Home
>
News
>
Publication
>
Peningkatan Performa NZDUSD Didukung Dolar AS Yang Lemah
Peningkatan Performa NZDUSD Didukung Dolar AS Yang Lemah
Wednesday, 05 February 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0377

0.09%

GBPUSD

1.2462

0.22%

AUDUSD

0.6224

0.58%

NZDUSD

0.5644

0.30%

USDJPY

154.32

-0.80%

USDCHF

0.9059

-0.17%

USDCAD

1.4344

-0.22%

GOLDUD

2841.4

0.68%

USD/IDR

16340

-0.31%

Fokus NZDUSD:

  1. DXY melemah ke zona 107.70
  2. Data Tiongkok dan Selandia Baru memburuk

Rabu, 05 Februari 2025 - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5659. Performa mata uang Kiwi menunjukkan penguatan meskipun data ekonomi terbaru dari Tiongkok dan Selandia Baru kurang menggembirakan. Pasangan mata uang ini stabil di sekitar 0.5650 pada sesi Asia setelah rilis Caixin Services PMI Tiongkok yang turun ke 51.0 di Januari dari 52.2 di Desember, di bawah ekspektasi pasar sebesar 52.3. Di sisi domestik, data pasar tenaga kerja Selandia Baru menunjukkan tingkat pengangguran naik menjadi 5.1% pada kuartal IV 2024, tertinggi sejak September 2020, sesuai dengan perkiraan pasar. Tingkat partisipasi tenaga kerja juga turun menjadi 67.4%, menandakan lemahnya kondisi pasar tenaga kerja.

Meskipun data domestik lemah, NZD tetap didukung oleh melemahnya Dolar AS akibat tekanan berkelanjutan pada Indeks Dolar (DXY) yang diperdagangkan di sekitar 108.00. Ekspektasi pasar terhadap data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis pada hari Jumat semakin mendorong spekulasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed. Di sisi lain, ketegangan perdagangan AS-Tiongkok juga mempengaruhi sentimen pasar, dengan Tiongkok memberlakukan tarif balasan sebesar 15% untuk impor batu bara dan LNG dari AS, serta 10% untuk minyak mentah, peralatan pertanian, dan kendaraan tertentu.

Dalam konteks domestik, pasar memperkirakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan kembali memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin pada 19 Februari, yang akan menjadi pemotongan ketiga berturut-turut. Pelemahan pasar tenaga kerja dan melambatnya pertumbuhan upah memperkuat argumen untuk pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut. Meskipun demikian, pergerakan NZDUSD saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti perkembangan kebijakan The Fed dan dinamika perdagangan global, khususnya hubungan AS-Tiongkok.

Harga pada pasangan mata uang NZDUSD meningkat Support terdekatnya di area 0.5622 dan resistance terdekatnya di zona 0.5863. Support lanjutan di zona 0.5580 dan dilanjutkan ke zona 0.5530. Resistance lanjutan di zona 0.5899 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.5930. 

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0385. Kinerja mata uang Euro menunjukkan penguatan setelah berhasil pulih dari level terendah mingguannya, didukung oleh melemahnya Dolar AS akibat data JOLTS yang menunjukkan perlambatan di pasar tenaga kerja AS. Hal ini meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan menurunkan suku bunga dua kali tahun ini. Selain itu, sentimen pasar yang cenderung risk-on mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti Dolar AS, memberikan dorongan tambahan bagi Euro. Namun, kekhawatiran terkait potensi tarif dari Presiden AS Donald Trump terhadap barang-barang Uni Eropa dan sikap dovish ECB membatasi kenaikan lebih lanjut bagi EURUSD. Di sisi lain, keputusan Trump untuk menunda penerapan tarif terhadap Kanada dan Meksiko meredakan kekhawatiran pasar, meskipun ancaman tarif 10% untuk barang-barang asal Tiongkok masih ada. Tiongkok merespons dengan tarif balasan untuk beberapa produk AS, namun dampaknya dianggap lebih simbolis. Fokus pasar kini tertuju pada data ekonomi AS, seperti ADP Employment Change, ISM Services PMI, dan terutama Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat ini. Data ini akan menjadi kunci untuk menentukan prospek kebijakan moneter The Fed ke depan. Support terdekatnya di zona 1.0314 dan resistance terdekatnya di zona 1.0442.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2478. Penguatan ini didukung oleh melemahnya Dolar AS akibat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh The Fed, menyusul data JOLTS yang menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja AS. Selain itu, keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menunda tarif impor terhadap Kanada dan Meksiko meningkatkan sentimen risiko global, mendorong pasar saham dan melemahkan daya tarik aset safe haven seperti Dolar AS, sehingga memberikan dorongan tambahan bagi GBPUSD. Namun, potensi penguatan GBP/USD dibatasi oleh ketidakpastian terkait ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dan ekspektasi kebijakan moneter Bank of England (BoE). Investor menantikan keputusan suku bunga BoE pada Kamis, di mana pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,5%. Meskipun inflasi Inggris melambat, pertumbuhan upah yang masih kuat menjadi perhatian, dengan mayoritas anggota MPC diperkirakan mendukung penurunan suku bunga. Support terdekatnya di area 1.2376 dan resistance terdekatnya di zona 1.2566.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6257. Pasangan mata uang AUDUSD menunjukkan penguatan meskipun masih menghadapi tekanan dari ketidakpastian global terkait ketegangan perdagangan AS-Tiongkok. Data ekonomi domestik seperti Judo Bank Composite PMI yang naik ke 51,1 di Januari dari 50,2 di Desember menunjukkan adanya pertumbuhan moderat di sektor swasta, terutama di sektor jasa yang mencatat ekspansi selama 12 bulan berturut-turut. Namun, sentimen pasar tetap tertekan oleh kekhawatiran atas potensi perlambatan ekonomi Tiongkok, mitra dagang utama Australia, serta ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) mungkin akan memangkas suku bunga pada Februari. Di sisi lain, melemahnya Dolar AS akibat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed memberikan dorongan tambahan bagi AUDUSD. Data JOLTS AS yang lebih lemah dari perkiraan dan kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret memperlemah daya tarik Dolar AS. Support terdekatnya di zona 0.6201 dan resistance terdekatnya di zona 0.6286.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 153.60. Pasangan mata uang ini mengalami pelemahan signifikan, diperdagangkan tepat di level terendah sejak 13 Desember. Penguatan Yen Jepang (JPY) didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan dari Bank of Japan (BoJ) setelah data menunjukkan kenaikan upah riil sebesar 0,6% pada Desember, melampaui revisi data bulan sebelumnya. Selain itu, inflasi yang digunakan pemerintah untuk menghitung upah riil meningkat ke 4,2%, tertinggi sejak Januari 2023. Prospek pengetatan kebijakan moneter BoJ ini semakin mempersempit perbedaan suku bunga antara AS dan Jepang, sehingga meningkatkan permintaan terhadap JPY. Di sisi lain, Dolar AS (USD) terus melemah akibat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed, dengan pasar memperkirakan penurunan suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun ini. Data JOLTS AS menunjukkan penurunan lowongan kerja menjadi 7,6 juta, di bawah ekspektasi 8 juta, menandakan perlambatan pasar tenaga kerja. Support terdekatnya di area 152.98 dan resistance terdekatnya di zona 154.72

