Home
>
News
>
Publication
>
Perbedaan Kebijakan The Fed dan BoC Angkat USDCAD
Perbedaan Kebijakan The Fed dan BoC Angkat USDCAD
Monday, 22 June 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1463

-0.01%

GBPUSD

1.3195

0.19%

AUDUSD

0.7011

-0.01%

NZDUSD

0.5733

-0.03%

USDJPY

161.26

0.17%

USDCHF

0.8074

0.05%

USDCAD

1.4169

0.07%

GOLDUD

4157.10

0.88%

USD/IDR

17,775

0.00%

Fokus:

  1. Ketegangan Timur Tengah dorong permintaan Dolar AS sebagai aset safe haven.
  2. Perbedaan prospek suku bunga The Fed dan BoC menopang penguatan USDCAD.



USDCAD
Senin, 22 June 2026
- Pasangan mata uang ini mengawali perdagangan pekan ini dengan kecenderungan menguat dan diperdagangkan di sekitar 1,4179. Pasangan mata uang ini bergerak mendekati level tertinggi yang terakhir kali terlihat pada April 2025, mencerminkan masih kuatnya minat pasar terhadap Dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Penguatan Dolar AS didorong oleh kembali meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven setelah muncul perkembangan terbaru terkait konflik di Timur Tengah. Ketegangan kembali meningkat setelah Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata, disertai keputusan Teheran untuk kembali menutup Selat Hormuz. Situasi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan dan mendorong investor beralih ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk Dolar AS.

Dari sisi Kanada, Dolar Kanada masih menghadapi tekanan akibat prospek ekonomi domestik yang relatif lebih lemah. Pelaku pasar menilai Bank of Canada cenderung mempertahankan kebijakan yang akomodatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang melambat. Sebaliknya, Federal Reserve masih memberikan sinyal bahwa suku bunga berpotensi naik kembali dalam beberapa bulan mendatang, sehingga memperlebar perbedaan arah kebijakan moneter kedua bank sentral dan mendukung kenaikan USDCAD.

Meski demikian, kenaikan harga minyak mentah memberikan dukungan bagi Dolar Kanada dan berpotensi membatasi penguatan lebih lanjut pada USDCAD. Sebagai salah satu mata uang yang berkorelasi positif dengan harga komoditas energi, CAD mendapat sentimen positif dari kenaikan minyak yang dipicu kekhawatiran gangguan pasokan global. Investor juga menantikan rilis data inflasi Kanada yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan Bank of Canada. Namun secara keseluruhan, tren jangka pendek masih menunjukkan bias bullish bagi USDCAD selama sentimen risiko global tetap rapuh. Support berada di area 1,4120, sementara resistance di area 1,4200.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak turun ke area 1,1462 pada perdagangan hari Senin seiring meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Sentimen pasar global kembali cenderung berhati-hati setelah muncul perkembangan terbaru terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran, termasuk ancaman lanjutan dari Presiden Donald Trump serta kembali ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran. Kondisi tersebut mendorong aliran dana menuju aset yang dianggap lebih aman dan memberikan dukungan bagi mata uang AS.

Di sisi lain, pelemahan Euro masih relatif terbatas karena pasar tetap memperhatikan prospek kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB). Beberapa pejabat ECB mulai membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan apabila tekanan inflasi di kawasan Zona Euro terus meluas. Ekspektasi tersebut membantu menopang Euro dan mengurangi tekanan jual yang lebih besar, sementara investor menantikan pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Support EURUSD berada di area 1,1430, sementara resistance di area 1,1500.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 1,3220 pada perdagangan hari Senin. Pelemahan Dolar AS yang terjadi secara moderat memberikan ruang bagi penguatan Poundsterling, terutama setelah munculnya rencana diplomatik yang difasilitasi Qatar dan Pakistan untuk mendorong tercapainya kesepakatan damai permanen antara Amerika Serikat dan Iran. Prospek meredanya ketegangan tersebut sempat mengurangi permintaan terhadap aset safe haven dan mendorong pelaku pasar melakukan penutupan posisi jual pada pasangan mata uang ini.

