| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.11980 | 0.94% |
GBPUSD | 1.29660 | 0.32% |
AUDUSD | 0.62230 | 0.22% |
NZDUSD | 0.57360 | 0.70% |
USDJPY | 144.420 | -0.55% |
USDCHF | 0.82350 | -0.32% |
USDCAD | 1.39440 | 0.23% |
GOLDUD | 3,179.800 | 1.03% |
COFU | 60.20 | -0.66% |
USD/IDR | 16,938 | -0.84% |
Jumat, 11 April 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih bergerak pada tren bearish dibebani oleh sentimen dari eskalasi perang tarif yang terus memanas, dan proyeksi pesimis EIA akan pertumbuhan permintaan minyak global hingga tahun depan.
Eskalasi perang tarif antara AS dengan China terus berlanjut dan kian memuncak. Setelah mengumumkan pungutan impor tambahan atas barang-barang AS menjadi 84%, China pada hari Kamis mengatakan akan segera membatasi impor film Hollywood sebagai balasan terbaru atas tindakan peningkatan tarif oleh Presiden Donald Trump. Administrasi Film Nasional Beijing mengatakan China mengimpor 10 film Hollywood per tahun.
Turut membebani harga, EIA pada hari Kamis merilis proyeksi terbaru pasar minyak yang memperingatkan perang tarif dan ketidakpastian perdagangan berpotensi membuat permintaan minyak dan bahan bakar global tumbuh sebesar 900.000 bph pada tahun ini dan 1 juta bph pada tahun depan, turun dari proyeksi EIA sebelumnya yang memperkirakan permintaan tahun 2025 dan 2026 masing-masing sebesar 1,2 juta bph. Di sisi harga, minyak mentah WTI diperkirakan akan mencapai rata-rata $63,88 per barel pada tahun 2025 dan $57,48 pada tahun 2026. Angka tersebut turun tajam dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar $70,68 untuk tahun ini dan $64,97 tahun depan.
Sementara itu, Kementerian energi Kazakhstan pada hari Kamis mengatakan produksi bulan Maret telah melampaui kuota yang disepakati bersama dalam OPEC+, dan berjanji akan memenuhi komitmennya pada bulan April dan sebagian mengkompensasi kelebihan produksi sebelumnya. Mengutip dari sumber industri, ekspor minyak Kazakhstan direvisi turun untuk bulan April karena infrastruktur jaringan pipa CPC yang masih mengalami kerusakan akibat serangan drone Ukraina pada bulan Februari dan Maret.
Dari Eropa timur, Rusia melancarkan serangan rudal yang menargetkan kota Dnipro, Ukraina, pada hari Kamis yang menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai lima lainnya, merusak gudang sipil, serta memicu kebakaran besar, kata gubernur daerah Serhiy Lysak. Di hari yang sama, kementerian pertahanan Rusia mengatakan telah merebut desa Zhuravka di wilayah perbatasan utara Ukraina, Sumy. Berita tersebut mengindikasikan ketegangan geopolitik yang kembali meningkat di Ukraina.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $61 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $57 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - PPI MoM |
| 0.2% | 0% |
21:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment Prel |
| 54.5 | 57.0 |