Home
>
News
>
Publication
>
Perang Tarif dan Indeks Harga Produsen (PPI) AS Bawa Poundsterling Melemah
Perang Tarif dan Indeks Harga Produsen (PPI) AS Bawa Poundsterling Melemah
Friday, 14 March 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0851

-0.15%

GBPUSD

1.2958

-0.18%

AUDUSD

0.6292

-0.24%

NZDUSD

0.5711

-0.39%

USDJPY

147.68

0.51%

USDCHF

0.8809

0.39%

USDCAD

1.4424

0.13%

GOLDUD

2981.7

0.29%

USD/IDR

16448

-0.54%

Fokus GBPUSD:

  1. DXY menguat ke area 103.97
  2. Menanti rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris

Jumat, 14 Maret 2025 – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2936. Pound Sterling (GBP) mengalami tekanan terhadap Dolar AS, hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar akibat kebijakan perdagangan AS yang agresif, termasuk ancaman tarif tambahan terhadap Uni Eropa. Disisi data, Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat yang dirilis tadi malam menunjukkan pelemahan lebih dari perkiraan, menambah bukti bahwa tekanan inflasi di ekonomi terbesar dunia mulai mereda. Berdasarkan laporan dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS, PPI bulan Februari tercatat naik 3.2% secara tahunan (YoY), lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 3.3% dan turun dari angka Januari yang mencapai 3.7%. Sementara itu, PPI inti—yang tidak memasukkan sektor energi dan pangan—hanya tumbuh 3.4% YoY, turun dari 3.8% di bulan sebelumnya. Secara bulanan (MoM), PPI tetap stagnan di 0.0%, sementara PPI inti justru mengalami kontraksi sebesar -0.1%. Penurunan ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melonggarkan kebijakan moneternya dalam beberapa bulan mendatang.

Di sisi lain, investor mencermati rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris untuk Januari yang diperkirakan melambat menjadi 0.1% dari 0.4% di bulan sebelumnya. Perlambatan ini menambah tekanan pada GBP, terutama di tengah laporan terbaru dari RICS yang menunjukkan penurunan harga perumahan di Inggris untuk bulan kedua berturut-turut. Dengan Bank of England (BoE) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama, pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga pada tahun 2025. Ketidakpastian politik dan fiskal juga membayangi pasar, dengan pemerintah Inggris diperkirakan akan mengumumkan pemotongan belanja pada anggaran mendatang.

Fokus pasar selanjutnya tertuju pada laporan sentimen konsumen dari University of Michigan (UoM) yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS. Jika data menunjukkan penurunan tajam dalam kepercayaan konsumen, USD bisa kembali melemah, memberikan ruang bagi GBPUSD untuk stabil. Namun, jika tekanan di pasar ekuitas terus berlanjut, Dolar AS kemungkinan tetap menjadi aset safe-haven pilihan, yang dapat memperpanjang pelemahan GBPUSD dalam jangka pendek.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD turun. Support terdekatnya di area 1.2902 dan resistance terdekatnya di zona 1.2993. Support lanjutan di zona 1.2870 dan dilanjutkan ke zona 1.2830. Resistance lanjutan di zona 1.3032 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3066.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0834. Performa pasangan mata uang EURUSD melemah di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif 200% pada anggur Eropa sebagai respons terhadap tarif balasan UE atas baja dan aluminium AS. UE sebelumnya telah mengumumkan tarif pada produk-produk AS senilai 26 miliar euro, termasuk motor Harley-Davidson dan bourbon, yang memicu reaksi keras dari Trump. Ketegangan ini menambah tekanan pada euro, terutama karena ekonomi Jerman, sebagai eksportir utama ke AS, dapat berdampak signifikan. Presiden Bundesbank Joachim Nagel bahkan memperingatkan bahwa tarif AS bisa mendorong Jerman ke dalam resesi tahun ini. Selain itu, investor juga mencermati data inflasi AS dan pertemuan kebijakan Federal Reserve pekan depan. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Februari menunjukkan kenaikan 0,2% bulanan, lebih rendah dari perkiraan 0,3%, yang sedikit meredakan kekhawatiran inflasi. Namun, pasar tetap waspada terhadap dampak jangka panjang dari perang dagang ini terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi global. Dengan ketidakpastian yang tinggi, EURUSD diperkirakan tetap dalam tekanan, terutama jika Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan yang lebih hawkish dalam pertemuan mendatang. Support terdekatnya di zona 1.0804 dan resistance terdekatnya di zona 1.0886.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6281. Turunnya kinerja mata uang Aussie akibat ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan perdagangan AS yang semakin agresif. Presiden AS Donald Trump tetap memberlakukan tarif 25% pada ekspor baja dan aluminium Australia senilai hampir $1 miliar, menambah tekanan pada prospek perdagangan Australia. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan bahwa Australia tidak akan menerapkan tarif balasan terhadap AS untuk menghindari dampak inflasi domestik. Selain itu, pernyataan Deputi Gubernur Bank Sentral Australia (RBA), Andrew Hauser, bahwa ketidakpastian perdagangan global mencapai level tertinggi dalam 50 tahun semakin menekan sentimen pasar terhadap AUD. Ketegangan perdagangan global yang meningkat membuat AUD semakin rentan, terutama karena ekonomi Australia sangat bergantung pada perdagangan dengan China, yang juga menghadapi hambatan tarif dari AS. Selain itu, negosiasi perdagangan antara AS dan China masih menemui jalan buntu, meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global. Ke depan, pasar akan mencermati laporan ketenagakerjaan Australia pada 20 Maret sebagai indikator penting bagi kebijakan RBA. Jika data menunjukkan pelemahan lebih lanjut, AUD/USD berisiko jatuh lebih dalam di tengah dominasi USD yang semakin kuat. Support terdekatnya di zona 0.6256 dan resistance terdekatnya di zona 0.6320

