi inflasi AS yang tinggi dan minimnya kejutan positif dari data ekonomi domestik. Pasar kini mengantisipasi pembacaan awal PMI zona euro dan Jerman pekan ini, serta negosiasi dagang antara Uni Eropa dan AS yang mulai menunjukkan perkembangan. Apabila data manufaktur dan jasa menunjukkan perbaikan, dan pembicaraan dagang berjalan konstruktif, maka penguatan Euro terhadap Dolar AS berpotensi lanjut hingga menembus area resistance dalam waktu dekat.

Harga pada pasangan mata uang EURUSD naik. Support terdekatnya di zona 1.1187 dan resistance terdekatnya di zona 1.1295. Support lanjutan di zona 1.1140 dan dilanjutkan ke zona 1.1110. Resistance lanjutan di zona 1.1320 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.1355.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.3356. Poundsterling menguat signifikan terhadap Dolar AS pada awal pekan ini, dengan GBPUSD diperdagangkan menguat. Kenaikan ini didorong oleh pengumuman kesepakatan dagang besar antara Inggris dan Uni Eropa yang disebut sebagai titik balik pasca-Brexit. Kesepakatan tersebut mencakup sektor penting seperti perikanan, energi, dan pertanian, menandai dimulainya era baru kerja sama ekonomi lintas Channel. Selain itu, sentimen terhadap Sterling juga diperkuat oleh kesepakatan dagang Inggris dengan AS dan India dalam beberapa pekan terakhir, menambah optimisme pasar terhadap arah kebijakan perdagangan Inggris yang lebih terbuka. Ekspektasi inflasi Inggris yang tetap tinggi menjelang rilis data CPI hari Rabu juga menopang permintaan terhadap GBP, terutama karena pasar memperkirakan inflasi inti akan naik dari 3,4% menjadi 3,7% YoY. Di sisi lain, pelemahan Dolar AS turut memperbesar penguatan pasangan GBPUSD. Setelah Moody’s menurunkan peringkat utang jangka panjang AS menjadi Aa1, kekhawatiran atas stabilitas fiskal AS kembali mencuat. Laporan tersebut menggarisbawahi kegagalan pemerintah dalam mengendalikan defisit dan biaya bunga yang meningkat tajam. Dampaknya, imbal hasil obligasi AS melonjak, namun daya tarik Dolar tetap melemah di tengah sentimen pasar yang lebih berhati-hati. Ketidakpastian terhadap arah kebijakan The Fed juga menambah tekanan, karena pejabat bank sentral masih menahan diri dalam mengambil keputusan suku bunga sambil menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai dampak tarif Trump terhadap inflasi dan pertumbuhan. Kombinasi antara sentimen positif dari sisi Inggris dan tekanan terhadap Dolar AS menjadi katalis utama penguatan GBPUSD menuju level tertinggi dua pekan. Support terdekatnya di area 1.3334 dan resistance terdekatnya di zona 1.3407.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6458. Pasangan mata uang Aussie menguat melanjutkan reli pemulihan setelah sebelumnya sempat melemah selama tiga hari berturut-turut. Penguatan Aussie didorong oleh pelemahan Dolar AS pasca Moody’s memangkas peringkat kredit jangka panjang AS dari AAA menjadi AA1 akibat kekhawatiran fiskal dan beban utang yang membengkak. Imbas dari pemangkasan ini membuat DXY turun mendekati area psikologis 100.00. Sementara itu, pasar kini mengalihkan perhatian ke keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) yang dijadwalkan Selasa. Meski pasar luas memperkirakan pemangkasan 25 bps dari 4,10% ke 3,85%, data tenaga kerja Australia yang sangat kuat dengan penciptaan 89 ribu lapangan kerja pada April membatasi ekspektasi terhadap siklus pelonggaran yang agresif. Di sisi eksternal, membaiknya sentimen perdagangan global, termasuk gencatan senjata tarif selama 90 hari antara AS dan China, turut menopang minat risiko dan mendukung penguatan mata uang berbasis komoditas seperti AUD. Namun, ketidakpastian politik domestik tetap menjadi faktor pembatas. Krisis internal dalam koalisi oposisi, menyusul keputusan Partai Nasional Australia untuk memutuskan hubungan dengan Partai Liberal, telah menambah volatilitas jangka pendek terhadap Aussie. Meskipun demikian, kombinasi antara pemulihan data domestik, tekanan terhadap Dolar AS, dan ekspektasi penurunan suku bunga yang terukur dari RBA menciptakan dasar yang cukup kuat bagi AUDUSD untuk tetap bertahan dalam tren naik dalam waktu dekat. Support terdekatnya di zona 0.6433 dan resistance terdekatnya di zona 0.6470.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5919. Pasangan Dollar Kiwi menguat setelah mencatat lonjakan lebih dari 0,5% di sesi sebelumnya, didukung oleh pelemahan Dolar AS akibat pemangkasan peringkat kredit AS oleh Moody’s dari Aaa menjadi Aa1. Langkah ini menambah tekanan terhadap greenback karena investor menyoroti risiko fiskal AS yang memburuk, termasuk potensi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Di saat yang sama, kenaikan ekspektasi inflasi di Selandia Baru dengan survei terbaru menunjukkan lonjakan proyeksi inflasi dua tahun ke depan menjadi 2,3% juga mendukung pergerakan NZD. Meski demikian, data domestik campuran membuat penguatan Kiwi masih dibatasi, terutama setelah indeks sektor jasa (PSI) Business NZ turun ke 48,5 pada April, mengindikasikan kontraksi lanjutan di sektor tersebut. Dari sisi eksternal, investor mencerna dampak pemangkasan suku bunga pinjaman oleh bank sentral China (PBoC), yang menurunkan Loan Prime Rate satu tahun dari 3,10% menjadi 3,00% dan lima tahun dari 3,60% ke 3,50%. Sebagai mitra dagang utama, langkah pelonggaran moneter dari Beijing ini memberikan tekanan tambahan terhadap prospek ekspor Selandia Baru, namun untuk saat ini tertutupi oleh optimisme global setelah pernyataan Presiden Trump terkait dimulainya kembali negosiasi damai Rusia-Ukraina. Dalam beberapa hari ke depan, fokus pasar akan tertuju pada serangkaian rilis data utama dari Selandia Baru seperti neraca dagang, anggaran tahunan pemerintah, dan penjualan ritel kuartal I yang diperkirakan akan memberi sinyal lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga Reserve Bank of New Zealand. Support terdekatnya di area 0.5895 dan resistance terdekatnya di zona 0.5941.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 144.89. USDJPY bergerak melemah pada Selasa di tengah pergeseran sentimen pasar yang cenderung mendukung Yen Jepang. Meski sempat menguat ke area 145,50 karena pelemahan JPY secara luas, ekspektasi pasar bahwa Bank of Japan (BoJ) akan kembali menaikkan suku bunga pada 2025 terus menjadi penahan utama depresiasi Yen. Di sisi lain, Dolar AS tertekan menyusul pemangkasan peringkat kredit oleh Moody’s dari Aaa ke Aa1, serta data inflasi dan penjualan ritel yang melemah, memicu ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) tahun ini. BoJ sendiri masih menunjukkan sikap hawkish, dengan Deputi Gubernur Shinichi Uchida menyatakan bahwa suku bunga bisa kembali naik bila pertumbuhan dan inflasi berjalan sesuai proyeksi. Meskipun penguatan pasar saham global menekan permintaan aset safe haven seperti Yen, kekhawatiran geopolitik global serta ketidakpastian arah kebijakan moneter AS tetap mendukung prospek JPY dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 145.45 dan resistance terdekatnya di zona 145.60.

