Home
>
News
>
Publication
>
Perang Israel - Iran Makin Sengit, Harga Minyak Ikut Membara
Perang Israel - Iran Makin Sengit, Harga Minyak Ikut Membara
Friday, 20 June 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1493

0.26%

GBPUSD

1.3465

0.18%

AUDUSD

0.6481

-0.22%

NZDUSD

0.5991

-0.23%

USDJPY

145.44

-0.23%

USDCHF

0.8164

-0.18%

USDCAD

1.3698

-0.09%

GOLDUD

3,357.50

0.39%

COFU

72.96

0.89%

USD/IDR

16,314

0.50%

Fokus Crude Oil:

  • Israel kembali serang fasilitas nuklir Iran, Teheran targetkan markas militer dan lokasi industri di Haifa dan Tel Aviv.
  • Rusia dan Arab Saudi dapat bertindak bersama AS dalam upaya untuk menstabilkan pasar minyak jika diperlukan.

***********************************************************

Jumat, 20 Juni 2025 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau masih bergerak pada tren bullish didukung oleh sentimen dari eskalasi perang Israel - Iran yang masih terus berlanjut. Selain itu, rilisnya proyeksi terbaru dari Citibank juga turut menjadi katalis positif bagi harga minyak.

Aksi saling serang antara Israel dengan Iran masih terus berlanjut dan belum ada isyarat mereda hingga memasuki hari kedelapan perang. Pasukan militer Israel pada hari Kamis kembali menyerang situs nuklir Natanz dan Isfahan, serta reaktor penelitian air berat Arak milik Iran. Di hari yang sama, Garda Revolusi Iran meluncurkan serangan gabungan rudal dan pesawat drone yang menargetkan lokasi militer dan industri yang terkait dengan industri pertahanan Israel di Haifa dan Tel Aviv.

Turut mendukung harga, Presiden AS Donald Trump akan memutuskan dalam dua minggu ke depan apakah AS akan terlibat dalam perang Israel-Iran, kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada hari Kamis. Menanggapi pernyataan tersebut, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memperingatkan akan menggunakan strategi yang berbeda jika pihak ketiga bergabung dengan Israel dalam perang melawan Teheran.

Dukungan lainnya datang dari proyeksi terbaru harga minyak yang dirilis oleh analis Citibank pada hari Kamis. Eskalasi perang Israel - Iran berpotensi mendorong harga minyak naik ke kisaran harga $75 - $78 per barel, atau sekitar 15% hingga 20% di atas level harga sebelum terjadinya konflik. Bahkan, Citi juga memperingatkan bahwa gangguan sekitar 3 juta bpd selama periode beberapa bulan dapat mendorong harga hingga $90 bbl.

Sementara itu, Rusia, Arab Saudi, dan AS dapat bertindak bersama untuk menstabilkan pasar minyak jika diperlukan, kata utusan investasi Rusia Kirill Dmitriev pada hari Kamis. Meskipun belum merinci tindakan bersama apa yang akan dilakukan, namun Dmitriev optimis karena hal serupa pernah dijalankan pada tahun 2020 ketika harga minyak anjlok akibat pandemi Covid.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $71 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Philadelphia Fed Manufacturing Index

 

-1

-4

21:00

USA - CB Leading Index MoM

 

-0.1%

-1%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788