Home
>
News
>
Publication
>
Perang Tarif AS - China Makin Berkobar, Harga Minyak Kian Meredup
Perang Tarif AS - China Makin Berkobar, Harga Minyak Kian Meredup
Wednesday, 09 April 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.09530

0.79%

GBPUSD

1.27640

0.61%

AUDUSD

0.59560

0.62%

NZDUSD

0.54840

0.88%

USDJPY

146.330

-0.56%

USDCHF

0.84670

-0.54%

USDCAD

1.42630

-0.31%

GOLDUD

2,982.73

0.74%

COFU

58.32

-1.94%

USD/IDR

16,830

0.22%

Fokus Crude Oil:

  • Tarif baru 104% untuk China akan tetap diberlakukan mulai hari Rabu, sesuai rencana, ungkap pernyataan dari Gedung Putih.
  • Penerapan penuh tarif AS dapat memangkas pertumbuhan negara berkembang Asia tahun ini menjadi lebih rendah, kata ADB.

***********************************************************

Rabu, 09 April 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau merosot turun hingga di bawah $60 per barel, yang dipicu oleh sentimen dari kekhawatiran akan dampak perang tarif antara AS dan China yang berpotensi membebani pertumbuhan ekonomi global.

AS akan mengenakan tambahan tarif baru 50% terhadap China, yang menjadikan total tarif menjadi 104%, dan mulai berlaku efektif pukul 12:01 dini hari EDT pada hari Rabu, ungkap seorang pejabat Gedung Putih pada hari Selasa. Keputusan itu diambil setelah China menolak untuk mencabut tarif balasan sebesar 34% yang diberlakukan terhadap produk asal AS pada batas waktu siang hari pada hari Selasa yang ditetapkan oleh Trump. tambah pejabat tersebut. Perang tarif antar kedua negara raksasa ekonomi dunia itu turut memicu kekhawatiran akan menghambat pertumbuhan ekonomi global serta menekan permintaan bahan bakar.

Turut membebani harga, dalam laporan terbaru Prospek Pertumbuhan Asia yang dirilis hari Rabu, ADB memproyeksikan pertumbuhan di negara berkembang Asia akan melambat menjadi 4,9% pada tahun 2025, yang merupakan laju paling lambat sejak tahun 2022, dan akan melambat lebih jauh menjadi 4,7% pada tahun 2026, dari 5,0% pada tahun 2024. Laporan tersebut difinalisasi sebelum AS mengumumkan tarif impor baru pada minggu lalu, sehingga penerapan secara penuh akan menyebabkan pertumbuhan yang lebih rendah dalam prakiraan dasar kami, kata kepala ekonom ADB Albert Park.

Sementara itu, dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan stok minyak mentah dan stok bensin AS dalam sepekan mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,06 juta barel dan 1,63 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 28 Maret. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh badan statistik EIA pada Rabu malam.

Dari Timur Tengah, Iran menyatakan skeptis akan pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir dengan AS yang dijadwalkan akan berlangsung pada hari Sabtu nanti, kata seorang pejabat Iran pada hari Selasa. Menteri Energi AS Chris Wright pada hari Selasa mengancam bahwa Iran dapat menghadapi sanksi yang lebih ketat jika tidak mencapai kesepakatan dengan Presiden Donald Trump mengenai program nuklirnya.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $59 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $55 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - Wholesale Inventories MoM

 

0.3%

0.8%

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

 

6.165M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

-1.551M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788