Home
>
News
>
Publication
>
Penurunan Harga Minyak Batasi Penguatan Dolar Kanada
Penurunan Harga Minyak Batasi Penguatan Dolar Kanada
Monday, 15 June 2026

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1575

0.18%

GBPUSD

1.3409

0.22%

AUDUSD

0.7043

0.40%

NZDUSD

0.5831

0.26%

USDJPY

160.14

-0.01%

USDCHF

0.7965

-0.24%

USDCAD

1.3990

-0.12%

GOLDUD

4301.66

0.28%

USD/IDR

17,975

-0.33%

Fokus:

  1. Meredanya ketegangan AS-Iran mengurangi permintaan dolar AS sebagai aset safe haven.
  2. Koreksi harga minyak membatasi penguatan dolar Kanada di tengah membaiknya sentimen pasar.



USDCAD
Senin, 15 Juni 2026
- USDCAD diperdagangkan di sekitar level 1,3973 pada sesi Asia setelah mengalami penguatan dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Pergerakan pasangan ini dipengaruhi oleh melemahnya dolar AS terhadap mayoritas mata uang utama seiring membaiknya sentimen risiko global. Berkurangnya kekhawatiran investor terhadap kondisi geopolitik mendorong aliran dana keluar dari aset safe haven, termasuk dolar AS.

Sentimen positif tersebut muncul setelah adanya laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama hampir empat bulan. Kesepakatan ini mencakup penghentian operasi militer secara permanen serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi distribusi energi dunia. Perkembangan tersebut meningkatkan optimisme pasar dan mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset perlindungan.

Di sisi lain, dolar Kanada belum sepenuhnya mampu memanfaatkan pelemahan dolar AS karena masih menghadapi tekanan dari sektor komoditas. Kanada yang merupakan salah satu pemasok minyak utama ke Amerika Serikat sangat sensitif terhadap perubahan harga energi. Meredanya risiko gangguan pasokan minyak global mendorong harga minyak mentah terkoreksi, sehingga membatasi potensi penguatan dolar Kanada.

Penurunan harga minyak terjadi setelah meningkatnya keyakinan pasar bahwa arus perdagangan melalui Selat Hormuz akan kembali berjalan normal. Sementara itu, otoritas Iran juga telah mengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata dan menegaskan bahwa pembahasan menuju perjanjian final akan dilanjutkan setelah seluruh komitmen awal dijalankan. Kondisi tersebut membuat pergerakan USDCAD cenderung bergerak terbatas dengan fokus pasar tertuju pada perkembangan geopolitik dan harga energi global. Support USDCAD berada di area 1,3940, sementara resistance berada di area 1,4010.

EURUSD - Pasangan mata uang ini bergerak naik ke kisaran 1,1596 pada perdagangan sesi Asia setelah sempat terkoreksi tipis pada sesi sebelumnya. Penguatan euro terjadi seiring melemahnya dolar AS yang kehilangan dukungan sebagai aset lindung nilai. Sentimen pasar global membaik setelah muncul perkembangan positif terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai mampu meredakan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Minat investor terhadap aset berisiko meningkat setelah adanya laporan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer secara permanen serta pembukaan kembali akses pelayaran di Selat Hormuz. Konfirmasi dari kedua belah pihak mengenai gencatan senjata turut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan perdagangan dan pasokan energi global, sehingga menekan permintaan terhadap dolar AS.

Dari kawasan Eropa, euro memperoleh dukungan tambahan setelah pasar terus mengevaluasi langkah terbaru Bank Sentral Eropa (ECB) yang menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Kebijakan tersebut menunjukkan komitmen ECB dalam mengendalikan tekanan inflasi yang masih tinggi. Selain itu, proyeksi inflasi kawasan euro untuk 2026 dan 2027 juga direvisi lebih tinggi, memperkuat ekspektasi bahwa ECB masih berpeluang melanjutkan kebijakan moneter yang ketat dalam beberapa pertemuan mendatang. Kondisi ini menjadi faktor yang menopang penguatan euro terhadap dolar AS. Support EURUSD berada di area 1,1560, sementara resistance di area 1,1625.

GBPUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke kisaran 1,3439 pada perdagangan sesi Asia setelah sebelumnya mengalami pelemahan terbatas. Penguatan ini terutama didorong oleh melemahnya dolar AS seiring membaiknya sentimen pasar global. Minat investor terhadap aset berisiko meningkat setelah muncul laporan mengenai tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan, sehingga mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven.

Optimisme pasar semakin bertambah setelah sejumlah pejabat mengonfirmasi adanya gencatan senjata dan dimulainya proses negosiasi menuju kesepakatan yang lebih permanen. Kesepakatan tersebut juga mencakup upaya pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar energi global. Kondisi ini membantu menenangkan kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan energi dan mendorong pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, termasuk pound sterling.

Di sisi lain, penguatan pound masih dibayangi oleh ketidakpastian ekonomi domestik Inggris. Kontraksi ekonomi sebesar 0,1% pada April menimbulkan spekulasi bahwa Bank of England akan lebih berhati-hati dalam menentukan langkah kebijakan moneternya ke depan. Selain itu, dinamika politik menjelang pemilu sela juga menjadi perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi arah kebijakan fiskal pemerintah Inggris. Meski demikian, sentimen pelemahan dolar AS untuk sementara masih menjadi faktor dominan yang menopang pergerakan GBPUSD. Support GBPUSD berada di area 1,3400, sementara resistance di area 1,3470.

