Home
>
News
>
Publication
>
Penurunan Performa Aussie Yang Diiringi Kenaikan Inflasi Australia
Penurunan Performa Aussie Yang Diiringi Kenaikan Inflasi Australia
Wednesday, 26 February 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0511

0.12%

GBPUSD

1.2656

0.17%

AUDUSD

0.6329

-0.22%

NZDUSD

0.5719

0.21%

USDJPY

149.18

-0.38%

USDCHF

0.8929

-0.17%

USDCAD

1.4312

-0.13%

GOLDUD

2930.2

-0.56%

USD/IDR

16296

0.01%

Fokus AUDUSD:

  1. Data CPI Australia
  2. DXY melemah ke zona 106.17

Rabu, 26 Februari 2025 - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6337. Kinerja mata uang Aussie mengalami pelemahan setelah data inflasi Australia menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 2,5% pada Januari, tetap sama dengan Desember dan di bawah ekspektasi pasar sebesar 2,6%. Inflasi yang masih dalam kisaran target Reserve Bank of Australia (RBA) sebesar 2%-3% membuat bank sentral tetap waspada terhadap risiko kenaikan harga lebih lanjut. RBA telah memangkas suku bunga menjadi 4,10% pekan lalu dalam langkah pertama sejak 2020, tetapi memberikan sinyal kehati-hatian terhadap pemangkasan lebih lanjut, dengan pasar tidak mengantisipasi penurunan suku bunga sebelum Mei. Sentimen negatif terhadap AUD juga dipicu oleh meningkatnya ketegangan perdagangan global, terutama setelah Presiden AS Donald Trump memperketat ekspor chip ke China, yang dapat berdampak pada ekonomi mitra dagang utama Australia.

Faktor lain yang membebani AUD adalah kebijakan moneter China yang masih dalam mode stimulus. People's Bank of China (PBoC) baru-baru ini menyuntikkan likuiditas dalam jumlah besar ke sistem perbankan melalui Medium-term Lending Facility (MLF) dan reverse repos, dengan suku bunga tetap di 2%. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi China, tetapi tetap menimbulkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan yang melambat dapat berdampak negatif pada permintaan komoditas Australia, yang menjadi andalan ekspor negara tersebut. Selain itu, ketidakpastian terkait kebijakan ekonomi China, terutama di sektor properti dan investasi, semakin menekan AUD.

Sementara itu, USD tetap kuat setelah data ekonomi AS menunjukkan ketahanan ekonomi yang berkelanjutan. Kepercayaan konsumen AS turun ke level 98,3 di Februari, tetapi pasar tenaga kerja yang kuat dan pertumbuhan penjualan ritel yang stabil mendukung ekspektasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun ke 4,37%, tetapi pasar masih menunggu rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada Jumat, yang merupakan indikator inflasi pilihan The Fed. Jika inflasi tetap tinggi, spekulasi pemangkasan suku bunga dapat mereda, yang berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut terhadap AUDUSD

