| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1714 | 0.12% |
GBPUSD | 1.3575 | 0.14% |
AUDUSD | 0.6519 | 0.26% |
NZDUSD | 0.5986 | 0.23% |
USDJPY | 146.48 | 0.37% |
USDCHF | 0.7967 | -0.21% |
USDCAD | 1.3677 | -0.18% |
GOLDUD | 3308.1 | -0.33% |
COFU | 68.18 | 0.01% |
USD/IDR | 16210 | 0.18% |
Rabu, 09 Juli 2025 – Harga minyak bergerak menguat pada awal sesi perdagangan hari ini, ditopang oleh kombinasi ekspektasi penurunan produksi minyak di Amerika Serikat sebagai katalis awal pergerakan, diperkuat oleh meningkatnya tensi geopolitik di Laut Merah serta kekhawatiran pasar atas kebijakan tarif baru dari pemerintahan Trump.
Badan Informasi Energi AS (EIA) dalam prospek terbarunya menyampaikan bahwa produksi minyak AS pada 2025 diperkirakan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Pelemahan harga minyak global disebut menjadi penyebab utama penurunan aktivitas pengeboran, yang mendorong sejumlah produsen domestik menahan ekspansi produksi.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memberlakukan tarif sebesar 50% terhadap impor tembaga. Langkah ini bertujuan meningkatkan produksi domestik terhadap logam penting bagi sektor kendaraan listrik, sistem militer, dan infrastruktur energi. Pernyataan tersebut memicu lonjakan harga tembaga ke rekor tertinggi dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap dampak lanjutan perang dagang terhadap arus komoditas global.
Sementara itu, ketegangan kembali mencuat di Laut Merah setelah kapal pengangkut berbendera Liberia, Eternity C, yang dioperasikan Yunani, diserang oleh drone dan kapal cepat di lepas pantai Yaman. Serangan tersebut menewaskan tiga awak kapal dan menjadi insiden kedua dalam satu hari, setelah berbulan-bulan situasi relatif tenang. Lonjakan risiko di jalur perdagangan utama ini mendorong sejumlah kapal tanker untuk menghindari wilayah tersebut dan menempuh rute lebih panjang, yang turut meningkatkan biaya energi global.
Pasar juga akan mencermati rilis data cadangan minyak mentah mingguan dari American Petroleum Institute (API) dan EIA, yang diperkirakan menunjukkan penurunan sekitar 2,1 juta barel. Jika terealisasi, ini akan menjadi penarikan stok keenam dalam tujuh pekan terakhir dan berpotensi mempertahankan sentimen positif di pasar energi.
Secara teknikal, harga minyak berpotensi mendekati resistance terdekat di $68. Jika gagal menembus level ini dan dibayangi sentimen negatif, harga berpotensi terkoreksi ke support di kisaran $63 per barel.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
6:00 | USD | NFIB Small Business Optimism (Jun) | 98.6 | 98.7 | 98.8 |
8:55 | USD | Redbook (YoY) | 5.9% | - | 4.9% |
11:00 | USD | NY Fed 1-Year Consumer Inflation Expectations (Jun) | 3.0% | - | 3.2% |
11:30 | USD | 52-Week Bill Auction | 3.9% | - | 3.9% |
12:00 | USD | EIA Short-Term Energy Outlook | - | - | - |
13:00 | USD | 3-Year Note Auction | 3.9% | - | 4.0% |
15:00 | USD | Consumer Credit (May) | 5.10B | 10.40B | 16.87B |
16:30 | USD | API Weekly Crude Oil Stock | 7.100M | -2.800M | 0.680M |