AUDUSD - Pasangan mata uang ini bergerak menguat ke sekitar level 0,7071 pada perdagangan sesi Asia seiring meningkatnya optimisme investor terhadap prospek ekonomi global. Penguatan dolar Australia didorong oleh berkurangnya permintaan terhadap dolar AS setelah meredanya ketegangan geopolitik yang sebelumnya meningkatkan minat pasar terhadap aset safe haven. Kondisi tersebut mendorong aliran dana kembali masuk ke mata uang yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi dan sentimen risiko, termasuk dolar Australia.

Selain itu, membaiknya suasana pasar turut didukung oleh meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global setelah muncul perkembangan positif terkait situasi di Timur Tengah. Pelemahan dolar AS yang terjadi secara luas memberikan tambahan dorongan bagi AUDUSD untuk mempertahankan pergerakan positifnya. Pelaku pasar kini akan mencermati sejumlah data ekonomi dan arah kebijakan bank sentral utama guna memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai prospek pergerakan pasangan mata uang ini dalam jangka pendek. Support AUDUSD berada di area 0,7040, sementara  resistance  0,7100.

NZDUSD - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar level 0,5850 pada sesi Asia dengan kecenderungan menguat. Dolar Selandia Baru tetap mampu bertahan meskipun data ekonomi domestik menunjukkan kondisi yang masih lemah. Aktivitas sektor jasa Selandia Baru kembali berada di wilayah kontraksi selama empat bulan berturut-turut, sementara indikator gabungan yang mencerminkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan juga menunjukkan perlambatan yang semakin dalam. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi Selandia Baru masih menghadapi berbagai tantangan dalam jangka pendek.

Di sisi eksternal, penguatan NZDUSD terutama didukung oleh melemahnya dolar AS setelah tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa bulan. Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian blokade maritim terhadap Iran, yang membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi dan gangguan pasokan energi global. Sentimen positif semakin diperkuat oleh dukungan sejumlah negara Eropa terhadap proses normalisasi hubungan dengan Iran, sehingga mendorong minat investor terhadap aset berisiko dan menekan permintaan terhadap dolar AS. Support NZDUSD berada di area 0,582, sementara resistance di area 0,5875.

USDJPY - Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar level 160,12 pada sesi Asia dengan pergerakan yang cenderung stabil. Yen Jepang memperoleh dukungan setelah dolar AS melemah menyusul meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen pasar membaik setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kerangka kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa bulan, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global. Selain itu, sejumlah negara Eropa juga menyatakan kesiapan untuk melonggarkan sanksi terhadap Iran apabila terdapat kemajuan lebih lanjut dalam proses diplomasi.

Di sisi lain, pelaku pasar masih berhati-hati karena ketidakpastian terkait kesepakatan final antara AS dan Iran belum sepenuhnya hilang. Fokus investor kini beralih ke keputusan kebijakan moneter Bank of Japan dan Federal Reserve yang akan diumumkan pekan ini. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada level saat ini sambil menunggu perkembangan ekonomi lebih lanjut, sementara Bank of Japan diproyeksikan kembali menaikkan suku bunga sebagai bagian dari normalisasi kebijakan moneternya. Perbedaan arah kebijakan kedua bank sentral tersebut berpotensi menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan USDJPY dalam jangka pendek. Support USDJPY berada di area 159,80, sementara resistance di area 160,50.

USDCHF - Pasangan mata uang ini bergerak di sekitar level 0,7946 pada sesi perdagangan hari Senin dengan dolar AS berada dalam tekanan terhadap sejumlah mata uang utama. Tekanan tersebut muncul setelah meningkatnya optimisme pasar menyusul tercapainya kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Kesepakatan itu mencakup penghentian aksi militer, pencabutan pembatasan maritim terhadap Iran, serta normalisasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Perkembangan ini mendorong investor mengurangi kepemilikan aset aman berbasis dolar AS dan beralih ke aset yang lebih berisiko.

Sementara itu, franc Swiss tetap memperoleh dukungan meskipun minat terhadap aset berisiko meningkat. Sebagai salah satu mata uang safe haven global, CHF masih menjadi pilihan investor di tengah ketidakpastian yang belum sepenuhnya hilang. Meskipun peluang pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh bank sentral Swiss berkurang akibat melemahnya tekanan inflasi, mata uang Swiss tetap menunjukkan performa yang relatif kuat terhadap dolar AS. Fokus pasar kini beralih pada keputusan Federal Reserve yang diharapkan memberikan petunjuk baru mengenai prospek suku bunga dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat dalam beberapa bulan mendatang. Support USDCHF berada di area 0,792, sementara resistance di area 0,7970.



DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

02:00pm

CAD

Consumer Confidence

 

-0.41

-0.40

04:00pm

EUR

Balance of Trade APR

 

£12.5B

£7.8B

10:30pm

US

3-Month Bill  Auction

 

 

3.64%

10:30pm

US

6-Month Bill  Auction

 

 

3.69%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788