Meski demikian, potensi penguatan GBPUSD masih dibayangi sejumlah faktor risiko. Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran dan meningkatnya ketidakpastian hubungan AS-Iran menjaga sentimen hati-hati di pasar, yang cenderung mendukung Dolar AS. Dari Inggris, spekulasi mengenai kemungkinan perubahan kepemimpinan pemerintahan menambah tekanan terhadap Poundsterling. Selain itu, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England membuat investor masih berhati-hati terhadap peluang kenaikan lebih lanjut, sehingga setiap reli berpotensi dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengambil posisi jual. Support GBPUSD berada di area 1,3180, sementara resistance di area 1,3260.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 0,7010 pada perdagangan pagi ini. Pergerakan pasangan mata uang ini masih cenderung terbatas dan berkonsolidasi di atas level psikologis 0,7000, sementara pelaku pasar mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong permintaan terhadap aset safe haven.

Dolar AS mendapat dukungan dari meningkatnya sentimen aversi risiko global serta pandangan Federal Reserve yang masih cenderung ketat terhadap kebijakan moneter. Kondisi tersebut memberikan tekanan bagi AUDUSD. Namun, potensi pelemahan yang lebih dalam masih tertahan oleh ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) tetap membuka peluang kebijakan yang lebih ketat apabila tekanan inflasi kembali meningkat, sehingga menopang nilai tukar dolar Australia. Support AUDUSD berada di area 0,6980, sementara resistance di area 0,7040.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak melemah ke area 0,5731 pada perdagangan Asia pagi ini setelah Dolar Selandia Baru kehilangan daya tarik terhadap Dolar AS. Sentimen terhadap mata uang Kiwi masih terbebani oleh minimnya stimulus baru dari Tiongkok setelah Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) memutuskan mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya. Keputusan tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi Tiongkok belum memperoleh dorongan tambahan yang cukup kuat, sehingga menekan mata uang yang sensitif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Asia, termasuk NZD.

Di sisi lain, Dolar AS tetap mendapat dukungan dari meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama. Pasar juga terus mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran. Harapan tercapainya kesepakatan damai berpotensi meningkatkan minat terhadap aset berisiko, namun ketidakpastian yang masih berlangsung membuat investor tetap berhati-hati dan mempertahankan posisi pada aset safe haven seperti Dolar AS. Kondisi ini membuat tekanan terhadap NZDUSD masih cukup dominan dalam jangka pendek. Support NZDUSD berada di area 0,5700, sementara resistance di area 0,5760.

USDJPY - Pasangan mata uang ini melanjutkan penguatannya di sekitar 161,54 pada awal pekan dan tetap bergerak di dekat level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan pasangan mata uang ini terutama ditopang oleh menguatnya Dolar AS setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kekhawatiran pasar kembali muncul menyusul memburuknya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk terhentinya proses perundingan damai serta meningkatnya risiko eskalasi konflik yang mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman.

Di sisi lain, Yen Jepang masih menghadapi tekanan meskipun statusnya juga dikenal sebagai aset safe haven. Dominasi Dolar AS dalam kondisi pasar saat ini membuat USDJPY tetap berada dalam tren naik. Namun, pelaku pasar tetap mewaspadai kemungkinan langkah intervensi dari otoritas Jepang apabila pelemahan Yen dinilai berlebihan. Selain itu, sinyal kebijakan yang lebih ketat dari Bank of Japan berpotensi memberikan dukungan bagi Yen dan membatasi kenaikan lebih lanjut pada pasangan mata uang ini. Support USDJPY berada di area 160,80, sementara resistance di area 161,80.

USDCHF - Pasangan mata uang ini mengawali perdagangan pekan ini dengan kecenderungan menguat dan bergerak di sekitar level 0,8078. Berdasarkan pergerakan harga, pasangan mata uang ini masih mempertahankan momentum bullish setelah mencatat kenaikan tajam pada sesi sebelumnya. Dominasi tekanan beli terlihat dari terbentuknya beberapa candlestick bullish beruntun yang berhasil mendorong harga ke area tertinggi baru dalam jangka pendek.

Meski demikian, munculnya candlestick dengan bayangan atas di area puncak menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung setelah reli yang cukup kuat. Selama harga masih mampu bertahan di atas area support terdekat, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka. Namun, apabila tekanan jual meningkat di dekat area resistance saat ini, USDCHF berpotensi memasuki fase konsolidasi terlebih dahulu sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya. Support USDCHF berada di area 0,8050, sementara resistance di area 0,8095.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

7:30pm

CAD

Inflation Rate YoY May

 

2.90%

2.80%

8:00pm

US

Fed Waller Speech

 

 

 

10:00pm

EUR

ECB President Lagarde Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788