| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1630 | 0.01% |
GBPUSD | 1.3459 | -0.05% |
AUDUSD | 0.7166 | -0.14% |
NZDUSD | 0.5933 | -0.19% |
USDJPY | 159.66 | 0.03% |
USDCHF | 0.7865 | 0.05% |
USDCAD | 1.3844 | 0.02% |
GOLDUD | 4,483.38 | -0.23% |
COFU | 92.45 | -0.87% |
USD/IDR | 17,879 | 0.00% |
Selasa, 02 Juni 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari rilisnya data yang menunjukkan peningkatan ekspor minyak dari AS dan Venezuela ke pasar Asia dan Eropa sepanjang bulan Mei. Meski demikian, penghentian negosiasi damai AS - Iran, dan larangan ekspor bahan bakar oleh Rusia membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Ekspor minyak mentah AS naik ke rekor 5,6 juta bph pada bulan Mei, dengan Asia menjadi tujuan utama sebesar 2,45 juta bph, dan disusul oleh Eropa sebesar 2,4 juta bph, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh perusahaan data dan analitik Kpler pada hari Senin.
Sinyal peningkatan ekspor minyak juga datang dari Venezuela yang melaporkan peningkatan pengiriman menjadi 1,25 juta bph pada bulan Mei, yang sekaligus menandai peningkatan untuk bulan ketiga berturut-turut, ungkap data pelacakan kapal tanker pada hari Senin. AS tercatat menjadi tujuan utama pengiriman sebesar 558.000 bph, diikuti oleh India sebesar 427.000 bph dan Eropa sebesar 169.000 bph. Selain itu, kementerian perminyakan Venezuela memperkirakan produksi pada akhir tahun akan mencapai 1,37 juta bph, atau meningkat sebesar 22% dari 1,12 juta bph yang diproduksi pada akhir tahun 2025.
Sementara itu, Iran mengatakan telah menangguhkan pembicaraan damai yang sedang berlangsung dengan AS, sampai Israel setuju untuk membatasi serangannya terhadap Hizbullah di Lebanon, ungkap kantor berita Tasnim pada hari Senin. Menanggapi pernyataan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS tidak masalah untuk menghentikan perundingan sementara waktu.
Dukungan lainnya datang dari Rusia yang melarang ekspor bahan bakar jet pasca lonjakan serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia baru-baru ini, kutip Bloomberg pada hari Senin. Produksi kilang Rusia pada bulan Mei turun sebesar 13% menjadi 4,58 juta bph dibanding tahun lalu, menjadi level produksi terendah sejak Oktober 2009, ungkap data Bloomberg. Ada laporan dalam beberapa hari terakhir bahwa Rusia sedang mempertimbangkan pembatasan ekspor diesel, tambahnya.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $94 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $89 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | USA - JOLTs Job Openings |
| 6.82M | 6.866M |
21:10 | USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index |
| 45 | 42.6 |