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.3950. Pasangan mata uang Loonie melemah akibat tekanan terhadap Dolar AS setelah Moody’s memangkas peringkat kredit Amerika Serikat dari Aaa menjadi Aa1 serta meningkatnya ketegangan dagang global. Penurunan ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mulai memangkas suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, apalagi inflasi AS menunjukkan tanda-tanda pelonggaran. Di sisi lain, pasar kini menantikan rilis data inflasi Kanada (CPI) yang akan menjadi penentu arah kebijakan Bank of Canada (BoC). Meskipun harga minyak mentah komoditas utama ekspor Kanada tertekan dan bisa membebani nilai tukar CAD, harapan pemangkasan suku bunga oleh BoC juga menjadi faktor negatif tambahan bagi Loonie. Namun, perbedaan arah kebijakan antara BoC yang lebih dovish dan Fed yang lebih berhati-hati membuat pergerakan USDCAD tetap terbatas, dengan risiko koreksi lanjutan jika sentimen terhadap Dolar AS terus memburuk. Support terdekatnya di zona 1.3930 dan resistance terdekatnya di zona 1.3980.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8343. USDCHF melemah tajam mencerminkan tekanan kuat terhadap Dolar AS setelah Moody’s menurunkan peringkat kredit jangka panjang Amerika Serikat dari AAA menjadi AA1. Penurunan peringkat ini, yang disebabkan oleh kekhawatiran atas tumpukan utang AS yang mencapai $36 triliun dan prospek fiskal yang memburuk, telah mendorong imbal hasil obligasi AS 10 tahun naik mendekati 4,52%. Tekanan terhadap Greenback semakin dalam seiring ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga lebih lanjut di tengah perlambatan inflasi dan lemahnya data penjualan ritel. Di sisi lain, meskipun Swiss Franc sempat terdampak oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dari Swiss National Bank (SNB), permintaan terhadap aset safe haven tetap tinggi di tengah ketidakpastian global dan retorika perdagangan AS yang kembali agresif. Hal ini membuat USDCHF berisiko lanjut melemah dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 0.8317 dan resistance terdekatnya di zona 0.8371.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:15am

USD

FOMC Member Logan Speaks

-

-

-

12:30am

USD

FOMC Member Kashkari Speaks

-

-

-

1:45am

USD

FOMC Member Bostic Speaks

-

-

-

8:00am

CNY

1-y Loan Prime Rate

3.0%

3.0%

3.1%

8:00am

CNY

5-y Loan Prime Rate

3.5%

3.5%

3.6%

11:30am

AUD

Cash Rate

-

3.9%

4.1%

11:30am

AUD

RBA Monetary Policy Statement

-

-

-

11:30am

AUD

RBA Rate Statement

-

-

-

12:30pm

AUD

RBA Press Conference

-

-

-

1:00pm

EUR

German PPI m/m

-

-0.3%

-0.7%

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-10.8%

3:00pm

EUR

Current Account

-

35.9B

34.3B

3:00pm

GBP

MPC Member Pill Speaks

-

-

-

Day 1

All

G7 Meetings

-

-

-

7:30pm

CAD

CPI m/m

-

-0.1%

0.3%

7:30pm

CAD

Median CPI y/y

-

2.9%

2.9%

7:30pm

CAD

Trimmed CPI y/y

-

2.8%

2.8%

7:30pm

CAD

Common CPI y/y

-

2.3%

2.3%

7:30pm

CAD

Core CPI m/m

-

-

0.1%

8:00pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

8:00pm

USD

FOMC Member Bostic Speaks

-

-

-

9:00pm

EUR

Consumer Confidence

-

-16

-17

Tentative

NZD

GDT Price Index

-

-

4.6%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788