Harga pada pasangan mata uang AUDUSD naik. Support terdekatnya di zona 0.6316 dan resistance terdekatnya di zona 0.6358. Support lanjutan di zona 0.6277 dan dilanjutkan ke zona 0.6236 . Resistance lanjutan di zona 0.6391 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6724.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0512. Penguatan pasangan mata uang ini terjadi di tengah pelemahan Dolar AS akibat meningkatnya kekhawatiran terkait potensi perang dagang global. Di sisi ekonomi domestik, data terbaru menunjukkan ekonomi Jerman mengalami kontraksi sebesar 0,2% pada kuartal keempat 2024, menandai enam kuartal berturut-turut dengan pertumbuhan negatif. Inflasi zona euro tetap tinggi di angka 2,5% secara tahunan, terutama didorong oleh lonjakan harga energi. Investor kini menanti rilis data PCE AS pada hari Jumat, yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai tren inflasi dan kebijakan Federal Reserve ke depan. Dengan minimnya data ekonomi pada hari Rabu, pasar akan berfokus pada angka GDP AS yang akan dirilis Kamis untuk mencari arah pergerakan lebih lanjut bagi EURUSD. Support terdekatnya di zona 1.0484 dan resistance terdekatnya di zona 1.0535.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2662. Kenaikan performa mata uang Pound terjadi akibat melemahnya Dolar AS yang tertekan oleh penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS serta data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan. Sementara itu, di Inggris, survei dari Confederation of British Industry (CBI) menunjukkan bahwa peritel Inggris berencana mengurangi investasi akibat lemahnya belanja konsumen dan harga yang masih tinggi. Bank of England (BoE) diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga di 4,50% pada Maret, dengan kemungkinan pemangkasan menjadi 4,25% pada kuartal kedua 2025. Sebelumnya, BoE baru-baru ini memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberikan sinyal kebijakan pelonggaran bertahap. Namun, beberapa anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) BoE, seperti Swati Dhingra, mendukung siklus pemangkasan suku bunga yang lebih agresif karena lemahnya permintaan konsumen. Investor kini menantikan rilis data Durable Goods Orders dan Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dijadwalkan pada Kamis dan Jumat untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed. Support terdekatnya di area 1.2619 dan resistance terdekatnya di zona 1.2702.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5720. Naiknya mata uang Kiwi didukung oleh langkah China untuk meningkatkan investasi asing dan data penjualan ritel Selandia Baru yang lebih baik dari perkiraan. Rencana aksi China untuk mempermudah investasi di sektor telekomunikasi dan bioteknologi memberikan sentimen positif bagi dolar Kiwi, mengingat China adalah mitra dagang utama Selandia Baru. Selain itu, penjualan ritel Selandia Baru tumbuh 0,9% pada kuartal keempat 2024, kenaikan tertinggi dalam tiga tahun terakhir, mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Namun, ketidakpastian global tetap membayangi, terutama terkait kebijakan tarif AS di bawah pemerintahan Trump, yang dapat memicu permintaan terhadap aset safe-haven seperti dolar AS. Support terdekatnya di area 0.5705 dan resistance terdekatnya di zona 0.5748.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 149.20. Mata uang USDJPY melemah karena tekanan dari turunnya imbal hasil obligasi AS dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Data terbaru menunjukkan kepercayaan konsumen AS turun tajam ke level terendah delapan bulan, memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada Juni 2025. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun 10 basis poin menjadi 4,29%, semakin menekan dolar AS. Sementara itu, yen terus menguat seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga tahun ini akibat tekanan inflasi yang terus meningkat. BoJ menegaskan bahwa kebijakan moneter akan bergantung pada pertumbuhan upah dan belanja konsumen, yang dapat mendorong kenaikan suku bunga lebih lanjut dan memperkuat yen. Support terdekatnya di area 148.43 dan resistance terdekatnya di zona 150.24

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.4307. Penurunan kinerja mata uang Loonie terjadi seiring lemahnya kinerja Dolar AS yang mengalami tekanan setelah data Consumer Confidence dari Conference Board menunjukkan pelemahan signifikan, turun ke 98.3 dari 105.3 pada bulan sebelumnya. Data ini memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) dapat mulai mempertimbangkan pemangkasan suku bunga lebih cepat untuk mendukung perekonomian. Di sisi lain, harga minyak mentah yang mengalami pemulihan turut memberikan dorongan bagi CAD, mengingat Kanada merupakan salah satu eksportir minyak terbesar ke AS. Support terdekatnya di zona 1.4242 dan resistance terdekatnya di zona 1.4350.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.8926. USDCHF tetap tertekan akibat data ekonomi yang mengecewakan, termasuk klaim pengangguran dan indeks PMI S&P Global yang lebih lemah dari perkiraan. Pasar juga masih mengevaluasi prospek suku bunga The Fed, dengan ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan saat ini dalam jangka waktu lebih lama di tengah ketidakpastian terkait kebijakan ekonomi Presiden Trump. Sementara itu, franc Swiss mendapat dukungan dari kenaikan imbal hasil obligasi Swiss, meskipun data inflasi domestik yang lebih lemah meningkatkan spekulasi bahwa Swiss National Bank (SNB) dapat melanjutkan pelonggaran moneter pada Maret setelah sebelumnya memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin pada Desember. Support terdekatnya di area 0.8906 dan resistance terdekatnya di zona 0.8968.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00am

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

3:59am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

7:30am

AUD

CPI y/y

2.5%

2.6%

2.5%

7:30am

AUD

Construction Work Done q/q

0.5%

1.0%

2.0%

12:00pm

JPY

BOJ Core CPI y/y

-

2.0%

1.9%

2:00pm

EUR

German GfK Consumer Climate

-

-21.7

-22.4

4:00pm

CHF

UBS Economic Expectations

-

-

17.7

8:30pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

9:00pm

CNY

CB Leading Index m/m

-

-

-0.1%

10:00pm

USD

New Home Sales

-

679K

698K

10:30pm

USD

Crude Oil Inventories

-

2.5M

4.6M

Day 1

All

G20 Meetings

-

-

-

11:30pm

GBP

MPC Member Dhingra Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788