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.4329. Meskipun terjadi penurunan tajam dari level tertinggi dua dekade yang dicapai pada hari Senin, kondisi fundamental menunjukkan perlunya kehati-hatian sebelum memastikan apakah koreksi ini telah berakhir. Harga minyak mentah, yang menjadi salah satu pendorong utama mata uang berbasis komoditas seperti Dolar Kanada (CAD), masih berjuang untuk mempertahankan pemulihan dari level terendah tahun ini di tengah ketegangan perdagangan AS-Tiongkok. Selain itu, prospek dovish dari Bank of Canada (BoC) juga turut menekan CAD, memberikan sedikit dukungan bagi USDCAD. Support terdekatnya di zona 1.4263 dan resistance terdekatnya di zona 1.4412.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.9042. Penurunan ini disebabkan oleh ekspektasi bahwa ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dapat mendorong inflasi AS dan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang menguatkan Dolar AS. Sementara itu, data Penjualan Ritel Riil Swiss yang lebih kuat dari perkiraan memberikan dukungan bagi Franc Swiss, meskipun pergerakan pasangan ini tetap dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi tarif dan prospek kebijakan moneter AS. Support terdekatnya di area 0.9019 dan resistance terdekatnya di zona 0.9094.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

2:00am

USD

FOMC Member Daly Speaks

-

-

-

4:45am

NZD

Employment Change q/q

-0.1%

-0.2%

-0.6%

4:45am

NZD

Unemployment Rate

5.1%

5.1%

4.8%

4:45am

NZD

Labor Cost Index q/q

0.6%

0.6%

0.6%

5:10am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

6:30am

JPY

Average Cash Earnings y/y

4.8%

3.6%

3.9%

7:00am

NZD

ANZ Commodity Prices m/m

1.8%

-

0.1%

7:30am

USD

FOMC Member Jefferson Speaks

-

-

-

8:45am

CNY

Caixin Services PMI

51

52.3

52.2

2:45pm

EUR

French Industrial Production m/m

-

-0.1%

0.2%

3:15pm

EUR

Spanish Services PMI

-

56.7

57.3

3:45pm

EUR

Italian Services PMI

-

50.5

50.7

3:50pm

EUR

French Final Services PMI

-

48.9

48.9

3:55pm

EUR

German Final Services PMI

-

52.5

52.5

4:00pm

EUR

Final Services PMI

-

51.4

51.4

4:00pm

EUR

Italian Retail Sales m/m

-

0.1%

-0.4%

4:30pm

GBP

Final Services PMI

-

51.2

51.2

5:00pm

EUR

PPI m/m

-

0.5%

1.6%

7:30pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

8:15pm

USD

ADP Non-Farm Employment Change

-

148K

122K

8:30pm

CAD

Trade Balance

-

1.0B

-0.3B

8:30pm

USD

Trade Balance

-

-96.5B

-78.2B

9:00pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

9:45pm

USD

Final Services PMI

-

52.9

52.8

10:00pm

USD

ISM Services PMI

-

54.2

54.1

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788