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5701. Dolar Selandia Baru (NZD) melemah terhadap Dolar AS (USD) pada Jumat, diperdagangkan di sekitar 0.5700. Meskipun USD sempat tertekan oleh kekhawatiran pasar terhadap kebijakan perdagangan AS, sentimen negatif terhadap NZD tetap dominan. Data ekonomi AS yang lebih lemah dari ekspektasi, termasuk Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) Februari, meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak perang tarif terhadap pertumbuhan ekonomi AS. Namun, penguatan NZD terbatas karena pasar masih mencermati perkembangan ekonomi global, terutama dari China dan kebijakan moneter domestik. Tekanan lebih lanjut terhadap NZD berasal dari data inflasi China yang menunjukkan pelemahan, dengan CPI turun lebih tajam dalam 13 bulan terakhir dan deflasi harga produsen yang berlanjut. Sebagai mitra dagang utama Selandia Baru, pelemahan ekonomi China dapat mengurangi permintaan terhadap ekspor Kiwi, sehingga membatasi potensi kenaikan NZDUSD. Selain itu, ekspektasi penurunan suku bunga oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menambah tekanan terhadap mata uang tersebut. Gubernur RBNZ Adrian Orr mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada April dan Mei jika kondisi ekonomi tetap sesuai perkiraan. Support terdekatnya di area 0.5676 dan resistance terdekatnya di zona 0.5727.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen naik ke zona 149.25. Dolar AS (USD) menguat terhadap Yen Jepang (JPY), dengan pasangan USDJPY bergerak di atas 149. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya sentimen risiko global setelah adanya kepastian bahwa pemerintah AS akan terhindar dari shutdown. Pernyataan positif dari Gedung Putih dan pejabat Kanada juga menenangkan pasar terkait perang dagang yang sedang berlangsung. Akibatnya, investor beralih dari aset safe-haven seperti JPY ke instrumen yang lebih berisiko, memperkuat posisi USD terhadap Yen. Meskipun demikian, pelemahan Yen kemungkinan masih terbatas karena ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ). Hasil awal negosiasi upah musim semi di Jepang menunjukkan kenaikan gaji rata-rata lebih dari 5%, memperkuat argumen bagi BoJ untuk memperketat kebijakan moneternya. Support terdekatnya di area 147.58 dan resistance terdekatnya di zona 149.18.

USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4437. Naiknya pasangan mata uang Loonie didukung oleh melemahnya Dolar Kanada (CAD) akibat kombinasi kebijakan suku bunga Bank of Canada (BoC) dan penurunan harga minyak mentah. BoC memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2.75%, penurunan ketujuh secara beruntun, hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif baru pada baja dan aluminium Kanada. Gubernur BoC Tiff Macklem menegaskan bahwa bank sentral akan berhati-hati dalam langkah selanjutnya, mempertimbangkan tekanan inflasi akibat tarif perdagangan dan pelemahan permintaan domestik. Sementara itu, harga minyak mentah yang terus turun semakin membebani CAD, mengingat Kanada merupakan eksportir minyak terbesar ke AS. Support terdekatnya di zona 1.4400 dan resistance terdekatnya di zona 1.4484.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8844. Mata uang ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS (USD). Rebound pada Indeks Dolar AS (DXY) ke level 103.60 menandakan minat beli yang lebih tinggi terhadap Greenback, meskipun pasar masih mencermati dampak kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump terhadap ekonomi global. Inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi, dengan Indeks Harga Konsumen (CPI) turun menjadi 2.8% YoY dari 3.0% sebelumnya, semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga mulai Juni. Namun, ketidakpastian mengenai pertumbuhan ekonomi AS dan potensi resesi tetap menjadi perhatian utama pasar. Di sisi lain, Swiss Franc (CHF) tetap mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ancaman serangan terhadap kapal-kapal Israel oleh kelompok Houthi meningkatkan risiko gangguan perdagangan global, yang membuat investor beralih ke aset yang lebih aman seperti CHF.  Support terdekatnya di area 0.8802 dan resistance terdekatnya di zona 0.8874.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:01am

USD

30-y Bond Auction

4.62|2.4

-

4.75|2.3

12:30am

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

4:30am

NZD

BusinessNZ Manufacturing Index

53.9

-

51.7

4:45am

NZD

FPI m/m

-0.5%

-

1.9%

2:00pm

EUR

German Final CPI m/m

-

0.4%

0.4%

2:00pm

EUR

German WPI m/m

-

0.2%

0.9%

2:00pm

GBP

GDP m/m

-

0.1%

0.4%

2:00pm

GBP

Construction Output m/m

-

-0.1%

-0.2%

2:00pm

GBP

Index of Services 3m/3m

-

0.3%

0.2%

2:00pm

GBP

Industrial Production m/m

-

-0.1%

0.5%

2:00pm

GBP

Manufacturing Production m/m

-

0.0%

0.7%

2:45pm

EUR

French Final CPI m/m

-

0.0%

0.0%

4:00pm

EUR

Italian Industrial Production m/m

-

1.5%

-3.1%

4:30pm

GBP

Consumer Inflation Expectations

-

-

3.0%

Tentative

GBP

NIESR GDP Estimate

-

-

0.3%

7:30pm

CAD

Manufacturing Sales m/m

-

2.0%

0.3%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788